By. Ikhsan
Kerincigoogle.com, Kata sakti memiliki makna yang sangat sakral. Sebutan sakti bukanlah perkara mudah dan murah untuk lebelkan pada suatu benda, orang ataupun daerah. Lebel sakti tentu melalui pembuktian dan pengakuan yang objektif. Ranah Kerinci telah mendapatkan pengakuan sebagai negeri yang sakti. Menurut logika empiris saya kesaktian Alam Kerinci adalah kekayaan alamnya yang subur dan indah, serta kekayaan nilai-nilai budayanya, terlepas dari pendapat bahwa Kerinci adalah negeri klenik dan mistis.

Kerinci tempo dulu bila dibandingkan dengan daerah  lain di Provinsi Jambi sangatlah unggul baik segi pembangunan fisik, ekonomi maupun Sumber Daya Manusianya. Namun kondisi itu sungguh amat terbalik pada saat ini. Daerah lain bahkan daerah yang baru dimekarkan saja geliat pembangunannya sangat terlihat dan dirasakan oleh masyarakatnya.

Ada kesan pembangunan di Kerinci tidak bergerak, infrastruktur yang menyokong roda perekonomian rakyat tidak ada perbaikan bahkan semakin parah. Sudah beberapa kali regenerasi kepeimpinan Pemerintahan belum mampu mengatasi ketertinggalan pada sektor infrastruktur. Walaupun ada pembangunan infrastuktur itupun kelas kecil yang belum memberi dampak yang siginifikan karena kualitas yang amburadul oleh tingkah polah kontraktor korup.

Masalah klasik dan  kronis yang belum terselasaikan oleh pemerintahan Kerinci hinggga saat ini adalah infra struktur jalan provinsi yang menghubungkan Kerinci- Jambi dan Kerinci- Padang. Padahal jalan  ini sebagai urat nadi ekonomi rakyat. Sebagai negeri penghasil sayur mayur dan hasil perkebunan/pertanian lainnya tentu transportasi jalan sangatlah menentukan untuk pemasaran ke luar daerah.

Elit politik lokal dan birokrat belum  mampu  mendatangkan dana dan proyek yang berasal dari APBD Provinsi apalagi APBN ke ranah Kerinci. Apakah elit politik dan birokrat sudah kehilangan kesaktianya ? atau karena kesaktianya Kerinci menjadi dimusuhi atau tidak disenangi ?
Sekaranglah momentum yang tepat, dibawah kepeimpinan Bupati baru yang dihasilkan melalui Pilkada yang cukup menguras energi dan finasial harapan  masyarakat Kerinci untuk lebih baik, maju dan berkembang sebagai negeri yang bermartabat. Rakyat butuh pemimpin yang memiliki kreatifitas dan inovatif pemimpin dan bertindak cepat untuk sesuatu yang memberi
dampak terhadap kesejahteraan rakyatnya.

Selama ini rakyat hanya disuguhi seorang  Bupati yang hanya tampil sebagai pemimpin administratif saja, yang hanya sibuk dengan aktifitas serimonial Untuk mewujudkan akselerasi pembangunan infrastruktur serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan sang Bupati baru perlu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Disamping itu tentu harus disokong oleh para kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah atau Kepala Dinas yang kompten yang memiliki integitas dan loyalitas terhadap amanah untuk mensejehterakan rakyatnya.

Semoga Bupati baru mampu memilih tim kerja seperti yang menjadi harapan rakyatnya, bukan para birokrat yang  mampu duduk dibelakang meja dan hilir mudik dengan mobil dinas yang tak memiliki kapasitas, kafabelitas, dan  integritas. Pemimpin yang berkerja keras untuk rakyatnya tentu akan dicintai dan disukung sepenuhnya oleh rakyatnya. Akhirnya tentu pembangunan di Kerinci akan semakin baik dan ekonomi kerakyatan yang berbasis hasil bumi dan sumber daya alam akan tumbuh sehingga Kerinci mampu menunjukkan Kesaktiannya. (KG)
Reaksi: