JAMBI – Polemik internal Partai Hanura Provinsi Jambi kian meruncing. Kini sejumlah kader terancam mendapatkan sanksi tegas karena telah membuat gaduh dipartai. Mereka yakni Ketua Bidang Organisasi DPD Hanura, Veddy Oktavianus, Anggota DPRD Kabupaten Bungo Fauzan dan Mantan Ketua DPC Hanura Sarolangun, Yayat Al Musyayat.

Ketua DPD Hanura Provinsi Jambi, Cek Man mengatakan, sejumlah kader tersebut menyatakan hasil Muscab 11 kabupaten/kota illegal dan dilakukan tanpa sepengetahuan DPP. Bahkan hingga kepada pembekuan DPD yang dinahkodai olehnya dan Sekretaris DPD, Budimansyah. “Kita akan berikan sanski, partai ini punya aturan, tidak seenaknya sendiri,” tegasnya.

Rencana pemberian saksi ini semakin serius setelah dirinya membawa perkara ini kepada rapat pleno pengurus bersama Ketua DPC kabupaten/kota. Dalam rapat tersebut semua peserta pleno sepakat dan memberikan pandangan serupa untuk memberikan sanksi kepada ketiga kadernya ini. Hampir dari semua pengurus dan Ketua DPC meminta agar dilakukan pemecatan.

“Sudah ada pandangan dari ketua DPC. Makanya kita bawa pada rapat pleno karena sudah merusak partai. Kita tidak main-main. Kita akan lihat nanti (sanksi, red), tapi semua meminta agar diberhentikan sebagai kader,” katanya.

Reaksi: