Sungaipenuh, Kerincigoogle.com- Kebakaran yang terjadi disiang bolong, ditengah kota Sungaipenuh, menghanguskan puluhan rumah dan ruko milik masyarakat.

Data yang diterima dari BPBD kota Sungaipenuh, sebanyak 18 unit rumah ludes, rusak ringan 50 dan rusak berat sebanyak 30 unit rumah, meskipun kerugian belum bisa ditaksir, namun data sementara kerugian milyaran rupiah. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 8:30 wib, saat aktifitas masyarakat mulai berlangsung.
"18 unit rumah habis, 50 unit rumah rusak ringan dan 30 unit rumah rusak berat, kerugian belum bisa ditaksir," ungkap kepala BPBD kota Sungaipenuh, Irman Djalal, usai pemadaman kebakaran.

Kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah warga ini, terjadi di jalan  KH.Wahid Hasyim, Lingkungan satu, kelurahan Sungaipenuh, kecamatan Sungaipenuh, kota Sungaipenuh. Berhasil dibasmi, setelah 5 unit mobil pemadam kebakaran kota Sungaipenuh, 4 unit mobil pemadam kabupaten Kerinci, dan 2 unit mohbil milik PDAM yang memberi kontribusi air bagi masyarakat, guna memadamkan kebakaran.
Sementara itu, asal api diduga dari salah satu rumah warga, namun belum bisa dipastikan, masih menunggu hasil forensik. Hal ini, diungkapkan kapolres Kerinci, AKBP. A. Mun'im, usai pemadaman kebakaran, dilokasi kejadian, kepada wartawan.

"Asal api belum bisa diketahui, kita tunggu hasil forensiknya, dan penyelidikan lebih lanjut," singkap AKBP. A. Mun'in.

Salah satu tokoh muda kota Sungaipenuh, Jon Afriza, menilai BPBD kota Sungaipenuh, tidak profesional, dalam menangani kebakaran di jalan wahid hasyim, kemarin. Unyuk itu, Jon Afriza, mempertanyakan profesionalisme BPBD ini.

"Kita pertanyakan profesionalisme petugas, pasalnya kejadian kebakaran siang bolong, masyarakat sedang ramai, dipusat kota lagi, tapi bisa puluhan rumah habis," ungkap Jon Afriza.

Parahnya lagi, pengakuan Jon Afriza, saat api mulai menjalar, salah satu unit mobil pemadam kebakaran sudah sampai dilokasi, namun setelah melakukan penyiraman selama lebih kurang 5 menit, meninggalkan lokasi kebakaran. Dia menduga, mobil pemadam tersebut kekurangan air.

"Ada mobil pemadam yang sampai duluan, namun setelah 5 menit pergi lagi, mungkin kekurangan air, makanya api menjalar kerumah warga yang lain," sebut Jon Afriza.

Selain itu, dia juga menyesalkan kedatangan mobil kebakaran yang tidak dalam jumlah yang cukup, apalagi lokasi kejadian ditangah kota dan dijalan raya. "Kalau mobil sampai 4 atau 3 unit datang secara bersamaan, dengan air yang penuh, kebakaran tidak akan menjalar kerumah yang lain," bebernya.
Lanjut dia, informasi yang terimanya, untuk peningkatan profesionlisme petugas pemadam, dinas terkait juga telah melakukan pelbagai pelatihan, nemun dengan kejadian diatas, dirinya mepertanyakan hal ini.
"kalau tidak profesional, untuk apa pelatihan, sementara pelatihan itukan menggunakan anggaran rakyat", tandasnya. (hen).
Reaksi: