KERINCI - Sejak Senin (21/3) tadi siang hingga malam ini, belasan warga Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur (AHT) bertahan kantor Polsek Air Hangat Timur.

Kedatangan warga tersebut guna mempertanyakan dan mendesak Polsek AHT mengusut tuntas kasus tewasnya Zubaidah (13), warga Koto Tebat di Air Terjun Sungai Medang beberapa hari lalu.

Kapolsek AHT, Iptu Iswanto, dikonfirmasi metrosakti.com Senin malam ini tidak membantah hal tersebut. Terkait kasus ini, Iswanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Hari ini, kata dia, pihaknya kembali memeriksa 1 saksi setelah beberapa hari lalu sekitar 4 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Meski mengakui adanya kejanggal dan indikasi lain dalam kasus kematian Zubaidah tersebut, namun Kapolsek mengaku hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan oleh pihaknya.

"Memang arahnya ke sana, tapi kita belum menetapkan tersangka, apalagi untuk melakukan penahanan," ujarnya.

"Kita berharap warga bisa memahami tugas penyidik. Kita perlu mendengarkan keterangan beberapa saksi dan bukti yang kuat. Doakan saja semoga kasus ini segera terungkap," tutupnya.

Untuk diketahui, Zubaidah dikabarkan hilang di Air Terjun Sungai Medang pada Minggu siang (13/3) lalu. Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian, namun Minggu malam tim SAR menghentikan pencarian karena adanya informasi dari warga bahwa korban tengah bersama pacarnya.

Namun, Senin (14/3) pagi korban ditemukan tewas di tingkat satu air terjun Sungai Medang. Menilai ada kejanggalan kematian korban, pihak keluarga lantas membuat laporan polisi di Polsek AHT.
Reaksi: