Kerincigoogle.com, Kerinci. Pasca pembacokan dua pelajar asal desa Sungai abu, oleh salah seorang warga desa koto tebat, kecamatan Air hangat timur, puluhan masyarakat desa Sungai abu, berdatangan kedesa koto tebat.

Meskipun tidak menelan korban jiwa, namun beberapa rumah warga dilempari dengan batu dan 4 rumah menderta pecah kaca. Meskipun demikian, namun tidak satupun warga koto tebat yang berani keluar rumah, termasuk kepala desa sendiri.

"Saya tidak berani keluar rumah, massa dari desa Sungai abu ramai sekali diluar, tidak satupun warga yang keluar rumah, meskipun rumah dan kaca rumah dilempari dengan batu," beber kepala desa Koto tebat, Mansyurdin.

Masih pengakuan Mansyurdin, bersamaan dengan kedatangan puluhan warga Sungai abu tersebut, listrik didaerah koto tebat, juga mengalami mati. Sehingga, suasana diselimuti kegelapan.
"Dari rumah saya telpon salah satu anggota polisi didesa koto tebat, dan menelpon pihak kepolisian sektor air hangat timur, untuk pengamanan, akhirnya Tim dari Polsek dan dari Polres Kerinci, turun kelapangan melakukan pengamanan," beber Mansyurdin.

Kalau tidak ada pengamanan dari pihak keamanan, baik TNI dan kepolisian, dirinya tidak mengetahui apa yang akan terjadi, terhadap masyarakat koto tebat. "Hasil rapat pemerintah desa dengan pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat menyerahkan persoalan ini kepada pihak berwajib, dan mempersilakan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," ungkap Mansyurdin.
I
Sementara itu, kapolres Kerinci, melalui kapolsek Air hangat timur, AKP. Ilyas Umar, membenarkan tidak sempat terjadi kerusuhan dan bentrokan. Untuk pengamanan, pihaknya dibantu personil dari Polres Kerinci.
"Kasus ini tengah dalam pendalaman, kita menduga pelakunya 1 orang", singkatnya. (hen)

Reaksi: