Kemarin pagi ketika sedang memberikan pelatihan menulis di ruang pertemuan Radar Malang, saya diingatkan kembali tentang kegunaan air, kain dan kitab suci oleh kehadiran Putri Indonesia di tempat pelatihan dimaksud. Mas Kurniawan Muhammad, Pemimpin Jawa Pos Rasar Malang rupanya ingin membuat kejutan kepada para peserta pelatihan. Secara mendadak, kehadiran Putri Indonesia di kantor itu diajak menemui peserta pelatihan menulis yang diikuti oleh para guru, dosen, dan masyarakat umum yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Malang.

Kehadiran Miss Indonesia di tempat itu sudah barang tentu menarik dan mengejutkan oleh karena tidak disangka sebelumnya. Selain mengenalkan diri, tamu yang didatangkan secara mendadak di tempat itu, juga mengajak berdialog singkat. Salah satu pertanyaan menarik dari peserta adalah, andaikan nanti berkeluarga dan memiliki anak, apakah Putri Indonesia akan menyerahkan pendidikannya kepada orang lain, pembantu misalnya. Pertanyaan itu segera dijawab bahwa, mendidik anak agar hasilnya maksimal akan dilakukannya sendiri.

Dalam berdialog itu, Putri Indonesia juga mengaku selalu menulis sekalipun sederhana, misalnya menulis kegiatan hariannya. Dia juga menyampaikan bahwa, kegiatan menulis itu adalah penting dan harus dilakukan sesuai dengan suara hati, faktual, dan bisa dipertanggung jawabkan. Tulisan yang baik, menurut penilaiannya, akan bermanfaat sebagai bahan renungan dan pembelajaran bagi masyarakat luas.

Pada kesempatan itu, saya juga menyampaikan secara langsung, bahwa kehadiran Putri Indonesia ini mengingatkan tentang kesan yang saya peroleh ketika menyaksikan wawancara dalam penilaian final terhadap Miss World belasan tahun yang lalu yang saya anggap pemenangnya sedemikian cerdas. Peserta yang saya anggap sedemikian cerdas itu mampu memberikan jawaban yang logis dan tepat. dan akhirnya ia dinyatakan sebagai juaranya.

Pertanyaan-pertanyaan yang menurut hemat saya memang tidak mudah dijawab tersebut misalnya, yaitu andaikan peserta pemilihan Miss World itu ditempatkan di suatu pulau kecil, tanpa seorang penghuni, dan hanya diperbolehkan membawa tiga jenis barang, agar selamat dan masih mampu mempertahankan nilai-nilai kemanusiaannya, maka masing-masing di antara mereka diminta untuk menyebutkannya.

Di antara peserta ternyata ada yang mampu memberikan jawaban yang amat logis dan menunjukkan kecerdasannya. Disebutkan bahwa ketiga benda yang akan dibawa adalah air, kain, dan kitab suci. Dikatakan dengan tiga barang itu dia akan bertahan hidup, mampu mempertahankan nilai kemanusiaannya, dan sekaligus selamat.

Dikemukakan bahwa dengan membawa air maka dia akan bertahan hidup. Bahwa sumber kehidupan itu disebutkan adalah air. Dengan air maka kehidupan apa saja, baik tumbuh-tumbuhan, hewan, dan juga dirinya sendiri akan bertahan. Selain itu, dia akan membawa kain. Selain untuk menutup kulitnya, dengan kain itu akan membedakan dirinya dengan makhluk lainnya. Dia juga harus membawa kitab suci. Dikatakan olehnya, tanpa kitab suci, siapapun tidak akan memperoleh keselamatan.

Sebagai seorang guru, saya menilai bahwa jawaban itu luar biasa, adalah sangat logis dan tepat. Di akhir penilaian itu, ternyata peserta yang memberikan jawaban tersebiut dinyatakan sebagai Miss World pada tahun itu. Saya membayangkan, umpama setiap manusia menyadari, sebagaimana suara hati yang disampaikan oleh Miss World tersebut, maka dunia ini akan aman dan sekaligus manusia menjadi bermartabat. Sekarang ini, orang sudah semakin tidak peduli pada sumber air yang seharusnya dirawat, kesadaran betapa pentingnya penutup aurat sudah semakin hilang, dan begitu juga kegunaan kitab suci. Wallahu a�lam -

Sumber : Imamsuprayogo.com
Reaksi: