Kerincigoogle.com, SUNGAI PENUH - Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sungaipenuh nomor urut 2, Herman Mochtar (HM)-Nuzran Joher (NJ) resmi menggugat hasil Pilwako Sungaipenuh ke Mahkamah Konstitusi.

Seperti yang dirilis di situs resmi MK, pasangan HM-NJ berada pada urutan ke 21 dari 73 penggugat hasil pilkada serentak tahun 2015.

Fadli Abbas, Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Herman Muchtar-Nuzran Joher membenarkan hal tersebut. Ia mengaku bahwa tim pemenangannya tidak mengajukan persoalan selisih suara ke (MK).

Menurut Fadli apabila yang diajukan ke MK sebagai dalil adalah selisih perolehan suara maka MK sudah dipastikan tidak akan meggubris perkara yang diajukan pihaknya.

Fadli, mengakui apabila pihaknya mengajukan perkara ke MK atas dasar perolehan suara, maka sudah pasti tidak akan akan dapat merubah perolehan suara itu sendiri lantaran tidak ada celah untuk memperkarakan hal itu.

Hanya saja kata Fadli, saat ini pihaknya mengajukan sengketa Pilwako Sungaipenuh ini atas dasar kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pasangan incumbent.

"Apabila lebih dari 2 persen selisihnya, MK tidak menggubris. Hasilnya nanti juga tidak akan merubah hasil itu, kita sidang letih tapi tidak merubah hasil. Percuma juga," ujar Fadli kepada Metrosakti.com.

Fadli menyebutkan selisih perolehan suara di Pilwako Sungaipenuh yang lebih 2 persen itu juga membuat pihaknya tidak bisa mengajukan perkara dengan alasan perolehan suara dan selisih.

"MK tidak menggubris kalau lebih dari 2 persen," tegasnya.

Saat ini kata Fadli, yang diajukan pihaknya ke MK adalah kasus perkasus yang dinilai pihaknya sangat serius.

"Bukan selisihnya yang kita gugat, tapi ada kasus perkasus yang kita persoalkan. Ini pengaduannya bukan di selisih, kalau diselisih nggak akan ketemu. Tapi di sana ada penggelembungan, ada kasus-kasus keterlibatan aparat," tukasnya.

Pengajuan sengketa ini ke MK kata Fadli juga lantaran pihaknya merasa laporan-laporannya ke Panwas tidak ditanggapi dengan serius.

"Semua jalur akan kita tempuh. Di sini (Sungaipenuh.red) tidak digubris semua.

Tidak ada jawaban dari Panwas, ada apa ini," kata Fadli dengan nada bertanya.

Sumber : Metrosakti.com
Reaksi: