NEW YORK, KOMPAS.com - Di Indonesia, pusat perbelanjaan alias mall masih menjadi lokasi favorit untuk didatangi masyarakat.

Akan tetapi, nasib malang menimpa pusat-pusat perbelanjaan di Amerika Serikat yang masa kejayaannya sudah tenggelam. Pasalnya, pusat-pusat perbelanjaan sudah kehilangan tenant yang paling berharga, yakni department store.

Peritel seperti Sears, JC Penney, dan Macy'a telah menutup ratusan gerai mereka dalam beberapa tahun silam. Akhirnya, pusat-pusat perbelanjaan pun seakan hidup segan mati tak mau.

Pusat perbelanjaan saat ini pun tengah berusaha mati-matian untuk tetap dapat meraup untung di tengah persaingan yang sengit dengan e-commerce.

Laporan yang dirilis biro riset real-estate Green Estate Advisors menyatakan, penutupan gerai-gerai department store layaknya fenomena gunung es. Lembaga ini menyebut, department store harus menutup 800 gerai agar dapat meraup profitabilitas seperti 10 tahun lalu.

Sears harus menutup sekitar 300 toko atau separuh dari jumlah toko yang dimiliki saat ini dan JC Penney harus menutup 320 toko atau 31 persen dari jumlah toko yang dimiliki.

Sementara itu, Nordstrom harus menutup 30 toko atau 20 persen dari jumlah toko dan Macy's harus menutup 70 toko atau 9 persen dari jumlah toko yang dimiliki.

Green Street Advisors menyatakan, penutupan gerai-gerai department store tersebut dapat menyebabkan ratusan pusat perbelanjaan terpaksa harus tutup pula. Padahal, selama ini department store adalah urat nadi bagi pusat perbelanjaan.

Sekali department store tutup, pemilik pusat perbelanjaan akan sulit untuk mencari peritel yang cukup besar untuk menggantinya.

Alternatifnya, banyak pemilik pusat perbelanjaan mengganti ruang kosong yang tadinya ditempati department store dengan bioskop, restoran, dan peritel diskon seperti TJ Maxx, Ross Stores, dan Marshalls.

Akan tetapi, jika satu pusat perbelanjaan terdampak penutupan satu hingga dua department store sekaligus, maka akan sulit untuk tetap bertahan.

"Pusat perbelanjaan yang terlibat masalah seperti ini biasanya ditempati oleh Sears, JC Penney, dan Macy's," jelas Green Street Advisors.

Sumber    : Business Insider n kompas.com
Reaksi: