Zaman itu selalu berubah, maka pendidikan pun seharusnya dijalankan sesuai dengan tuntutan perubahan itu. Pendidikan yang tidak disesuaikan dengan perubahan zaman, maka hasilnya akan ketinggalan. Lulusannya tidak akan mampu beradaptasi dengan zaman yang selalu berubah itu.

Ada saja orang yang merindukan terhadap keberhasilan zaman dahulu. Disebutnya bahwa zaman dahulu lebih hebat, termasuk pendidikannya. Mereka tidak menyadari bahwa kehebatan itu hanya untuk zamannya. Tatkala zamannya berubah maka tuntutannya juga berubah pula. Tanpa menyesuaikan dengan tuntutan perubahan, pendidikan akan ketinggalan zaman.

Menyesuaikan dengan perubahan tidak mudah dan apalagi kadang juga mahal. Itulah sebabnya, tidak semua orang mau dan berhasil menyesuaikannya. Selain itu, tidak semua orang segera percaya, bahwa apa saja yang baru selalu baik dan menguntungkan. Atas dasar pandangan tersebut maka tidak sedikit orang yang lebih memilih bertahan pada apa saja yang dijalankannya dan tidak peduli terhadap perubahan.

Sebagai akibat perbedaan di dalam mensikapi perubahan, khususnya di kalangan pendidikan pesantren dikenal ada pesantren salaf dan pesantren kholaf, atau pesantren lama dan pesantren baru. Pesantren lama tidak saja memperahankan kitab yang dipelajari, tetapi juga cara mengajarkannya. Sedangkan pesantren kholaf, telah melakukan perubahan, baik terkait bahan pelajaran yang diberikan maupun cara mengajarkannya.

Di lingkungan perguruan tinggi Islam, perubahan itu juga tampak dengan jelas, hingga menyangkut kelembagaannya. Perubahan kelembagaan itu sebenarnya terkait dengan sesuatu yang mendasar, yaitu menyangkut paradigma atau cara pandang tentang Islam itu sendiri. Islam dianggap merupakan ajaran yang bersifat universal dan menyangkut berbagai aspek kehidupan secara menyeluruh. Menyesuaikan dengan pandangan itu, maka kelembagaan pendidikan tinggi Islam negeri telah diubah, menyesuaikan dengan perkembangan pemahaman tentang Islam dimaksud.

Perubahan juga tampak terjadi di berbagai jenis pendidikan pada umumnya. Sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kehidupan ini juga berubah. Dahulu orang melakukan aktifitas ekonomi secara alami. Berkebun, berternak, dan lain-lain cukup dilakukan dengan cara tradisional. Sekarang ini, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai pekerjaan tersebut mau tidak mau menyesuaikan dengan kemajuan tersebut.

Pendidikan seharusnya tidak boleh ketinggalan dari tuntutan perubahan itu. Jika di tengah masyarakat muncul kegelisahan, oleh karena banyak pengangguran terdidik, maka sebenarnya hal itu adalah sebagai akibat dari kegagalan pendidikan dalam menyesuaikan tuntutan perubahan zaman yang semakin cepat. Lulusan sekolah atau perguruan tinggi ilmu pertanian, seharusnya mampu membuat inovasi di bidang pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Demikian pula, berbagai bidang keilmuan lainnya.

Untuk melakukan perubahan, dan apalagi bersifat mendasar, tidak saja memerlukan keberanian, tetapi juga kemampuan berkreasi. Oleh karena pekerjaan itu tidak mudah dan juga beresiko, maka tidak sedikit orang yang hanya meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Akibatnya, hasilnya banyak kesamaan, bersifat reduktif, dan akhirnya mubadzir. Tuntutan dunia modern lebih bersifat variatif dan cepat berubah, sehingga membutuhkan kemampuan dan ketrampilan yang dinamis dan beragam. Pendidikan seharusnya mampu memenuhi tuntutan sebagaimana digambarkan itu. Wallahu a�lam -

Sumber : imamsuprayogo.com
Reaksi: