Presiden Joko Widodo saat meninjau Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis (21/7) lalu.
Presiden Joko Widodo saat meninjau Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis (21/7) lalu. / dok.metrojambi.com
JAMBI - Presiden Joko Widodo, Kamis (21/7) lalu, telah meresmikan Bandara Sultan Thaha Jambi yang baru. Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta agar bandara terbesar di Provinsi Jambi tersebut terus dikembangkan.

Selain itu, Jokowi juga sempat menyinggung soal Bandara Muara Bungo di Kabupaten Bungo, dan Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci. Ia juga meminta agar kedua bandara tersebut dibenahi dan dikembangkan.

Menangapi hal ini, Gubernur Jambi, Zumi Zola, mengatakan dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo dan Kerinci untuk segera bergerak sesegera mungkin.

"Presiden kan sudah jelas meminta agar kedua bandara itu segera dikembangkan dan dibenahi. Ini kesempatan kita, jangan sampai kita lewatkan. Ini Presiden langsung yang meminta," kata Zola, Minggu (24/7).

Menurut Zola, pihaknya telah melakukan pembicaraan langsung kepada Bupati Kerinci untuk mensosialisasikan bersama DPRD untuk segera bergerak.

"Saya sudah berbicara kepada Bupati Adirozal, untuk mensosialisasikan bersama DPRD nya, berani tidak pada perubahan di 2016 menganggarkan pembebasan lahan 5 sampai 10 hektar," ujar Zola.

Dikatakannya lagi, jika hal tersebut terjadi dan telah siap dilakukan, dirinya akan segera menghubungi Presiden bahwa Kerinci telah siap untuk melakukan pengembangan Bandada. "Nanti presiden langsung memerintahkan menteri untuk dikembangkan," kata Zola.

Lebih lanjut Zola mengatakan, kedua Bandara tersebut berada di bawah Kementerian langsung, berbeda dengan Bandara Sulthan Thaha yang berada dibawah Angkasa Pura. "Jadi Presiden langsung perintahkan menteri nantinya, sekarang tergantung Kerinci dan Bungo sendiri. Siap atau tidak," ujarnya.

"Jangan sampai tawaran langsung dari Pak Presiden lewat begitu saja," pungkasnya.

sumber : Metrojambi.com
Reaksi: