KOTA JAMBI - Pemerintah Kota Jambi gencar melakukan aksi pemberantasan wabah demam berdarah. Selain aktiv mengerakkan masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan, melakukan fogging gratis, serta menyediakan pojok abate gratis disemua puskesmas, Pemerintah Kota Jambi pada Senin (1/2) mencanangkan secara resmi program Abatesasi massal di Kota Jambi.

Gerakan abatesasi massal dalam rangka Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang berlangsung di lapangan kantor Wali Kota Jambi tersebut dicanangkan langsung oleh Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha sesaat setelah memimpin apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) di

Hadir dalam pencanangan tersebut Sekda Kota Jambi, Staff Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, Kepala SKPD, Kepala Bagian, Camat, Lurah dan seluruh staff ASN Pemerintah Kota Jambi, termasuk ratusan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik Nyamuk) se-Kota Jambi

Pencanangan tersebut sengaja dilakukan dilakukan Wali Kota Jambi Syarif Fasha dihadapan ratusan ASN, mengingat pemberantasan nyamuk aides agypti penyebab demam berdarah harus dilakukan secara kolektif termasuk memaksimalkan peran ASN Pemerintah Kota Jambi.

"Gerakan abatesasi masal ini sengaja kami lakukan saat apel dihadapan seluruh ASN, karena Gerakan Abatisasi masal ini membutuhkan keterlibatan semua lapisan masyarakat termasuk ASN Pemerintah Kota Jambi," ujarnya.

Ia juga mengatakan rasio Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik) yang ada di Kelurahan tidak sebanding dengan besarnya bahaya wabah DBD di Kota Jambi dengan jumlah penduduk kurang lebih 746 ribu jiwa.

"Bubuk abate sudah ada bahkan telah disediakan secara gratis di puskesmas-puskesmas, namun tenaganya yang kurang. Apalagi sebagian masyarkat masih ada yang enggan menjemputnya," ungkap Fasha.

Oleh karenanya Fasha berharap seluruh stafnya dapat mengambil peran dalam membantu pemerintah mencegah penyebaran DBD

Kepada kader Jumantik, Fasha juga berpesan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, seperti dengan melakukan pemeriksaan jentik pada rumah yang ada di lingkungannya, menggerakan masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), memberikan penyuluhan pada masyarakat serta menjadi motivator bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan.

Kegiatan abatisasi massal ini juga sesuai dengan Instruksi Wali Kota Jambi nomor 196 tanggal 20 Februari 2015 tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan gerakan Jum’at-Minggu Bersih dan Gerakan 1 jam saja Satu Minggu pemberian abate.

Diharapkan juga abatisasi massal ini dapat dilanjutkan di setiap kelurahan, perkantoran, dan dilingkungan masing-masing. Dengan Gerakan Jumat Minggu bersih dan Satu Jam Satu Minggu, pemberian Abate dapat dilakukan pada hari Jumat di Kantor-kantor pemerintahan dan swasta serta sekolah-sekolah.

Sementara pada hari Sabtu, para ibu-ibu dan anak- anak dapat melakukan Abatisasi di rumah dan Bapak-bapaknya dapat melakukan abatisasi di sarana rumah ibadah, dilingkungan tempat tinggal masing-masing Sarang Nyamuk dengan gerakan Jum’at-Minggu bersih dan Gerakan 1 jam saja Satu minggu pemberian abate.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan bahwa Kader Jumantik di Kota Jambi saat ada sebanyak 310 orang kader. Diharapkan, dengan adanya Kader Jumantik itu dapat bekerja secara optimal dalam memberantas DBD di Kota Jambi.

Sumber ; jambiupdate.co
Reaksi: