Menilai pemerintah lamban dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di sumatera Aliansi Bem Fisip Sesumatera adakan aksi damai (11/5) di pertigaan bundara DPRD Provinsi Sumatera barat.

Dalam aksinya Aliansi Bem Fisip Sesumatera menilai pemerintah lamban dan juga kurang memperhatikan bahkan membiarkan masalah disemutera ini menjadi berlarut-larut tanpa ada penyelesaian konkret dari pemerintah.

“Kami siap untuk mengadvokasi semua permasalahan dan pembiaran yang terjadi ditanah sumatera selama ini, kita wajib ingatkan pemerintah bahwa pemerintah jangan diam kami selalu mengawasi mereka” Kata juanda salah satu peserta aksi

Ungkapnya lagi aksi yang dilakukan aliansi bem fisip sesumatera menuntut sepuluh perkara yang diantaranya usut tuntas dan transfaransi kasus karhutla,usut kasus pelanggaran HAM di indonesia,segera rumuskan lagi RUU KKRN,segera bentuk pengadilan HAM,segera bentuk RUU penghapusan kekerasan seksual di prolegnas 2016,Bangun jalur evakuasi bencana,Nasionalisasikan Aset,Perkuat UU lingkungan hidup,pemerintah harus tegas menyelesaikan sengketa agraria.

Saya juga menuntut terkhususnya pemerintah pusat untuk segera membentuk jalur evakuasi dikabupaten kerinci karena ini bukan lagi persoalan TNKS tapi ini persoalan ratusan ribu nyawa manusia dikabupaten kerinci.

Juanda juga menambahkan, Aliansi bem fisip sesumatera akan terus mengawal persoalan ini sampai terselesaikan, kami juga sudah buat tim yang akan fokus untuk mengadvokasi isu-isu yang telah dirumuskan malam tadi, dan juga kami sangat berharap pemerintah juga harus secepatnya menyelesaikan semua tuntutan kami ini.

Setelah berorasi selama satu jam ditutup dengan penandatanganan kesepahaman oleh enam belas universitas yang hadir pada acara pertemuan aliansi bem fisip sesumatera.

Disisi lain terpantau aksi ini berlangsung aman dan lalu lintas terpantau lancar dengan pengawalan pihak kepolisian. ( dikirm oleh : Bem Fisipol Unja )


Sumber : Kerincitime.co.id
Reaksi: