Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa
KERINCI - Prestasi olahraga Kabupaten Kerinci terus menurun. Bahkan tim olahraga Kerinci yang dulunya disegani kini justru tidak diperhitungkan lagi. Terkait hal ini kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kerinci dipertanyakan.

Sejauh ini, kinerja dari KONI Kerinci yang merupakan induk olahraga tidak kunjung memberikan dampak positif bagi olahraga Kerinci. Bahkan, kondisi tersebut diakui sejumlah atlet olahraga terbaik di Kabupaten Kerinci.

Hal ini tidak terlepas kinerja KONI Kerinci dalam mengembangkan olahraga di Kabupaten Kerinci. Terbukti dengan minimnya kegiatan olahraga, terutama kegiatan rutin bagi para atlet olahraga di Kerinci.

Parahnya lagi, atlet Kerinci seringkali menanggung malu, akibat dari tidak profesionalnya pekerjaan dari pihak KONI. Tidak jarang pelaksanaan kegiatan terkendala, bahkan pada saat berbagai even olahraga para atlet Kerinci sering mengalami kendala terutama di bidang keuangan.

"Porprov Jambi kemarin, kami harus makai uang pribadi untuk berangkat," ungkap salah seorang atlet Kerinci.

Tidak hanya itu, atlet yang enggan disebutkan namanya tersebut mengatakan sejumlah kegiatan dalam pengembangan olahraga di Kerinci juga perlu dipertanyakan. Mengingat pengembangan atau pembinaan atlet dilaksanakan tidak secara beraturan dan berkelanjutan.

"Persiapan dilaksanakan pada saat seminggu atau dua minggu sebelum event olahraga dilaksanakan, bagaimana mau juara kalau persiapannya begitu, itu merupakan dampak dari lambatnya dana cair yang minim," sindirnya.

Ditambahkannya, selain permasalahan tersebut ada sejumlah permasalahan lainnya yang paling fatal, dimana singkronisasi KONI dengan pihak Cabor tidak terjalin dengan baik. Bahkan, KONI seringkali lepas tangan terhadap kegiatan Cabor di Kabupaten Kerinci.

Seperti pada pelaksanaan Proprov tahun 2016, karena tidak cekatannya pihak KONI memaksa pihaknya harus mengeluarkan uang pribadi untuk bertanding membawa nama baik Kabupaten Kerinci di ajang Porprov.

"Kadang terjadi miss komunikasi, akibatnya kegiatan cabor jadi terbangkalai. Bahkan kami pernah berangkat tapi dana belum cair. Terpaksa pakai uang pribadi dulu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kerinci, Ardizal, menyebutkan sejauh ini pihaknya selalu memperhatikan kelengkapan setiap Cabor di Kerinci. Namun sayangnya, ada sejumlah cabor yang tidak bisa memanfaarkan angggaran dengan baik, dengan memberikan prestasi bagi Kabupaten Kerinci.

"Seperti PS Kerinci, anggarannya besar tapi prestasinya tidak sesuai harapan," ujarnya.


Sumber : Metrojambi.com
 
Reaksi: