Saya selalu membayangkan bhw saya ini sedang bepergian, dan pada saatnya akan kembali, atau akan raji'un. Kembali ke baitullah. Agar tidak salah tempat kembali itu, maka harus berlatih. Caranya lima kali sehari semalam menjalankan shalat, menghadap baitullah, dan ketika berhaji dan umrah, langsung ke tempatnya, di masjidil haram. Saya ingin kembali dengan baik, syukur dlm keadaan bersih seperti ketika datang di dunia ini. Saya tidak mau di tengah bepergian memiliki musuh, menyakiti orang, terbebani oleh berbagai kesalahan, membuat kerusakan, hanya bersaing mengumpulkan harta yg tidak perlu dan justru membebani. Saya ingin kembali dengan tenang. Saya selalu perhatikan ayat al Qur'an sbb: yaa ayyatuhan nafsul muthma-innah. Irji'ii ilaa rabbiki raadhiyatan mardhiyyah. Fad khulii fi 'ibaadii. Wad khulii jannatii. Membaca ayat ini, hati terasa sejuk, damai, indah. Dalam bepergian itu kita dipanggil oleh Dzat Yang Maha Memiliki, agar kembali bersama orang-orang yg dicintai dan dipersilahkan masuk pada alam yg damai dan menyenangkan....

Hal lain yg selalu menjadi perhatian dlm hidup ini, saya ingin meninggalkan tapak-tapak kaki yg indah, berupa amal shaleh dan akhlakul karimah. Usaha itu memang berat, tapi harus saya lakukan. Berat oleh karena kelemahan dan kekurangan saya, dan hal itu masih ditambah atau diperberat lagi oleh godaan setan, iblis, dan jin yg berlangsung pada setiap saat...subhanallah

- Sumber : Imamsuprayogo.com


Reaksi: