Setiap orang Islam akan mengatakan bahwa ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw., adalah amat indah, sejuk, menjadikan orang damai, dan selalu membawa rakhmat bagi seluruh alam. Tidak akan mau dikatakan bahwa, Islam adalah ajaran yang menyebabkan timbulnya kekerasan, permusuhan, dan apalagi peperangan. Islam disebut selalu membawa pada kehidupan yang damai, adil, rukun, dan sejahtera.

Namun pada kenyataannya di kalangan umat Islam muncul aliran, kelompok, madzhab, organisasi yang beraneka ragam. Tidak jarang masing-masing merasa bahwa kelompoknya saja yang benar, harus diikuti, dan unggul. Sedangkan kelompok lain dianggap keliru dan bahkan sesat. Siapa saja yang tidak sama dengan dirinya dan atau kelompoknya dianggap bukan bagiannya. Maka, di kalangan umat Islam menjadi tidak mudah dipersatukan.

Kenyataan tersebut bukan berarti bahwa Islam membolehkan adanya perbedaan yang hingga mengakibatkan perpecahan, akan tetapi oleh karena hal tersebut sudah menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari, maka tidak ada cara lain kecuali bersikap, agar sekalipun berbeda tetapi diupayakan untuk tetap bersatu. Namun usaha untuk mempersatukan di antara umat Islam yang berpandangan berbeda dimaksud bukan perkara mudah.

Perbedaan tersebut sebenarnya amat mengganggu. Sebagai contoh sederhana, adanya perbedaan afiliasi terhadap organisasi keagamaan yang ada di lembaga pendidikan Islam, ternyata berdampak sedemikian jauh. Konflik yang ditimbuhkan oleh adanya perbedaan tersebut menjadikan seolah-olah Islam tidak mengajarkan persatuan. Selain itu, pada lembaga pendidikan agama yang seharusnya mampu menunjukkan dan sekaligus memberi contoh bahwa persatuan itu penting dan harus dipelihara ternyata gagal dilakukan.

Menyadari atas kegagalannya dalam membangun persatuan itu, sementara orang kemudian berdalih bahwa perbedaan adalah rakhmat. Ungkapan itu seolah-olah ingin menunjukkan bahwa perbedaan itu adalah penting. Padahal dengan perbedaan dimaksud selalu beresiko, yaitu antar kelompok, organisasi, aliran atau madzhab menjadi tidak saling berhubungan secara harmonis. Kegagalan di dalam membangun persatuan di antara sesama umat ditutupi dengan jargon yang tidak tepat. Islam dengan jelas mengajarkan persatuan seharusnya dipedomani dalam keadaan apapun.

Tatkala umat Islam pecah dan bercerai berai, maka pasti akan menjadi lemah. Hal demikian itu sebenarnya telah diingatkan dengan jelas dan tegas melalui al Qur�an maupun hadits Nabi. Bahwa di antara sesama agar selalu berpegang pada persatuan dan janganlah bercerai berai. Juga dijelaskan bahwa, sesama mukmin pada hakekatnya sadalah bersaudara dan seharusnya saling mencintai. Selain itu juga diajarkan bahwa, manusia pada hakekatnya adalah merupakan umat yang satu. Mereka diciptakan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa, adalah agar saling kenal mengenal.

Tidak ditemukan di dalam ajaran Islam yang membolehkan di antara umat Islam saling bercerai berai dan apalagi bermusuhan. Selain itu, secara empirik membuktikan bahwa perbedaan dan apalagi perpecahan pada kenyataannya tidak pernah membawa manfaat. Sebagaimana disebutkan di muka, lembaga pendidikan Islam yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok, aliran atau organisasi, ternyata selalu mengalami kesulitan di dalam mengembangkan dan memajukannya. Energi yang dimiliki selalu menjadi habis hanya untuk menyelesaikan konflik akibat perbedaan itu.

Tatkala dipahami bahwa Islam sebenarnya mengajarkan persatuan dan kebersamaan, maka umatnya bisa disebut masih gagal di dalam menjalankan agamanya. Kegagalan itu bisa di lihat di berbagai jenis komunitas, dan bahkan hingga di tempat ibadah sekalipun. Masjid atau mushalla yang seharusnya dipandang sebagai milik bersama, ternyata gagal diwujudkan. Akhirnya menjadi terasa aneh, tatkala mereka sedang bersama-sama menghadap kiblat, bertemu pada Allah dan Rasul-Nya, ternyata tidak mampu bersatu. Itulah sebabnya, dapat dikatakan bahwa dalam membangun persatuan sebagai bagian dari ajaran agama yang harus ditunaikan, umat Islam masih gagal sehingga harus menanggung berbagai akibatnya. Di antaranya, umat Islam menjadi lemah dan kemudian selalu kalah. Wallahu a�lam - Sumber : Imamsuprayogo.com
Reaksi: