Oleh  Feri Hartanto :

SUNGAIPENUH,- Tidak mudah bagi seseorang untuk bisa tampil dalam pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah. Sudah barang tentu banyak hal yang semestinya harus dipertimbangkan. Mulai dari seleksi ditingkat partai pengusung hingga kemampuan finansialnya serta figur yang dimiliki.

Meski mempunyai berlimpahan materi, dizaman ini terjawablah sudah. Ternyata bukan semata-mata finansial yang menjadi tolok ukur seseorang. Nuzran Joher satu-satunya bukti. Yang mampu tampil dalam bursa pencalonan sebagai wakil walikota yang berpasangan dengan H. Herman Muktar yang tidak semata-mata mengandalkan finansial.

Selain itu, pada masa kini, untuk terjun ke dunia politik tak cukup sekedar pintar, kaya juga belum menjamin, populer juga tak pasti dipilih, memegang jabatan juga tak ada jaminan untuk mendapat simpatisan.

Seperti jelang pemilihan walikota dan wakil Walikota Sungaipenuh, Nuzran Joher satu-satu sosok atau figur yang cukup menarik perhatian.

Betapa tidak, mantan anggota DPD-RI ini, terbukti memiliki simpatisan yang cukup luar biasa. Tidak memiliki materi yang berlimpah, beberapa warga berbondong-bondong datang dan bertatap langsung kepadanya (Nuzran).

Cita-cita mulia yang dimiliki oleh putra terbaik Sungaipenuh ini, seperti memberikan perubahan untuk masyarakat. Dan hal ini akan diuji kebenarannya pada 9 Desember 2015 nanti.

Disisi lain, Nuzran Joher satu-satunya kandidat yang memiliki nilai jual ditengah-tengah masyarakat. Meski ada yang memberi kesan negatif kepada sosok ini, namun ia (Nuzran) tetap menjadi suatu pilihan utama di masyarakat.

Tidak terkesan mewah, sosok muda yang dimilikinya itu memiliki kharismatik yang bisa menarik simpati masyarakat Kota Sungai penuh.

Selain itu, do'a-do'a untuk Nuzran Joher selalu dipanjatkan. Tidak lain agar bisa mewujudkan cita-cita mulia yang ia miliki bersama H. Herman Muktar menciptakan Kota Sihalun suhak silatuh bdei di pandang di mata para elit-elit tingkat nasional.

Isu Miring

Masyarakat Kota sungaipenuh sudah cerdas. Kecerdasan untuk memilih pemimpin mereka. Dengan melihat track record yang dimiliki oleh masing-masing calon kandidat.

Terlebih mendengar khabar akan tampilnya Nuzran Joher macam-macam isu yang dilontarkan. Anehnya, isu yang berhembus itu malah di hembuskan oleh oknum-oknum atau orang-orang dekatnya yang dinilai memiliki kepentingan pribadi maupun kelompok.

meskipun berhembus isu-isu tak sedap yang mengarah kepada Nuzran yang kerap disapa Buya itu tak mampu menyurutkan niat atau tekad masyarakat Sungaipenuh untuk mendapat simpatik warga lainnya.

13 desa yang ada di Kecamatan Hamparan Rawang diyakini bakal mengarah kepada Herman muktar-Nuzran Joher.

Kondisi ini dibuktikan dengan berbagai 'gejolak' yang terjadi selama ini. Seperti dalam soal pendidikan, maupun dalam hal lapangan pekerjaan seperti dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2012 silam.

Dua fakta tersebut seakan-akan kental dirasakan oleh masyarakat. "Menuntut ilmu dari buayan sampai keliang lahat" itupun di buat lesu, dan tak jarang membuat masyarakat terutama pemuda untuk berpangku tangan.

Memiliki titel seakan-akan tak memiliki nilai yang berarti. Dan ini terbukti dialami oleh semua warga terutama terhadap para mahasiswa yang sedang maupun yang telah mengecam pendidikan di sekolah tinggi, mau tak mau harus siap menjadi kuli bangunan maupun dalam bentuk kerja keras lainnya.

Nuzran Joher Harapan Sungai Penuh

Melalui pilwako Sungaipenuh nanti, mampukan harapan warga Sungaipenuh diwujudkan oleh pasangan yang berkiprah di kancah nasional tersebut? Tidak terkesan mewah, sosok muda yang dimilikinya itu memiliki kharismatik yang bisa menarik simpati masyarakat Kota Sungai penuh.

Selain itu, do'a-do'a untuk Nuzran Joher selalu dipanjatkan. Tidak lain agar bisa menwujudkan cita-cita mulia yang ia miliki bersama H. Herman Muktar menciptakan Kota Sihalun suhak silatuh bdei di pandang di mata para elit-elit tingkat nasional.

Melalui tulisan ini ada satu hal yang perlu diingat, bahwa, dalam perhatian terhadap dunia pendidikan perlu ditingkatkan. Seperti dalam penerimaan bea siswa kurang mampu yang diduga 'dimainkan' oleh oknum-oknum tertentu dengan berbagai macam modus dimainkan.

 "Mengambil contoh kepada yang sudah, mengambil tuah kepada yang menang". Selamat berjuang wujudkan cita-cita itu....!


Reaksi: