Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa
SUNGAI PENUH - Memasuki hari kelima musibah banjir di Kota Sungaipenuh, warga mulai mengeluhkan sejumlah penyakit. Diantaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan gatal-gatal.

Camat Hamparan Rawang, Sep Eka Putra, saat dikonfirmasi membenarkan adanya sejumlah warga korban banjir yang mulai mengeluhkan penyakit gatal-gatal, diare dan ISPA.

"Iya, warga mulai mengeluhkan berbagai penyakit. Tapi sudah ditangani langsung di setiap posko kesehatan yang ada di Kecamatan Hamparang Rawang," kata Eka, Selasa (10/1).

Ia menjelaskan, penyakit yang dikeluhkan merupakan dampak dari kondisi lembab akibat banjir. Untuk yang membutuhkan penanganan lebi lanjut, pihaknya membawa pasien ke Puskesmas dan RSUD MHA Thalib.

Ada beberapa warga yang dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Edizulyadi, mengatakan, setiap warga yang mengeluhkan penyakit langsung dilayani di posko kesehatan yang didirikan di sejumlah desa yang terkena bencana banjir di Kota Sungaipenuh.

"Ada sekitar 272 orang warga korban bencana banjir yang sudah ditangani tim kesehatan, penyakit yang dikeluhkan bermacam-macam," jelasnya. Menurut Edi, ada tiga orang warga korban banjir yang mendapatkan perawatan di Puskesmas karena mengalami penyakit diare.

"Kebanyakan yang mengeluhkan penyakit gatal-gatal dan diare adalah orang dewasa, balita cuma ada beberapa orang saja," sebut Edi. Ia juga mengimbau, bagi para pengungsi maupun korban banjir yang hingga kini masih bertahan di rumahnya untuk tidak menganggap enteng penyakit yang dideritanya. Bila kondisi badan terasa tidak enak, silakan datang ke sejumlah posko kesehatan yang ada di Sungaipenuh.

"Selain memberi bantuan kesehatan, kita juga memberi bantuan makanan pendampingan ASI untuk anak-anak balita," tandasnya.

Sumber : Metrojambi.com
Reaksi: