Siapapun menghendaki dirinya termasuk orang yang berkualitas dan diakui oleh kalangan luas. Tentu banyak jalan untuk meraihnya, akan tetapi sebenarnya ada dua hal yang sangat berpengaruh, yaitu dengan siapa yang bersangkutan berkomunikasi dan apa yang menjadi kebiasaan dibacanya. Dua hal tersebut di antaranya yang amat berpengaruh terhadap kualitas seseorang.

Komunikasi sedemikian penting. Orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan menjalankannya dengan baik, maka sudah barang tentu yang bersangkutan akan dikenal secara luas. Seseorang yang berhasil menjalin komunikasi dengan kalangan luas dan apalagi dengan orang terkenal, maka yang bersangkutan juga akan ikut terkenal pula. Sebaliknya, orang yang tidak mampu berkomunikasi, dan hanya bergaul dengan orang terbatas, maka kualitas yang bersangkutan juga akan terbatas.

Oleh karena itu menjalin komunikasi menjadi sangat penting. Dalam Islam komunikasi disebut dengan bersillaturrakhiem. Orang-orang yang menyukai bersillaturrakhiem atau komunikasi, menurut hadits nabi, akan dipanjangkan umurnya dan dibanyakkan rezkinya. Mereka akan memperoleh kegembiraan dari banyaknya teman itu dan dengan kegiatan itu pula akan membuka pintu rizki.

Hasil dari komunikasi yang lebih dahsyat lagi dan menentukan segala-galanya, adalah dengan Allah dan Rasul-Nya. Komunikasi yang dimaksudkan itu seharusnya dilakukan dengan cara, yaitu banyak mengingat dan menjalankan shalat secara khusu�. Orang yang melakukan hal demikian itu, maka hatinya akan selalu terjaga dari berbagai godaan nafsu untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, dan begitu pula sebaliknya.

Orang yang selalu berusaha berkomunikasi dengan Allah dan Rasul-Nya, maka hati dan pikirannya akan menjadi sehat, dan tentu akan berpengaruh pada perilakunya sehari-hari. Orang yang demikian itu akan cenderung untuk melakukan kebaikan di dalam hidupnya. Itulah sebabnya, orang yang selalu menjalin komunikasi secara baik, antara sesama manusia dan apalagi dengan Allah dan Rasul-Nya, akan menjadi orang yang hidupnya berkualiktas.

Melalui al Qur�an dikemukakan bahwa Allah dan Malaikat selalu berkomunikasi atau berhubungan dengan Nabi, sehingga hal demikian itu juga seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Sedemikian penting berkomunikasi antara orang beriman dengan Nabi, sehingga disebutkan bahwa Allah dan para Malaikat juga melakukannya. Komunikasi menjadi salah satu kunci dalam membangun kualitas seseorang.

Hal yang menjadi penentu lainnya agar seseorang berkualitas adalah tentang bacaannya. Membaca adalah sedemikian penting. Bahkan kualitas seseorang juga ditentukan oleh jenis bacaannya. Seseorang yang sehari-hari membaca buku, kitab, atau berita yang kurang berkualitas maka tidak akan menghasilkan pikikran-pikiran besar, dalam arti mampu menjangkau kalangan luas. Oleh karena itu memilih bahan bacaan menjadi sedemikian penting. Orang akan terpengaruh melalui tulisan-tulisan yang dibacanya.

Bacaan yang paling berkualitas dan dijamin kebenarannya adalah kitab suci. Oleh karena itu, Islam menganjurkan agar banyak membaca al Qur�an dan tentu diikuti dengan berusaha memahaminya. Siapa saja yang banyak membaca al Qur�an, selain hatinya akan merasakan ketenangan, kesejukan, dan keteduhan, maka akan memperoleh pengetahuan dan pandangan yang luas. Sudah barang tentu, kegiatan membaca itu harus didasari oleh keimanan.

Maka, bagi orang yang selalu menjalin komunikasi dengan Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang shaleh dan berakhlak mulia, dan disempurnakan lagi dengan selalu membaca bacaan yang mulia, yaitu kitab suci, maka yang bersangkutan hidupnya akan menjadi berkualitas. Sebaliknya, orang yang meninggalkan dua hal tersebut tidak akan munghkin mendapatkan keuntungan di dalam hidupnya, dan apalagi menjadi orang yang berkualitas. Wallahu a�lam

sumber : imamsuprayogo.com
Reaksi: