KERINCI - Tim dari Satreskrim Polres Kerinci hari ini, Rabu (15/8) membongkar makam Abadi warga desa Tambak Tinggi, Kecamatan Depati Tujuh Kerinci yang meninggal belum lama ini.
Informasi dari pihak keluarga Abadi, pembongkaran dilakukan untuk melakukan autopsi terhadap Abadi yang menurut pihak keluarfa diduga ada unsur pembunuhan.
"Iya hari ini dibongkar pihak polisi, kami minta di otopsi, karena kematianya tak wajar. Kami menduga dibunuh," kata adik korban dikonfirmasi Tribun siang ini.

Sebelumnya Abadi (62), yang ditemukan meninggal di ladangnya di Desa Tambak Tinggi, Kecamatan Depati Tujuh, diduga korban pembunuhan. Hal ini diungkapkan adik korban, Usman Jamal. Dia mengaku kakaknya sebelum ke ladang dalam kondisi sehat, dan baru pulang dari undangan di Belui. “Kami curiga dia dibunuh. Selama ini tidak pernah sakit, tahu-tahunya sudah meninggal di ladang,” terangnya.
Pada tubuh kakaknya, juga ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pada pangkal hidung keluar darah, dari kuping keluar daerah, dekat lengan dan perut lebam. Selain itu, pada bagian kening juga terbenam dan lebam. Kerabat korban, Zulman Anwar, berharap kepada pihak kepolisian, bisa mengungkap kasus ini, meskipun keluarga sudah mendatatangani surat perjanjian tidak akan membuat tuntutan.
“Wajar saja, saat membuat pernyataan keluarga sedang berduka, makanya mau tandatangan surat tidak akan membuat tuntutan,” ungkapnya. 
Di samping itu, dia juga mengharapkan pihak kepolisian bisa melakukan olah TKP. Untuk diketahui, jenazah korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 22.00 wib, Senin (3/7). Sebelum ditemukan meninggal, keluarga sempat melakukan pencarian, karena sampai pukul 19.30 wib Abadi belum pulang dari ladang. "Sebelumnya korban tidak pernah terlambat pulang, makanya keluarga cemas dan mencari korban," kata seorang keluarga yang ikut mencari korban. (*)

Sumber : Tribunjambi.com
Reaksi: