Ada Mafia Di Balik Galian C Tanpa Izin di Sungai Penuh

Sungai Penuh,-Hardizal S.Sos M.H, hari ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) dilokasi Galian C di Sumur Anyir Sungaipenuh dan proyek rehab tebing penahan Sungai Bungkal. Dua lokasi yang ditinjau itu tanpa mengantongi izin Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Sungaipenuh.

Aktivitas galian C di Sumur Anyir diduga kuat digunakan untuk keperluan pribadi atau untuk bahan material proyek. “Saya sudah melakukan komunikasi bersama Kepala BLH. Alhasil Munasri menyebutkan bahwa kegiatan tersebut tanpa izin pihaknya,” sebut Hardizal, kepada GO, Selasa, (20/9).

Tidak hanya itu, dilokasi proyek rehab juga terjadi kondisi yang sama. Kuat dugaan dalam proyek rehab tersebut sungai dilakukan pengerokan dan hasil pengerokan tersebut dibawa kelokasi proyek.
 “Saya menduga dalam pelaksanaan proyek rehab ini diduga kuat dilakukan sama seperti di Sumur Anyir. Material nya diangkut dengan menggunakan alat berat kemungkinan besar juga dibawa kelokasi proyek,” ujarnya lagi.

Nama Zainal alias Pak Tiara disebut-sebut sebagai pelaksana proyek milyaran. “Mencuri galian C untuk memperkaya diri sendiri, ini jelas-jelas melanggar UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tegasnya.

Munasri Kaban BLH Kota Sungaipenuh ketika dikonfirmasi GO membenarkan bahwa tidak ada izin galian C yang dikeluarkan pihaknya. “Tidak ada izin galian C. Kita juga mempertanyakan berani-beraninya beroperasi tanpa izin,” ungkap Munasri.

Namun demikian, Munasri enggan menanggapi lebih jauh ketika dikonfirmasi wartawan terkait pelaksana proyek tersebut. “Yang jelas ini (proyek) tanpa ada izin. Terkait soal pelaksana dilapangan saya tidak ikut campur,” tukasnya.

Sementara itu, menurut pengawas PU Kota Sungaipenuh, mengatakan pada proyek rehabilitasi bendungan Sungai Bungkal pihaknya akan menginstruksikan kepada pelaksana untuk tetap mengikuti prosedur yang berlaku.

“Nanti saya sampaikan kepada rekanan untuk tidak mengambil hasil pengerokan ini. Dan tetap berpegang pada aturan yang berlaku,” katanya.

Pantauan dilokasi Sumur Anyir sekitar pukul 12.00 wib hanya terlihat alat berat yang standby dilokasi. Namun tidak beroperasi sebagaimana mestinya pada hari Senin kemarin. Sementara dilokasi proyek rehab di Sungai Bungkal terlihat pengawas dari pihak PU Kota Sungaipenuh.

Kadis PU Kota Sungaipenuh ketika dihubungi pengawas mengatakan dirinya sedang ada kegiatan lain. “Pak Kadis PU ada tamu dari kementerian di ruangnya.

Zoni Irawan Ketua LSM GEGER mengatakan Kadis PU Kota Sungaipenuh terkesan tutup mata. “Yang menjadi pertanyaan saya mengapa Kadis PU Kota Sungaipenuh Martin tutup mata ? Jangan-jangan ada dugaan kangkalingkong dengan pihak rekanan,” singkatnya.


Sumber : Gegeronline.com
Reaksi: