Ilustrasi
JAMBI-YG oknum guru yang diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap muridnya membantah hal tersebut.

Bahkan ia mengaku syok mendengar kabar jika ia disebut memaksa sejumlah korban untuk memegang kelaminnya dan memaksa melakukan oral seks.

"Ndak ada, itu tidak benar, siapa yang bilang," dalihnya ketika dikonfirmasi awak media Jumat sore kemarin.

Namun, ia mengatakan ada kekeliruan dalam hal ini. Ia mengaku khilaf karna terlalu keras dalam mendidik siswanya. Ini semata-mata dilakukannya untuk meningkatkan kualitas lulusan di sekolah tempat ia mengajar.

YG berdalih beberapa waktu lalu memang sempat menegur siswa laki-laki di kelas yang dianggapnya bandel. Ia mengaku melontarkan kata tak senonoh hanya untuk menakut-nakuti siswa agar tak berbuat nakal.

"Agak nakal memang, jadi ku bilang kalau kamu nakal saya tarik burungmu, terus masih nakal aku bilang lagi aku ikat nanti burung mu," katanya.

YG mengaku pernah memegang alat kelamin siswanya. Ada dua orang karna siswa itu nakal. "Ia memang ada yang saya tarik burungnya, dua orang. Tapi cuma itu saja, karna dia nakal sudah diperingati," aku YG.

"Padahal saya sudah minta maaf ke orang tuanya. Ndak saya apa-apain, cuma tarik burungnya memang pernah dua orang. Secara hukum saya akui salah karna terlalu keras mendidik," katanya. 


Sumber : Jambiupdate.co
Reaksi: