Salah satu lokasi galian C di Kabupaten Kerinci yang mengalami longsor
Salah satu lokasi galian C di Kabupaten Kerinci yang mengalami longsor / dok.metrojambi.com
KERINCI - Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas ESDM, hingga saat ini belum melakukan tindakan terhadap galian C di Kabupaten Kerinci yang belum memiliki izin dari pemerintah daerah.

Sebab, Dinas ESDM Provinsi Jambi masih menunggu Gubernur Jambi dan Sekda mempelajari laporan yang telah disampaikan terkait hasil pengecekan sejumlah galian C yang ada di Kerinci.

Kepala Bidang Pertambangan Umum Dinas ESDM Provinsi Jambi, Abdul Salam, mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan secara lisan kepada Gubernur dan Sekda Provinsi Jambi terkait hasil turun ke lapangan mengecek lokasi galian C di Kerinci yang mengalami longsor dan sejumlah galian c yang tidak memiliki izin secara resmi.

"Kita masih menunggu, apakah nanti Gubernur langsung akan minta kepada Kapolda Jambi untuk menutup galian c yang ada di Kerinci," katanya.

Dikatanya lagi, sampai saat ini pihaknya belum mengirim surat tersebut ke Kerinci. "Sebelum surat dikirim, kita pelajari terlebih dahulu, karena kita takut nanti salah kewenangan," sebutnya.

Dampaknya, saat ini aktivitas galian C itu masih bebas beroperasi. Hal ini membuat mahasiswa yang ada di Kerinci geram.
Informasinya, ratusan mahasiswa Kerinci yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Kerinci dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kerinci akan melakukan aksi di empat titik di Kerinci dan Sungaipenuh, Selasa (31/1) besok.

Romas Koordinator lapangan KAMMI saat dikonfirmasi membenarkan rencana itu. Pihaknya akan melakukan aksi Selasa di empat titik yakni di Bundaran Tugu Adipura, Gedung DPRD Kerinci, Kantor Bupati Kerinci dan rute terakhir di gedung Kejaksaan Negeri Sungaipenuh.

Sumber ; Metrojambi.com

Reaksi: