Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - Jum'at (6/11/15) Nuansa Politik di Kota Sungai Penuh hari demi hari semakin panas, padahal semua pihak sudah menghimbau agar pilwako Kota Sungai Penuh berjalan dengan tertib, aman, lancar dan kondusif.

Pagi tadi, sekitar pukul 10.00 wib pasangan calon dengan nomor urut 3 Ferry Satria dan Buzarman yang lebih dikenal dengan julukan Fesbuker, blusukan di wilayah desa Muara Air Kecamatan Kumun Debai, saat sedang melakukan blusukan, Fesbuker diancam di wilayah tersebut, diduga pelaku pengancaman dari tim nomor urut 1 AJB-Zulhelmi, setelah adanya pengancaman, akhirnya Fesbuker diungsikan kerumah salah satu tim nomor urut 3 yang ada didesa tersebut.

Untunglah suasana keributan tersebut, cepat dilaporkan ke aparat kepolisian, tampak dilapangan kabag Ops Polres Kerinci, AKP Priyo Purwanto didampingi kasat Reskrim AKP Abriansyah dan kasat Intelkam Iptu Yurizal Bukhari, pihak kepolisian berupaya dengan keras mencegah keributan agar tidak meluas dan berlarut-larut, menurut informasi yang didapat Kerincigoogle.com dilapangan, aparat keamanan menyarankan kepada Fesbuker untuk menunda dan membatalkan blusukan.

Fesbuker Sekitar jam 11.00 wib akhirnya meninggalkan desa Muara Air dalam keadaan aman dan kondusif.

Ketua Panwaslu kota Sungai Penuh, Toni Indrayadi, ketika diminta konfirmasi oleh Kerincigoogle.com, membenarkan terjadi keributan pada saat blusukan paslon nomor urut 3 di Desa Muara Air Kecamatan Kumun Debai.

" Ya pagi tadi terjadi keributan, disaat blusukan Fesbuker di desa Muara Air, Kecamatan Kumun Debai,saya juga ke lokasi pada pagi tadi, ke depan saya menghimbau kepada seluruh calon walikota dan wakil walikota, tanpa pilih bulu, agar menaati aturan dan jadwal kampanye yang telah ditetapkan,-" Kata Toni Indrayadi.(KG)

Reaksi: