Anggota Satgas Tinombala menunjukkan foto Umi Delima, yang sudah tertangkap.  Foto para DPO sendiri selalu dibawa para anggota Satgas setiap melalukan patroli. Foto: AGUNG SUMANDJAYA /Radar Sulteng/JPNN.com
Anggota Satgas Tinombala menunjukkan foto Umi Delima, yang sudah tertangkap. Foto para DPO sendiri selalu dibawa para anggota Satgas setiap melalukan patroli. Foto: AGUNG SUMANDJAYA /Radar Sulteng/JPNN.com
PALU – Upaya  Satgas Operasi Tinombala mengejar istri Santoso, Jumiatun Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi Delima, membuahkan hasil. 

Umi Delima yang ditangkap seorang diri, Sabtu (23/7), langsung dilarikan ke Palu untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu.

Informasi menyebutkan bahwa Umi Delima ditangkap oleh anggota Satgas yang tengah berpatroli di sekitar hutan wilayah Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sekitar pukul 08.00 wita.

Umi Delima kemudian dibawa ke Pos Kotis Sektor 1, yang berada di sekitar Polsek Poso Pesisir Utara.

Istri kedua Santoso ini, ketika ditemukan dalam kondisi yang sudah lemah, karena tidak makan selama beberapa hari. Dia juga sudah terpisah dari anggota Santoso yang diduga sebagai Basri alias Barok juga istrinya, Nurmi Usman alias Oma.

Senjata M16 yang sempat dilaporkan dibawa oleh Umi Delima juga tidak ditemukan, karena diduga telah dibawa oleh Basri.

Tidak banyak keterangan yang dapat diambil petugas dari Umi Delima, karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk dimintai keterangan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Haris Suprapto membenarkan telah ditangkapnya Umi Delima. Dia pun membantah jika istri Santoso tersebut menyerahkan diri kepada aparat.

“Dia kan melarikan diri, jadi pasti dia dikejar dan ditangkap,” kata Hari. Delima sendiri, sebelumnya sempat lolos dari penyergapan aparat saat bersama Basri dan Oma. (agg/sam/jpnn)
Reaksi: