Kerincigoogle.com, Jambi – Fasilitator dan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jambi patut berbangga diri dengan hasil kinerja selama ini. Pasalnya pengelolaan PNPM di Jambi disebut sebagai yangterbaik di tingkat Nasional.

Pengakuan atas pengelolaan PNPM itu bahkan langsung disampaikan oleh Dirjen PMD Kemendagri RI Ir. H. Tarmizi A. Karim saat menghadiri rangkaian acara penandatanganan kontrak Fasilitator se-Provinsi Jambi yang bertempat di rumah dinas gubernur, Selasa (18/02).

Pernyataan Dirjen PMD tersebut memang bukannya tanpa alasan. Sebab sejak digulirkannya anugerah Sikompak Award sebagai penghargaan tertinggi bagi pelaku PNPM, provinsi Jambi tercatat sebagai langganan penerima penghargaan tersebut.

Berdasarkan paparan Kaban PMPP Provinsi Jambi Dra. Hj. Eni Harriyati, sejak tahun 2010 lalu,Provinsi Jambi telah menerima empat kali penghargaan sikompak award dalam kategori yang berbeda.

Pada tahun 2010, Tim Pengelola Pemeliharaan Prasarana (TP3) Desa Koto Periang Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci ditetapkan sebagai TP3 terbaik Nasional. Selanjutnya, pada tahun 2011 Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus mendapatkan predikat sebagai Pembina Terbaik Tingkat Nasional untuk kategori Perencanaan Pembangunan Desa (PPD).

Semantara ditahun yang sama, Bupati Batanghari juga menerima penghargaan pembina tingkat kabupaten untuk kategori sejenis, serta Desa Kuap Kecamatan Pemayung-Batanghari ditetapkan sebagai desa penerima penghargaan PPD itu.

Pada tahun 2012, Gubernur Jambi kembali mendapatkan penghargaan Sikompak Award. Kali ini Gubernur dinilai telah memberikan keteladanan dalam membimbing kelembagaan UPK untuk aspek pelayanan UPK. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI.

Selain itu, untuk kategori UPK Terbaik, Provinsi Jambi sudah menempatkan  UPK Rimbo Bujang Kabupaten Tebo yang pada tahun lalu terpilih sebagai UPK Terbaik Nasional aspek pelayanan serta Bupati Tebo sebagi pembina terbaik kabupaten daalm aspek pelayanan UPK.

Terakhir, tahun 2013 lalu, Gubernur Jambi menerima penghargaan sebagai pembina terbaik Nasional dalam aspek pendamping Lokal, Bupati Batanghari sebagai pembinan tingkat kabupaten terbaik Nasional, dan Pendamping Lokal (PL) Muara Tembesi, Yuyum Rosilawati sebagai PL terbaik Nasional kategori daerah normal.

Dihadapan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, serta Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan, Dirjen PMD mengaku sangat banggga dengan keberhasilan Provinsi Jambi.

Dikatakannya, program daerah penanggulangan kemiskinan di Provinsi Jambi juga patut menjadi contoh bagi daerah lainnya. Program yang dimaksud adalah, Samisake, PDPM di Kabupaten Bungo, Serjusade di Sarolangun, PNPM daerah di Tebo, serta Gema Desa di Tanjung Jabung Barat.

Selain menghadiri rangkaian penandatanganan kontra Fasilitator, Dirjen PMD juga melakukan peninjauan pengelolaan pompanisasi air bersih di Desa Ibru Kecamatan Mestong kabupaten Muaro Jambi.

Kegiatan yang dibangun melalui dana PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2008 tersebut saat ini telah berkembang menjadi aset yang dapat mendukung berbagai kegiatan pembangunan lainnya. Dari iuran pengelolaan air tersebut, sebagian besar dananya digunakan untuk kegiatan kemasyarakat seperti honor guru PAUD, guru madrasah, serta kegiatan sosial dan kepemudaan. (men)
Reaksi: