KERINCI - Rencana pengalihan sebagian perkebunan teh ke kopi oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI Kayu Aro di lahan perkebunan teh Kayu Aro, hingga saat ini belum menantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kabupaten Kerinci.

Kepala BPM-PTSP Kabupaten Kerinci, Dahmar mengatakan, untuk mendapatkan IUP, PTPN VI harus membantu 20 persen plasma dalam bentuk bibit kopi kepada masyarakat.

"Kita sudah sampaikan ke PTPN harus membantu petani disekitar perkebunan kopi itu dulu. Kalau sudah dibantu baru kita akan mengeluarkan IUP-nya," ucapnya.

Dikatakannya, jika dilihat dari jumlah luas lahan yang akan dijadikan perkebunan kopi, yakni sekitar 1.001 hektar dibagi dengan 20 persen, maka jumlah lahan yang harus dibantu sebanyak 200 hektar.

"Kami menunggu itu, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari PTPN VI. Jadi sampai saat ini belum ada IUP PTPN itu," ujarnya. 

Sumber : Jambiupdate.co
Reaksi: