Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - Kamis (07/01), Sengketa pemilihan walikota dan wakil walikota Sungai Penuh tidak hanya dipantau oleh media-media lokal, media nasional pun memantau sengketa pemilukada kota Sungai Penuh, Herman - Nuzran vs KPUD Kota sungai Penuh.

Seperti yang muat di laman okezone.com, dengan judul, "Pasangan Herman- Nuzran Laporkan KPU Kota Sungai Penuh".


Menurut Adithiya, jika muncul adanya indikasi yang mengarah bahwa penyelenggara tingkat kota itu tak independen, pihaknya akan siap menempuh semua jalur hukum jika ada penyelenggara yang terindikasi ke arah sana. 

“Kalau terindikasi main mata, pasti akan kita tindak lanjuti, apalagi terindikasi melakukan tindak pidana,” tandasnya.

Begitu juga degan tempo.co dengan rilis nya dengan judul :  "Panwaslu Sungaipenuh Batalkan Hasil Pilkada, Konflik Memanas ".

Dua dari tiga anggota Panwaslu Kota Sungaipenuh, yakni Harifman dan Tabri Aris telah menandatangani berita acara putusan pembatalan hasil rekapitulasi. Adapun satu anggota, Toni Indrayadi, tidak mau tanda tangan tanpa alasan jelas.

Panwaslu Sungaipenuh menilai  proses tahapan pemilu oleh KPUD setempat telah melanggar etik dan ketentuan. Misalnya, pengumuman hasil rekapitulasi  suara yang seharusnya pada  19 Desember 2015, tapi sudah dilaksanakan 17 Desember 2015."


Menurut beberapa warga Sungai Penuh yang ditemui Kerincigoogle.com, mengatakan bahwa sengketa pilwako kota Sungai Penuh sudah sampai di lembaga yang paling layak Mahkamah Konstitusi RI, biarkan MK menentukan siapa yang akan menjadi walikota dan wakil walikota Sungai Penuh 2016-2021, apakah AJB-Zulhelmi atau Herman - Nuzran, itu tergantung dari keputusan MK nantinya.
"Siapapun yang akan jadi walikota dan wakil walikota Sungai Penuh, mari kita tunggu keputusan dari MK, apapun keputusan MK mari kita ikuti dan laksanakan, semuanya harus legowo dan menerima keputusan MK nanti,-" Ujar salah seorang warga.

Lebih jauh, ia berharap agar setelah keputusan MK nanti keluar, dan jelas pemenangnya, ia berharap, tidak ada lagi perpecahan dan permusuhan antara tim semua kandidat, karena untuk Sungai Penuh Lebih baik, semua warga masyarakat harus berperan serta membangun kota Sungai Penuh.
"Setelah keputusan MK keluar nanti, sudah jelas siapa yang menang dan jadi walikota dan wakil walikota Sungai Penuh tidak ada lagi kubu-kubuan, tim A tim B, kita hindari perpecahan, kita semua masih saudara, semua warga Sungai Penuh harus berperan dalam pembangunan Sungai Penuh ke depan," harapnya. (KG)

 
Reaksi: