ilustrasi
TIMOR- Tindakan tak terpuji ini dilakukan oleh Demitrius Misa. Warga Meokono, Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan berinisial ES (52) yang tak lain adalah mertuanya sendiri.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor TTS, AKP Faria Arista kepada Kompas.com, Minggu (14/2/2016) mengatakan, Misa nekat memerkosa ES Selasa (9/2/2016) lalu, saat sang istri berbelanja kebutuhan pokok di kios yang jaraknya jauh dari rumah.

Kejadian itu, kata Faria, bermula ketika Misa yang tinggal bersama istri dan mertuanya yang telah menjanda itu, menyuruh istrinya membeli mie instan di kios.

“Pelaku (Misa) sudah punya rencana jahat sehingga menyuruh istrinya untuk membeli mie instan di kios yang berada di seberang sungai di desa mereka. Padahal ada kios yang jaraknya lebih dekat,”jelas Faria.

Pada waktu rumah dalam keadaan sepi, lanjut Faria, Misa pun mulai melakukan aksi nekatnya. Saat itu, ES tengah tidur bersama anak pelaku yang sedang sakit di sebuah tempat tidur di dalam kamar mereka.

ES yang kaget lalu sempat melawan. Karena kalah kuat, pelaku berhasil menarik paksa ES ke lantai, melucuti dengan paksa pakaian ES dan langsung memperkosanya.

“Korban pun sempat teriak, tapi karena rumah mereka berjauhan dengan tetangga sehingga tidak ada seorang warga pun yang dengar. pelaku pun dengan leluasa melancarkan aksi cabulnya hingga mencapai klimaks,”jelasnya.

Hingga istrinya kembali dari kios, Misa seolah tanpa ada beban tetap melakukan aktivitas di rumah.

Sementara ES yang kesal dengan ulah Misa, sempat ingin mengutarakan perbuatan Misa kepada anaknya, namun niatnya itu dibatalkan karena takut Misa nekat bertindak brutal terhadap ia dan anaknya.

“Korban baru melapor ke anaknya keesokan harinya, sehingga mendengar pengakuan itu, anaknya yang naik pitam sempat marah-marah dan langsung menuju kantor polisi dan membuat laporan polisi,”jelas Faria.

Selain melapor, lanjut Faria, korban juga membawa barang bukti berupa cairan sperma yang ada di celana dalam korban.

Usai menerima laporan ES, polisi kemudian mencari dan ingin melakukan penangkapan terhadap Misa, namun tidaka berhasil karena Misa telah kabur.”Pelaku saat ini masih dalam pengejaran polisi,” ujarnya.(*)

Sumber ; tribun batam
Reaksi: