TUNTUT PM MUNDUR: Massa kaus kuning saat demonstrasi di pusat Kuala Lumpur, Malaysia.
TUNTUT PM MUNDUR: Massa kaus kuning saat demonstrasi di pusat Kuala Lumpur, Malaysia. / AP PHOTO
PULUHAN ribu massa berkaus kuning menduduki jantung kota Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan lalu. Sesuai rencana, unjuk rasa Bersih 5.0 berlangsung. Massa yang mengawali aksi mereka dengan long march ke Menara Kembar Petronas itu menuntut Perdana Menteri (PM) Najib Razak mundur dari jabatannya.

Sedianya, massa hendak memusatkan Bersih 5.0 di Independence Square atau Dataran Merdeka. Tapi, polisi menjaga ketat area tersebut dan menghalau massa dari sana. Puluhan ribu orang dari berbagai penjuru Malaysia itu pun lantas berjalan kaki menuju Petronas. Unjuk rasa pun kemudian berlangsung di depan menara tetenger Malaysia.

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad juga hadir dalam Bersih 5.0. Sebuah podium sengaja disiapkan untuk tokoh oposisi senior tersebut. ”Biarkan dia (Najib) datang dan menangkap kita semua bersama. Tapi, kita semua akan tetap berdiri di sini demi para pemimpin yang ditangkap dan ditahan karena alasan yang tidak jelas, termasuk Maria Chin,” tandas politikus 91 tahun tersebut.

Selain Mahathir, aksi Bersih 5.0 juga dihadiri Muhyiddin Yassin. Politikus yang didepak Najib dari jabatannya sebagai wakil PM itu memimpin yel-yel anti-Najib kemarin. ”Najib Mundur! Najib Mundur!” seru pria 69 tahun itu. Muhyiddin yang dipecat setelah mengimbau Najib jujur pada rakyat tentang skandal 1MDB (1Malaysia Development Berhad) yang membelitnya itu yakin pemimpin 63 tahun itu bersalah.

Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah massa dalam unjuk rasa damai kali ini jauh lebih sedikit. Polisi melaporkan bahwa Bersih 5.0 diikuti oleh sekitar 15.000 orang. Tapi, sejumlah media menyebutkan yang lebih besar. MalaysiaKini mencatat jumlah peserta unjuk rasa berkisar 40.000 orang. Padahal, aksi Bersih 4.0 lalu diikuti oleh sedikitnya 200.000 orang.

Sebenarnya, pemerintahan Najib berniat membatalkan aksi protes yang sudah sejak lama digembar-gemborkan itu. Jumat malam (18/11), polisi menangkap Maria Chin Abdullah yang adalah chairwoman gerakan Bersih. Dia lantas dibawa ke kantor polisi dan ditahan untuk keperluan penyelidikan. Pada waktu yang sama, polisi juga menangkap tokoh-tokoh Bersih yang lain.

Maria Chin dan tokoh oposisi lainnya ditangkap dan ditahan karena melanggar Security Offences (Special Measures) Act alias Sosma. Berdasar aturan tersebut, polisi berhak menahan tersangka tanpa melalui proses pengadilan terlebih dahulu. Dan, mereka boleh ditahan sampai batas waktu yang tak terhingga.

Menyusul Maria Chin dan sebanyak 10 tokoh yang lain, sedikitnya dua demonstran Bersih 5.0 juga ditangkap di tengah aksi unjuk rasa. Salah satunya adalah Fahmi Reza yang juga dikenal sebagai selebriti Malaysia. ”Negara ini dipimpin oleh komplotan badut dan bandit. Saya disini untuk memprotes PM dan kroninya,” seru Reza, sesaat sebelum polisi mengelernya dari tengah kerumunan.

Wakil PM Ahmad Zahid Hamidi mengatakan bahwa aksi penangkapan masih akan terjadi sampai beberapa hari ke depan. Itu karena Bersih 5.0 bertentangan dengan hukum. ”Melawan pemerintah yang sedang berkuasa dan berusaha menggulingkannya lewat aksi di jalanan seperti ini melanggar hukum,” tandasnya.

PBB dan Amnesti Internasional (AI) mengecam Malaysia karena aksi penangkapan dan penahanan tanpa alasan jelas. ”Undang-Undang tidak seharusnya dijadikan senjata untuk membungkam suara rakyat. Bebaskan segera Maria Chin dan teman-temannya,” tuntut Laurent Meillan, perwakilan Komisi HAM PBB Asia Tenggara.

Sumber : jawapos.com
Reaksi: