Ilustrasi. FAJAR/RADAR SURABAYA
Ilustrasi. FAJAR/RADAR SURABAYA
PUNYA sifat penyabar, baik dan perhatian memang bagus. Tapi jika itu semua kelewatan, maka bersiaplah untuk dipotres sang istri. Seperti yang terjadi pada rumah tangga Donwori, 40 dan Karin, 38.

"Sabarnya kebangetan. Kesel aku delok suami hanya diam," ketus Karin keluar dari ruang sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama, Kamis (2/7).

Karin memang nekat mengajukan gugatan cerainya karena sudah tak betah dengan sikap suami. Sikap sabar suami itu membuat hampir seluruh keponakannya super manja kepadanya.

Ceritanya, Donwori itu anak bungsu dari tiga bersaudara. Dari dua kakak sebelumnya hanya Donworilah yang berhasil.

Donwori diterima sebagai PNS, sementara dua kakaknya hanya bekerja jadi kuli bangunan. Dari background itulah, akhirnya kedua kakak Donwori dan keponakannya selalu memanfaatkan kebutuhan dari Donwori.

Tak hanya soal keperluan sehari-hari, kelima keponakannya juga numpang di rumah Donwori. Padahal, rumah Donwori yang berada di Kenjeran itu adalah warisan dari orang tua Karin.

"Rumah memang besar, sekarang disekat-sekat jadi lima kamar, ya untuk tinggal keponakan-keponakan suami," kata Karin.

Mulanya, Karin tak protes dan bahkan mendukung semua kebutuhan seluruh keponakan. Bahkan, Karin yang juga PNS tak pernah keberatan membantu keponakannya. 

Namun, sungguh kesal Karin ketika keponakan-keponakannya seakan menjadikan Donwori pembantu. Seluruh baju keponakannya yang mencuci adalah Donwori. "Yang cuci celana dalam bekas haid dan habis melahirkan itu suamiku," kata Karin.

Melihat sikap keponakannya yang menjadikan suaminya pembantu, Karin protes. Ironisnya, Donwori justru marah dan tak terima dengan sikap Karin. Maka dari itu, Karin meminta keponakan-keponakannya pergi dari rumah.

Donwori justru membela keponakannya dan mengancam meninggalkan Karin bila keponakan-keponakannya diusir dari rumah. "Sebelum dia meninggalkan saya, saya tinggalkan dia dulu," tegas ibu dua anak itu. (umi hany/no)

sumber : Jpnn.com
Reaksi: