Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa
BANYAK cara membuat daging hewan kurban lebih empuk saat dikonsumsi. Berbagai teknik pengolahan biasa dilakukan oleh para ibu rumah tangga dalam memasak daging hewan kurban.

Pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Nur Mahmudi Ismail mempunyai banyak cara untuk membuat daging hewan kurban menjadi lebih empuk. Penyandang gelar Doktor Teknologi Pangan dari A&M Texas University ini menjelaskan daging hewan kurban yang dipotong lebih kecil–kecil hasilnya akan lebih empuk.

“Yang paling gampang, daging dipotong–potong jadi lebih kecil. Atau ada lagi yang bisa dilakukan yakni dengan cara membuatnya seperti daging giling. Dipotong kecil–kecil atau digiling,” kata mantan wali kota Depok ini, Minggu (11/9).

Nur Mahmudi menuturkan, masalah empuk dan kerasnya daging terkait dengan faktor serat. Banyak ibu rumah tangga yang memiliki resep rumahan dengan menggunakan daun pepaya agar daging menjadi lebih empuk.

“Disebut dengan empuk dan keras itu kan urusannya serat. Lalu dipotong–potong dengan cara memakai enzim, yakni dengan cara menggunakan papain. Papain adalah enzim yang keluar dari getahnya daun pepaya. Daun pepaya dicincang lalu dilumurkan ke daging. Maka akan terjadi proses pemotongan atau serat daging,” ungkap Peneliti Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini.

Ia menambahkan selain menggunakan pisau atau mesin giling, bisa pula menggunakan getah cairan buah nanas. “Pakai getah cairan nanas bisa karena mengandung bromelin. Itu semua prinsipnya memotong serat daging,” katanya.

Nur Mahmudi menambahkan, dalam memilah serat daging yang menyatu juga dapat dipisahkan dengan bahan kimia Kalsium Cloride. “Bisa didapatkan di toko bahan–bahan kimia, namanya CaCl2. Kalau pada konsentrasi tertentu dicairkan dilumurkan dimasukan ke daging, akan membuat serat memisah,” paparnya.

Akan tetapi sebenarnya, lanjut dia, dengan cara merebus daging lebih lama juga dapat memutus serat daging dan membuat daging lebih empuk. Hasilnya tentu membuat Anda lebih mudah mengunyah daging yang sudah diolah.

“Daging itu ketika dimasak dan dipanaskan, akhirnya juga mengalami keduanya yakni seratnya pecah dan putus. Teknik dengan memasak tujuannya mengempukkan, mencegah bakteri, dan mengubah aroma dan tekstur tadi. Direbus saja kan bisa putus seratnya. Itu semua merupakan teknik memilah serat atau memotong serat agar daging mudah di kunyah,” tutupnya.


Sumber : Jawapos.com
Reaksi: