Ilustrasi / doc Google

Kerincigoogle.com,SUNGAI PENUH - Lembaga perguruan tinggi Akademi Keperawatan, Yayasan Bina Insani Sakti (AKPER-YBIS) Kerinci, diterpa kabar tak sedap. Pasalnya, oknum dosen dipergok warga saat berindehoi dengan mahasiswi.

Kejadian tersebut terjadi beberapa bulan lalu, sekitar bulan Februari. Namun kabar tersebut baru merebak dikalangan media akhir-akhir ini.

Dari informasi yang dihimpun, oknum dosen berinisial RF (27), yang merupakan warga asal Sumatera Barat, sedangkan mahasiswinya berinisial IY, warga Kota Sungaipenuh. Keduanya dipergok warga disalah satu rumah kontrakan yang dihuni sang dosen, di jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Dusun Baru, Kecamatan Sungai Bungkal.

"Mereka sudah lama dicurigai, karena dia (RF,red) sudah sering membawa wanita ke rumahnya, sedangkan pintu ditutup rapat," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dikatakannya, pada suatu hari dibulan Februari, RF kembali membawa IY ke rumahnya. Wargapun mulai lagi curiga, kemudian warga nekad mengintip ke dalam rumah.

"Saat diintip, ternyata RF dan IY sedang berhubungan layaknya suami isteri. Seketika itu warga langsung emosi, dan mendobrak pintu," ujarnya.

Saat pintu didobrak, kondisi keduanya dalam keadaan setengah telanjang. Setelah itu, keduanya langsung menghentikan kegiatan memadu kasih tersebut.

"Kemudian mereka langsung diberi peringatan keras. Dan mereka memohon agar masalah tersebut tidak berlanjut sampai kepada orang tua mereka," jelasnya.

Bahkan, saat penggerebekan tersebut juga sempat diabadikan warga dengan merekam kejadian penggerebekan. Mirisnya lagi, pasca penggerebekan tersebut beberapa bulan selanjutnya, RF menikah, namun bukan dengan IY, akan tetapi menikah dengan salah seorang dosen di AKPER juga. Dan saat ini, RF masih tetap menjalankan tugas, tanpa ada sanksi berat, padahal kejadian tersebut cukup mencoreng nama baik AKPER YBIS Kerinci.

Sementara itu, RF, saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, dia tidak bisa mengelak. Dia mengaku memang dirinya yang berada dalam foto yang diambil dari video penggerebekan tersebut.

"Ya, itu memang saya. Kejadiannya beberapa bulan lalu. Saat itu, status saya masih bujangan (lajang,red)," ujarnya.

Dia mengaku, terkait kejadian tersebut dirinya meminta untuk tidak diperbesar. Karena, dia juga sudah mendapat teguran dari Direktur AKPER YBIS Kerinci.

"Saya juga sudah kena berang (marah,red) oleh pak Direktur, dan masalah itu juga sudah selesai," terangnya.

Terkait kejadian tersebut, Direktur AKPER YBSI Kerinci, Jumardi, dimintai tanggapannya mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.

"Kalau itu yakin perbuatan mesum, baik dosen maupun mahasiswi AKPER YBIS Kerinci, akan kami proses sesuai aturan yang berlaku di kampus kami," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Insani Kerinci, Djasri Murni, saat dimintai komentarnya cukup terkejut mendengar kabar tersebut. Dia menegaskan, akan segera memanggil Direktur AKPER untuk meminta klarifikasi terkait masalah tersebut, karena sudah menoreng nama baik AKPER YBIS Kerinci.

"Saya akan menghubungi Dirketur AKPER agar segera memberi sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Ini saya baru tahu, kalau ada kejadian itu," jelasnya.(dka/ddi)
Reaksi: