Jenazah Riko saat dibawa kerabat
Jenazah Riko saat dibawa kerabat / Riki Saputra
BANGKO - Warga Kota Bangko digegerkan dengan penemuan tubuh seorang santri Pondok Pesantren Syeh Maulana Qori, yang tertelungkup di selokan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Santri yang belakangan diketahui bernama Riko Hariyanto (18) tersebut, diduga jatuh dari lantai dua gedung pesantren pada malam hari saat listrik padam. Jenazah Riko kemudian dibawa kerabat ke kamar mayat RSUD Kol Abundjani Bangko.

Wakil Bupati (Wabup) Merangin, Khafid Moein, begitu mendengar kabar tersebut langsung meluncur ke RSUD Kol Abundjani Bangko. “Di bagian kepala korban ada seperti benturan benda keras. Korban masih tergolong remaja berusia 18 tahun, warga Lubuk Gaung,” ujar Khafid usai melihat jenazah Riko.

Didekat ditemukannya jenazah korban, lanjut Kafid, juga ditemukan handphone milik korban. Melalui handphone itu, Khafid berharap bisa menemukan titik terang atas keterangan musibah tersebut.

“Kami atas nama Pemkab Merangin dan pribadi, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Musibah tidak ada yang mengharapkan, tapi Allah berkehendak lain,” ujarnya.

Ia berharap semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan, menerima cobaan tersebut. “Berat memang, apalagi korban merupakan remaja yang masih punya masa depan panjang, tapi inilah ujian Allah,” pungkasnya.

Sumber ; metrojambi.com
Reaksi: