Warga berdatangan ke rumah Yati untuk melihat bayi yang ditinggalkan orangtuanya.(inset) surat wasiat yang ditinggalkan orang tua bayi
Warga berdatangan ke rumah Yati untuk melihat bayi yang ditinggalkan orangtuanya.(inset) surat wasiat yang ditinggalkan orang tua bayi / Riki Saputra

BANGKO - Penemuan bayi perempuan dalam kardus dengan dua pucuk surat di teras rumah warga di RT 22, Kelurahan Pematang Kandis, Kabupaten Merangin, Senin (5/12) lalu, sangat menghebohkan warga.

Berbagai spekulasi muncul karena itu, mulai dari dugaan human trafficking, hingga pembuangan bayi berjenis perempuan tersebut hanya skenerio pihak keluarga, karena kehadirannya yang tak diinginkan.

Informasi yang berhasil metrojambi, bayi tersebut dilahirkan LS (17), seorang siswi di salah satu sekolah menengah atas di Sumatera Barat (Sumbar).

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dilahirkan LS, Sabtu (3/12) lalu di salah satu klinik swasta di Bangko. Sementara bayi mungil dititipkan ke saudaranya LA (42) yang berdomisili di Bangko dan juga seorang guru di salah satu sekolah dasar di Merangin.

"Yang melahirkan bayi itu LS, dia masih sekolah. Ia sejak hamil tinggal di Bangko, di rumah kenalan orang sekampungnya," ungkap sumber.

Ia melanjutkan LS hamil dari hubungan luar nikah, hanya saja orangtuanya tidak terima. Dan orangtua LS melaporkan pria yang menghamili anaknya ke polisi, sejauh ini pria tersebut juga sudah diproses hukum.

"Lalu ibunya anak itu dibawa ke Bangko. Dan tinggal di Bangko hingga dia melahirkan," ucapnya.

Sementara itu LA, guru sekolah dasar yang diduga membuang bayi LS mengakui perbuatannya. Ia mengatakan bahwa bayi tersebut terpaksa dibuang agar dirawat orang lain, karena ada perseteruan keluarga yang tidak kunjung usai.

"Sama sekali nggak ada niat kami buang bayi itu. Apalagi itu anak keponakan sendiri," aku LA.

LA juga menceritakan bahwa ibu bayi tersebut diantar keluarganya ke Bangko saat kehamilannya memasuki usia 4 bulan. Saat itu LS sedang mengikuti ujian akhir di salah satu SMA.

"Jadi dio di Bangko dengan saya, sejak hamil empat bulan sampai melahirkan. Sudah itu dio balik lagi ke kampung," sebutnya.

Sumber : Metrojambi.com
Reaksi: