KERINCI-Menindaklanjuti terkait mahalnya biaya karcis dan parkir masuk dibeberapa objek wisata di Kabupaten Kerinci, Aliansi Peduli Pariwisata Kerinci (APPK) berencana menggelar aksi di kantor Bupati Kerinci, Selasa (04/07). APPK mengatakan aksi padi hari selasa merupakan aksi damai.

Ketua Aliansi Peduli Pariwisata Kerinci (APPK) , Arisman, menjelaskan aksi direncanakan digelar pada selasa (04/07) nanti. Massa akan berkumpul di Kantor Bupati Kerinci.

Arisman menjelaskan ada dua tuntutan yang akan disampaikan ke Bupati Kerinci dalam aksi nanti. Pertama kita meminta Bupati Kerinci mencopot jabatan Kadis Disporaparbud dan Kadis Perhubungan.

APPK menilai dua Kadis tersebut membiarkan pungli terjadi,  tanpa ada mengambil tindakan tegas. Karena kasus Pungli di objek wisata milik Pemkab Kerinci sudah terjadi di tahun 2016 lalu. Dan kembali terjadi di 2017 ini.

“Jadi substansinya itu saja, kami menilai mereka tidak mampu mengatasi masalah tinnginya tiket masuk dan parkir di objek wisata milik pemkab Kerinci, semenjak menjabat sebagai kepala Dinas yang menyebabkan rusaknya citra pariwisata Kerinci,” ujarnya.

Arisman menambahkan, penyampaian pendapat dalam bentuk aksi merupakan hak warga. Karena itu, Dengan harapan kedepan permasalahan ini tidak terulang kembali
tuturnya.

Sementara itu, Inisiator berdirinya APPK,  Zalmianto menghimbau kepada semua pihak dan semua organisasi ikut bergabung dengan APPK, untuk menyelamatkan Potensi Pariwisata yang ada di Kerinci.

Dia juga berharap kepada masyarakat yang peduli denga wisata kerinci. untuk bisa ikut membubuhkan tanda tangan di Petisi Sakti.

“Saya harap semua masyarakat ikut membubuhkan tanda tangan pada Petisi Sakti. Demi menyelamatkan masa depan potensi wisata di Kerinci.” Jelasnya (tempojambi)
Reaksi: