SUNGAI PENUH,- Praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam kegiatan pelaksanaan promosi pariwisata Nusantara didalam dan luar Negeri dan pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang pariwisata Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2015 diduga kuat terjadi Tindak Pidana Korupsi.

Contohnya saja, Kegiatan pelaksanaan promosi pariwisata Nusantara didalam dan luar Negeri tahun 2015, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DISPORABUDPAR) Kota Sungai Penuh diduga menghabiskan dana sampai Rp. 870 Juta.

Menurut sumber terpercaya yang enggan dituliskan namanya mengatakan, ada beberapa kegiatan yang diduga tidak dilaksanakan dan ada juga yang dimark up. Diantaranya pada Kegiatan Belanja bahan peralatan, belanja cetak dan penggandaan, sewa stan pameran.

Selain itu ada belanja sewa sound system dengan rincian, sewa alat musik pekan harmoni budaya, sewa musik tahun baru, sewa sound system pekan harmoni budaya,  kembang api dan pengadaan artis ibu Kota Iis Dahlia. Yang kegiatan tersebut menelan dana sampai Rp. 870 Juta.

Disamping dana Rp. 870 Juta ada juga dana pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang pariwisata Rp. 125 Juta. Nah kegiatan tersebut menelan dana Rp. 995 Juta. Dari Kegiatan ini diduga kuat terjadi Tindak Pidana Korupsi yang berindikasi merugikan uang Daerah dan Negara.

Salimin, S.Sos. Ketua LSM Seroja mengatakan kepada Media ini, Kasus di Disporabudpar Kota Sungai Penuh Sudah lama tercium, namun kita lagi mencari tambahan alat bukti, dalam waktu dekat kita akan laporkan kasus dugaan korupsi di Disporabudpar tersebut ke aparat penegak hukum. Kata Salimin.

Sumber : Gegeronline.com
Reaksi: