Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa
NAHAS menimpa Alif (14). Sebuah peluru dari senjata jenis revolver organik polisi menembus dadanya, Minggu (25/12) sekitar pukul 19.30 Wita.Peristiwa tersebut terjadi di kampung Tanrusampe Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kab.Jeneponto. Tepatnya di rumah Aiptu Tengku, seorang polisi yang menjabat Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jeneponto yang tidak lain adalah ayah korban Alif sendiri.

Dilansir dari Fajaronline.com (Jawa Pos Group), peristiwa itu bermula sekitar pukul 17.30 wita, Aiptu Tengku pulang di rumahnya untuk mandi. Setelah tiba, senjata jenis revolver disimpan di atas lemari yang berada di dalam kamar pribadinya.

Kemudian Aiptu Tengku makan malam sekitar pukul 18.45 wita. Dia kemudian berpakaian dan berangkat ke kantor untuk piket di Polres Jeneponto. Sayangnya, Tengku lupa membawa senjata penjagaan di atas lemari kamarnya.

Sekitar pukul 19.30 wita, Alif yang merupakan anak ke-3 dari Aiptu Tengku masuk di kamarnya. Melihat ada senjata milik ayahnya, ia pun mengambil senjata jenis revolver yang berada di atas lemari kemudian membawa ke ruang tamu.

Pelajar SMP ini pun sempat memainkan dan mengutak-atik senjata tersebut. Nahasnya, tiba-tiba senjata tersebut meletus dan mengenai dada sebelah kiri tembus di belakang punggung. Peluru itu bahkan terpantul di kaca jendela yang mengakibatkan pecah kaca rumahnya.

"Alif langsung dilarikan ke RSUD Lanto Dg.Pasewang oleh ibu dan tantenya dengan menggunakan motor. Sayangnya dalam perjalanan Muh.Alif meninggal Dunia," kata Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto. Setelah tiba di RSUD, Alif dinaikkan di ambulans dan dibawa kembali ke rumahnya.

Sumber : Metrojambi/Fajaronline.com , Jawapos
Reaksi: