Kerinci


Kabupaten Kerinci
Kab.Kerinci.svg
Lambang Kabupaten Kerinci

Lokasi Jambi Kabupaten Kerinci.svg
Peta lokasi Kabupaten Kerinci
Koordinat : 01°41' - 02°26' LS
LS dan 101°08' - 101°50' BT
Motto '
Semboyan '
Slogan pariwisata '
Julukan : Serambi Madinah

'
Provinsi Jambi
Ibu kota Siulak
Luas 4.200 km²
Penduduk
 · Jumlah 300.000 jiwa
 · Kepadatan 71 jiwa/km²
Pembagian administratif
 · Kecamatan
 · Desa/kelurahan
Dasar hukum
Tanggal
Hari jadi -
Bupati
H.Murasman
Kode area telepon 0748




Suku bangsa Melayu
Bahasa Kerinci, melayu
Agama 98 % Islam
Flora resmi -
Fauna resmi Harimau Kinci
Zona waktu WIB
Bandar udara Depati Parbo

Situs web resmi: http://www.kerincikab.go.id
KerinciGoogle.com,-Kabupaten Kerinci adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia.

Sejarah


Rumah controleur (pegawai kolonial di Hindia Belanda) Kerinci di tahun 1931-1938
Menurut Tambo Alam Minangkabau, Daerah Rantau Pesisir Barat (Pasisie Barek) pada masa Kerajaan Alam Minangkabau meliputi wilayah-wilayah sepanjang pesisir barat Sumatera bahagian tengah mulai dari Sikilang Air Bangis, Tiku Pariaman, Padang, Bandar Sepuluh, Air Haji, Inderapura, Muko-muko (Bengkulu) dan Kerinci. Dengan demikian Kerinci merupakan daerah Minangkabau.

Pada waktu Indonesia merdeka, Provinsi Sumatera Tengah dipecah menjadi 3 provinsi:
  1. Sumatera Barat, meliputi daerah Minangkabau.
  2. Riau, meliputi wilayah kesultanan Siak, Pelalawan,Rokan, Indragiri, Riau-Lingga ditambah Rantau Minangkabau Kampar dan Kuantan.
  3. Jambi, meliputi bekas wilayah kesultanan Jambi ditambah Rantau Minangkabau Kerinci.
Kerinci pernah berada di bawah Kerajaan Inderapura bersama wilayah Kabupaten Pesisir Selatan dan sebagian wilayah Provinsi Bengkulu, di antaranya Kabupaten Mukomuko.

Pemekaran

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008, beberapa bekas kecamatan di Kabupaten Kerinci ditetapkan untuk menjadi bagian dari Kota Sungaipenuh.
Kecamatan-kecamatan yang dimaksud adalah:
  • Hamparan Rawang
  • Kumun Debai
  • Pesisir Bukit
  • Sungai Penuh
  • Tanah Kampung

Geografi

Kerinci berada di ujung barat Provinsi Jambi dengan batas wilayah sebagai berikut:
Utara Provinsi Sumatera Barat
Selatan Provinsi Bengkulu
Barat Provinsi Sumatera Barat
Timur Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin
Daerah Kerinci ditetapkan sebagai sebuah Kabupaten sejak awal berdirinya Provinsi Jambi dengan pusat pemerintahan di Sungai Penuh. Daerah Kerinci memiliki luas 4.200 km2 terdiri atas 11 kecamatan (yang merupakan rangkaian kampung atau pemukimam). Statistik tahun 1996 menunjukkan populasi suku Kerinci sekitar 300.000 jiwa.
Jauh sebelum Indonesia merdeka, Kerinci merupakan kawasan yang telah memiliki kekuasaan politik tersendiri. Sebelum Belanda masuk Kerinci mencatat tiga fase sejarahnya yaitu: Periode Kerajaan Manjuto atau Kerajaan Pamuncak Nan Tigo Kaum, Periode Depati dan Periode Depati IV Alam Kerinci. Kerajaan Manjuto meru[akan sebuah kerajaan yang berada di antara Kerajaaan Minangkabau dan Kerajaan Jambi, beribukotakan di Pulau Sangkar. Berikutnya, pada dua periode Depati, Pulau Sangkar dan Kayu Aro memainkan peran sentral sebagai salah satu dari empat pusat kekuasaan di Kerinci.
Tetapi semenjak Belanda mulai menduduki Kerinci pada 1914, peran sentral kayu aro secara politik pemerintahan mulai mengalami penyusutan. Ketika Belanda menetapkan Kerinci sebagai sebuah afdelling dalam kekuasaaan Karesidenan Jambi (1904) maupun di bawah Karesidenan Sumatera Barat (1921) dan ketika Kerinci menjadi sebuah kabupaten sendiri dalam wilayah Propinsi Jambi (pada 1958), Pulau Sangkar hanyalah sebuah ibukota kemendapoan (sebuah unit pemerintahan setingkat di bawah kecamatan dan setingkat di atas desa).

Etimologi
Nama ‘Kerinci’ berasal dari bahasa Tamil “Kurinci”. Tanah Tamil dapat dibagi menjadi empat kawasan yang dinamakan menurut bunga yang khas untuk masing-masing daerah. Bunga yang khas untuk daerah pegunungan ialah bunga Kurinci (Latin Strobilanthus. Dengan demikian Kurinci juga berarti 'kawasan pegunungan'.
Di zaman dahulu Sumatera dikenal dengan istilah Swarnadwipa atau Swarnabhumi (tanah atau pulau emas). Kala itu Kerinci, Lebong dan Minangkabau menjadi wilayah penghasil emas utama di Indonesia (walaupun kebanyakan sumber emas terdapat di luar Kabupaten Kerinci di daerah Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin). Di daerah Kerinci banyak ditemukan batu-batuan Megalitik dari zaman Perunggu (Bronze Age) dengan pengaruh Budha termasuk keramik Tiongkok. Hal ini menunjukkan wilayah ini telah banyak berhubungan dengan dunia luar.
Awalnya ‘Kerinci’ adalah nama sebuah gunung dan danau (tasik), tetapi kemudian wilayah yang berada di sekitarnya disebut dengan nama yang sama. Dengan begitu daerahnya disebut sebagai Kerinci (Kinci atau Kince atau “Kincai” dalam bahasa setempat), dan penduduknya pun disebut sebagai orang Kerinci.

Budaya

Budaya Kerinci sangat khas. Tari-tariannya adat merupakan campuran Minang dan Kerinci serta Melayu, misalnya Tari Joged Sitinjau Laut. Lagu-lagu Kerinci juga terkenal unik. Pakaian adatnya juga sangat indah. Rumah suku Kerinci disebut "Larik" karena terdiri dari beberapa deretan rumah petak yang bersambung-sambung. Di Jambi, Kerinci adalah satu-satunya wilayah yang menganut adat matrilineal.

Bahasa Kerinci termasuk salah satu anak cabang bahasa Austronesia yang dituturkan dengan dialek Kerinci. Bagi masyarakat Sumatera bagian tengah, Bahasa Kerinci tidak begitu asing, namun menjadi agak aneh bagi orang daerah lain di Jambi yang condong ke Melayu Palembang dan Melayu Riau karena pengucapannya yang cenderung cepat.

Ada lebih dari 30 dialek bahasa yang berbeda di tiap-tiap desa di daerah Kerinci. Seperti pengucapan 'Anda', di Desa Lempur (Kec. Gunung Raya) diucapakan dengan 'Kaya' sedangkan di Kec. Sungai Penuh diucapkan dengan 'Kayo'. Perbedaan dialek ini juga ditandai dengan dengan perbedaan budaya yang ada di masing-masing desa di Kerinci. tapi itu tidak menjadikan perbedaan pada penduduknya, Kerinci yang penduduknya terdiri dari berbagai etnis menjadikan itu sebagai satu kesatuan bersama, baik dari Kayu Aro sampai Batang Merangin.
Sumber : wikipedia


Share this Article on : Ping your blog, website, or RSS feed for Free

0 komentar :

Poskan Komentar

Terima Kasih Telah Mau Berkunjung Datang di Media Online Kerincigoogle.com, Siapapun Anda Boleh Menulis, Berkomentar, Mengirimkan Berita, Membuat Artikel ataupun Menceritakan tentang Hobby Masing-Masing, Kami Tidak bertanggung Jawab Dengan Akibat Yang ditimbulkan Konten Berita dan Artikel di Media Ini, Pikir itu Pelita Hati,Jadi PIKIRKANLAH!!!, Komentar Yang Meniggalkan Links PORNO Akan Dihapus!!!

 

© Copyright Kerinci 2010 -2011 | Modifikasi Oleh Tim Kerinci Google | Sungai Penuh Kota Sungai Penuh | Site Berita Dari Bumi Kerinci .
Setelah anda Copy, silahkan anda paste di bawah kode : Terserah Anda :) Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)