Kerincigoogle.com, Kerinci - Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang melibatkan anggota DPRD Kerinci kembali dipertanyakan.  Kalangan LSM mulai gerah dengan lambannya penanganan kasus tersebut. Badan kehormatan DPRD Kerinci juga seperti tak bernyali memproses kasus yang mencoreng nama lembaga dewan itu.

Direktur LSM Intelektual Community Indonesia (ICI) Dianda Kurniawan mengaku hingga saat ini tak terdengar lagi adanya perkembangan kasus tersebut.

"Ya sampai saat tidak ada lagi informasi penangannya di Kepolisian," kata Dianda saat dikonfirmasikan terkait laporan pihaknya terhadap dugaan penggunaan ijazah palsu AM alias AR, anggota dewan dari Partai Golkar.

Untuk diketahui, ijazah anggota dewan asal Kayu Aro ini memang sangat ganjal. Selain tidak memiliki ijazah asli, jika dirunut dari tahun tamat, AM sudah masuk SD saat usianya masih 4 tahun. Kuat dugaan, ijazah dan nomor induk siswa diperoleh dengan menjiplak nama orang lain.

Selain kasus AM, terdapat juga indikasi ijazah palsu anggota dewan lainnya. Tak tanggung-tanggung, salah seorang unsur pimpinan dewan juga diduga menyandang gelar Magister Manajemen (MM) yang patut dipertanyakan.

Informasi yang didapat, gelar MM yang dipakai oleh AP, unsur pimpinan dewan asal  PDIP ini diperoleh tanpa mengikuti perkuliahan.  Saat dikonfirmasikan beberapa waktu lalu, wakil ketua dewan asal Kayu Aro ini membantah tudingan tersebut.
Terkait dugaan ijazah palsu di dewan, Dianda mengatakan selain harus diusut melalui jalur hukum, Badan Kehormatan  Dewan juga harus mengambil tindakan.

"Bukannya gampang untuk mendapatkan ijazah. Apalagi sudah tingkat S2 (magister). Jadi jangan seenaknya saja kemana-mana bawa embel-embel gelar yang tak jelas. Badan kehormatan harus secepatnya memproses hal seperti ini," tegas aktivis HMI ini. (Men)
Reaksi: