Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARATEBO – Ratusan guru Madrasyah sore atau MDTA di Kabupaten Tebo, sampai saat ini belum digaji pemerintah. Padahal, hampir tiap tahun Bagian Kesra Setda Tebo mengusulkan anggaran untuk pembayarannya.

Namun sayangnya, hingga saat ini masih belum direalisasikan Pemerintah Kabupaten Tebo. Kepala Bagian Kesra Setda Tebo, M Isya, mengatakan pihaknya telah berupaya mengusulkan anggaran untuk menggaji guru madrasah sore lewat APBD Tebo.

"Setiap tahun sudah kami usulkan, tapi belum dikabulkan juga. Dan ini juga akan jadi prioritas kita untuk diusulkan dalam anggaran 2017 nanti," ujar M Isya, Selasa (13/9).

Ia menyebut, usulan yang diajukan tidaklah besar. Untuk Madrasah Sore atau MDTA tersebut, yaitu hanya Rp 1 juta per bulan untuk satu MDTA. "Kita tidak banyak mengusulkannya, hanya Rp 1 juta satu bulan untuk satu madrasah," sebutnya.

Saat ditanya berapa perkiraan jumlah madrasah sore yang ada di Kabupaten Tebo ini? M Isya memperkirakan yaitu ada sebanyak 200 madrasyah.

Sumber : Metrojambi.com
Reaksi: