Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa
KERINCI - Dari 285 desa dalam Kabupaten Kerinci, sekitar 70 persen diantaranya dilaporkan terkait penggunaan Dana Desa (DD) pada tahun 2016 lalu. Hal ini disebabkan adanya Kepala Desa (Kades) yang kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) masih belum memadai.

Akibatnya banyak laporan dugaan penyalahgunaan dalam penggunaan DD di Kerinci. Bupati Kerinci, H Adirozal, pada saat acara Rakor tenaga profesional Pendamping Desa, di ruang pola kantor bupati, mengatakan, DD dan ADD setiap tahunya selalu mengalami kenaikan. Namun SDM Kadesnya setiap tahun tidak sebaik pendamping desa.

"Dahulu pertama saya dan pak Zainal menjadi pemimpin kabupaten Kerinci ADD hanya berkisar 70-80 juta, tapi sekarang ADD mencapai Rp sekitar Rp 700 - 800 juta. Makanya Pendamping Desa harus mendampingi Kades,"kata Adirozal.

Selain itu, SDM Kades yang belum baik, juga menyebabkan banyaknya pengaduan masyarakat terhadap penggunaan dana desa.
"Sekitar 70 persen laporan pengaduan masyarakat terhadap penggunaan dana desa. Kita harapkan pendamping desa mampu mendampingi kepala desa,"katanya.

Selain itu, untuk transparansi dalam penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, lanjutnya, bendahara desa saat ini sudah tidak diperbolehkan dari keluarga kepala desa.

Pasalnya, saat ini sudah telah ada Perturan Bupati (Perbup). "Dulu yang menjadi bendahara kalau tidak istrinya ya anaknya. Sekarang tidak boleh, karena telah ada Perbup, kalau dilanggar juga bisa dipidana," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Desa dan Masyarakat Kerinci, H Adli mengatakan, untuk dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Kerinci tahun 2017 ini meningkat dari tahun 2016 lalu.

"Dana desa kita tahun 2017 ini mencapai Rp 213 miliar. Dana ini cukup besar peningkatannya. Jadi setiap desa itu rata-rata paling rendah Rp 700 juta dan paling tinggi Rp 800 juta," sebut Adli pada Rakor Pendamping Desa kemarin.

Sedangkan untuk Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Kerinci tahun 2017 ini juga terjadi peningkatan. Dimana tahun ini ADD Kerinci mencapai Rp 65 miliar. "Kalau setiap desa itu paling rendah Rp 250 juta yang paling tinggi Rp 300 juta," pungkasnya.

Sumber : Metrojambi.com 



Untuk Informasi , Bimbingan dan Pendaftaran
Hubungi 👇
WA : 081274139401
www.paytren-jambi.com
Reaksi: