RSUD Mayjen HA Thalib Kerinci
RSUD Mayjen HA Thalib Kerinci / dok.metrojambi.com
KERINCI – Seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MHA Thalib Kerinci menyebut,petugas medis di rumah sakit tersebut sering salah diagnosa. Ini dialaminya ketika mengalami pembengkakakn kaki.

Saat berobat di RSUD MHA Thalib Kerinci, kakinya harus dilakukan operasi besar atau dengan diamputasi. Namun karena merasa tidak puas, dia kemudian berobat ke Rumah Sakit M Jamil Padang, Sumatera Barat.
"Sesampai di Padang, saya hanya diharuskan menjalani operasi kecil, alhamdulillah kaki saya sembuh," ujar warga yang enggan disebutkan namanya ini.

Masalah ini direspon Kepala Bidang Pelayanan RSUD MHAT Kerinci, Yuliman. Ia mengaku menerima informasi akan perbedaan diagnosa di RSUD MHAT Kerinci dan RSUD Jamil Padang.

Menurut dia, ini terjadi karena peralatan di RSUD MHAT Kerinci yang jauh sekali dari RS lainnya. Begitu juga dengan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga medis, bahkan laboratorium RSUD MHA Thalib belum mempunyai dokter klinik.
"Banyak perbedaan, bisa jadi kadang perbedaan keluhan, dimana di RSUD MHAT Kerinci lain yang dikeluhkan pasien di RS lain lain pula keluhannya," sebutnya.

Terkait perbedaan tersebut, lanjutnya tidak terlepas dari kekurangan yang dimiliki RSUD MHAT Kerinci, termasuk permasalahan status dari RSUD MHAT Kerinci yang belum mengantongi akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menjadi standar atau tolok ukur dari pelayanan kesehatan bagi pasien dirumah sakit tersebut. Sehingga, bukan tidak mungkin pelayanan kesehatan di RSUD MHAT Kerinci terbilang masih belum baik.

Sumber : Metrojambi.com
Reaksi: