Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa
KERINCI - Sejumlah tokoh digadang-gadang akan maju di Pilkada Kerinci 2018. Namun untuk bisa maju sebagai calon kepala daerah (cakada) mereka harus bekerja keras mendapatkan dukungan lebih dari satu partai politik.

Ini disebabkan tidak ada satupun partai politik (parpol) di DPRD Kerinci yang memiliki 6 kursi, sebagai batas minimal untuk bisa mengusung calon sendiri. Artinya, untuk bisa mengusung calon di Pilkada Kerinci 2018 parpol harus berkoalisi.

Sementara itu, tokoh yang ingin maju lewat jalur independen atau perseorangan, juga harus memenuhi persyaratan yang tidak mudah. Marus mengumpul Kartu Tanda Penduduk (KTP) 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) lalu.

"Harus 10 persen dari DPT Pigub, Kalau dilihat jumlah DPT pilgub lalu ada sekitar 22 ribu KTP harus dikumpulkan," ujar komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kerinci, Kumaini, Selasa (28/2).

"Nanti KTP yang dikumpulkan itu akan kita cek lagi kebenarannya," tandasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun metrojambi.com, beberapa tokoh yang menyatakan maju dari Kerinci Mudik yakni Monadi, Adirozal yang saat ini menjabat bupati Kerinci, Julizarman (Kadishub Kerinci), dan Yuldi Herman yang saat ini menjabat Ketua Komisi II DPRD Kerinci yang juga Ketua DPD PAN Kerinci.

Sedangkan dari Kerinci Tengah beberapa tokoh yang populer yakni AKBP Sukman, Ami Taher, Afrizal HS, dan Andi Putra Wijaya Ketua DPC Demokrat Kerinci.

Sementara itu dari Kerinci Hilir tokoh yang bakal maju Pilkada yakni Zainal Abidin yang merupakan wakil bupati Kerinci, selain itu Chandra Purnama (mantan Sekda Sungaipenuh), Hasani Hamid dan M Rahman (mantan Wabup Kerinci), serta Dasra MTP.

Sumber : Metrojambi.com 


http://www.paytren-jambi.com/
 
Reaksi: