Sum Indra dan Abdullah Sani
Sum Indra dan Abdullah Sani / Khusnizar
JAMBI - Konstelasi politik jelang Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi tahun depan kian dinamis saja. Banyak kandidat seolah mengurungkan niatnya untuk tampil sebagai penantang petahan Sy Fasha yang kini masih dianggap sebagai kandidat kuat di hajatan lima tahunan di Tanah Pilih Pseko Batuah tahun depan.

Di sisi lain, munculnya kembali nama Sum Indra dianggap bisa mengancam walikota aktif Sy Fasha dalam melanjutkan Jambi Bangkit jilid II lima tahun mendatang. Apalagi, Sum Indra sendiri sempat membuat Fasha harus bekerja keras pada Pilwako Jambi 2013 lalu. Saat itu, mantan Wakil Walikota Jambi ini keluar sebagai runner-up dengan selisih suara yang tidak terlalu signifikan dibanding pasangan Sy Fasha-Abdullah Sani.

Ditambah lagi, sepupu Gubernur Jambi Zumi Zola ini juga mulai bergerilya melakukan komunikasi dengan parpol dan merangkul Wakil Walikota aktif Abdullah Sani. Meski sempat menjadi rival di Pilwako sebelumnya, nampaknya pada pesta demokrasi tahun depan keduanya bakal sejalan.

Ini terlihat saat keduanya pamer kemesraan saat sarapan bersama di sebuah kantin di Kota Jambi. Keduanya juga seolah memberi sinyal jika mereka siap mengganjal petahana Sy Fasha dalam melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua.

Sum Indra saat dihubungi tak menampik jika wacana duet Sum-Sani bakal terwujud di perebutan BH 1 AZ tahun depan. Meski diakuinya, pertemuan tersebut hanya kebetulan, namun Sum mengaku pembicaraan dengan Sani terkait Kota Jambi.

"Kebetulan saja ketemu beliau pas sarapan, ya kita banyak cerita termasuk soal Kota Jambi," kata Sum Indra.

Sum juga mengaku dirinya saat ini masih melakukan komunikasi politik dengan berbagai parpol, termasuk Demokrat. "Semua parpol kawan, PAN kawan, PDIP juga PKB kawan," kata Sum seolah kembali memberi sinyal jika parpol tersebut bakal merapat padanya.


Apalagi, kata dia, dirinya berniat akan maju DPD RI, tentunya komunikasi dengan semua partai politik terus dibangun. "Niatnya DPD RI," ucapnya.

Lalu bagaimana dengan Pilwako 2018? Ia mengaku jika politik saat ini masih sangat dinamis, apalagi jarak Pileg dan Pilwako masih cukup jauh. "Ngalir saja dulu," katanya.

Sementara itu pengamat politik Jambi, Navarin Karim menilai jika kemunculan Sum Indra bisa menjadi ancaman bagi petahana Sy Fasha. "Sum ini bakal jadi ancaman Fasha," ujarnya, Minggu (17/9).

Apalagi, kata dosen senior Fisipol Unja tersebut, jika wacana duet Sum-Sani terwujud, maka Pilwako Jambi tahun depan bakal sengit. Karena Fasha memiliki lawan yang sebanding. Menurutnya, jika Sum Indra jadi berpasangan dengan Abdullah Sani. Sebaiknya Sum di nomor satu. Ia mengatakan, ada beberapa alasan, yaitu pemilihan walikota periode lalu Sum urutan pertama.

"Secara psikologis tak elok turun tangga. Berdasarkan survei elektabilitas Sum masih cukup baik ketimbang Abdullah Sani," kata Navarin.

Untuk walikota lanjutnya, tokoh agama dianggap berpandangan konvensional, walaupun mindsetnya sudah berubah. Apalagi menurutnya, di tiap Pilkada jika wakil juga ikut maju melawan petahana di Pilkada berikutnya, sang wakil akan diuntungkan. "Seperti Jusuf Kalla di Pilpres dan Fachrori Umar di Pilgub," jelasnya.

Soal partai, jika Sum dapat dukungan PAN, maka tentunya pemilik 5 kursi di parlemen Kota Jambi tersebu bakal all out, ini juga untuk mengamankan posisi suksesi Pilgub yang akan datang. "Sum tinggal remind konstituennya yang lama. Insya Allah Fasha dapat lawan yang sebanding," pungkasnya.

sumber : Metrojambi.com
Reaksi: