Kerincigoogle.com, MUARABUNGO - Penerimaan CPNS tahun 2014 lalu di Bungo ternyata berbuntut panjang hingga saat ini. Pasalnya, dua orang yang mengikuti test CPNS mendapat Surat Keterangan (SK) Bodong alias SK palsu dari BKD Pusat melalui BKD Muarabungo.


Anggota DPRD Bungo, Darmawan, yang mendampingi korban penipuan SK CPNS Bodong, mengatakan, dua korban berinisial RN dan HI. Disebutkannya 2014 lalu mengikuti test CPNS melalui honorer kategori satu (K1) dan telah mendapatkan SK penetapan dari BKN Pusat melalui BKD Bungo.
"Pihak BKD Bungo menjanjikan korban untuk menjadi PNS di Bungo dengan menyetorkan uang Rp150 juta. Namun hingga saat ini korban belum juga menerima gaji dan penetapan untuk wilayah kerjanya, sehingga korban meminta kembali uangnya, namun hanya dikembalikan sebesar Rp40 juta. Mereka diberikan SK palsu," kata Darmawan.

Darmawan mengatakan, pihak BKD yang menerima uang dan menjanjikan masuk PNS yakni Buhari Kabid Perencanaan dan Informasi Pegawai dan Gusarsi salah satu staff nya.
"Saya akan dampingi kedua korban ini untuk melaporkan ke polisi dengan dugaan penipuan, pasalnya mereka hanya dikasih SK Bodong," terangnya.

Sementara Buhari Kabid perencanaan dan informasi pegawai BKD Bungo belum bisa dimintai keterangan karena sedang cuti kantor hingga 3 Febuari mendatang. Sementara stafnya Gusardi yang namanya juga dicatut sebagai penipuan CPNS mengatakan, dirinya tidak tahu menahu tentang SK Bodong.
"Wah saya tidak kenal dengan korban. Saya ini hanya staf. Saya hanya menjalankan tugas dari atasan. Kalau masalah suap itu saya tidak tahu sama sekali," tandasnya. 


Sumber : Jambiupdate.co
Reaksi: