Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP
SAMARINDA - Kasus kekerasan terhadap wanita di Samarinda kian meningkat. Sejak Januari hingga bulan ini terdapat 58 kasus kekerasan perempuan. Ironisnya lagi Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih mendominasi.

Itu berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang dikutip Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Samarinda,

Jika dihitung dalam jumlah rata-rata, setiap bulan terjadi sembilan kasus pemerkosaan terhadap wanita di Kota Tepian. Kata pemerkosaan dalam hal ini tidak hanya sebatas seksual, melainkan juga meliputi pemaksaan hingga penganiayaan fisik jenis lain.

Ironsinya lagi angka itu tergolong lebih besar dibanding jumlah kasus yang sama sepanjang 2015 yang hanya tercatat 100 kasus atau rata-rata delapan kasus per bulan.

Kabid Pemberdayaan Perempuan KAMMI Samarinda Endah Sri Lestari mengungkapkan, pornografi yang beredar luas di masyarakat menjadi penyebab utama perempuan sering jadi objek kekerasan.

Khususnya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Sehingga dia meminta kepada instansi terkait agar lebih intens melakukan pengawasan khususnya terhadap warung internet (Warnet) di Kota Tepian.

"Selain itu, tindakan amoral terhadap perempuan sempat mencuat beberapa bulan lalu di media sosial. Ini jadi bukti di mana pornoaksi yang dilakukan perempuan mulai terjadi di Samarinda," kata Endah. (aya/jos/jpnn)

Sumber : Jpnn.com
http://jualbeliweb.com
Reaksi: