JAKARTA - Pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang yang mengaitkan mahasiswa dan perilaku korupsi saat menjadi narasumber acara di salah satu stasiun televisi menjadi polemik.

Pernyataan Saut dianggap menyinggung kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pernyataan Saut mendapatkan reaksi dari berbagai pihak, khususnya oleh kader dan alumni organisasi tersebut.

Ketua Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) Mahfud MD melalui akun Twitternya juga angkat bicara mengenai pernyataan Saut.

"Saya tak habis pikir Saut bisa berbicara seperti itu, saya pribadi kenal dia sebagai orang yang cukup baik. Mungkin dia keseleo lidah saja," tulis Mahfud melalui akun Twitternya twitter @mohmahfudmd, Minggu (8/5/2016).

Kendati demikian, dia menilai Saut telah melakukan kecerobohan dalam memberikan pernyataan. "Menurut saya pernyataan Saut memang ceroboh memberi contoh. Mengapa yang dicontohkan hanya HMI bukankah orang mahasiswa lain sama juga keadaannya?" tulis Mahfud.

"Bukankah dari HMI lahir juga pejuang-pejuang antikorupsi yang jauh lebih banyak?" sambung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Mahfud mengaku tidak mendengar langsung pernyataan Saut tentang HMI karena dirinya sedang menjalankan ibadah umrah. "Tapi saya merasakan kegaduhan dari medsos (media sosial)," tulis Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia itu.

Mahfud mengungkapkan banyak alumni HMI yang ikut memotori lahirnya Undang-undang (UU) tentang Pemberantasan Korupsi, UU KPK. "Lihat juga PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) itu, siapa yang dulu memotori?" katanya.

Ia menegaskan KAHMI tidak pernah membela alumni yang terlibat kasus korupsi, tapi malah mendorong penegak hukum yang alumni KAHMI untuk menghukum koruptor.

Mahfud mengibaratkan koruptor sebagai kanker ganas yang ada di mana-mana termasuk dalam partai politik. Bahkan dia mengaku hafal nama-nama koruptor dari parpol. "KAHMI tidak menolak fakta, ada warganya yang terkena virus korupsi. Tapi KAHMI juga bersyukur dirinya punya pejuang-pejuang antikorupsi yang tangguh," tuturnya.

Mahfud mengaku tidak bisa ikut mengurusi persoalan ini karena sedang menjalani ibadah umrah. Kendati demikian, dia menegaskan mendukung langkah Majelis Nasional dan Pengurus Besar HMI untuk menempuh jalur hukum.

"Tapi saya setuju langkah MN-KAHMI dan PB-HMI untuk menempuh langkah hukum," katanya.

Seperti diberitakan banyak media, pernyatan itu diungkapkan Saut ketika menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi beberapa waktu lalu. Saut mengatakan mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMI minimal LKI tetapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat.

Sumber ; okezone.com
Reaksi: