POLITIK

RELIGIUS

SUNGAI PENUH

TEBO

INFO DAN TIPS KESEHATAN

Kecalakan Maut 7 Meninggal, 3 dari Kerinci


bus jatuh
  JAMBI - Kecelakaan maut di jalan Lintas Sumatera, arah Bangko--Sarolangun Provinsi Jambi, antara mobil travel minibus Suzuki APV dengan mobil truk fuso terjadi Kamis dini hari menewaskan tujuh orang penumpang mobil travel serta sopirnya di tempat kejadian dan tiga pemumpang luka berat.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah di Jambi, Kamis mengatakan kejadian sekitar pukul 01.50 WIB di jalan lintas Sumatera, Jambi, dari arah Bangko menuju Sarolangun itu menyebabkan tiga penumpang mengalami luka berat dan masih dirawat di RSU setempat, sedangkan tujuh mayat korban kecelakaan lalu lintas masih disemayamkan di kamar mayat RSU.

Kronologis kejadian bermula saat mobil travel mengangkut sembilan orang penumpang berasal dari Kabupaten Kerinci menuju Kota Jambi, ketika di KM 08 Dusun Sungai Abang dari arah Bangko menuju Sarolangun datang mobil dengan kecepatan tinggi dan menghantam bak truk fuso terparkir di pinggir jalan lintas hingga terjadi kecelakaan.

Dalam kejadian itu mobil truk yang ditabrak dari belakang oleh mobil mini bus APV tersebut langsung kabur dan akhirnya berhasil ditangkap di daerah Kabupaten Batanghari namun sang sopir bernama Muslin warga Batanghari sudah melarikan diri dan polisi hanya menemukan mobil truk tersebut saja, kata Almansyah.

Ketujuh orang korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan maut tersebut adalah Depriwan (40) sopir mobil Suzuki APV nomor polisi BH 1680 LN warga Bukit Baling, Kabupaten Muarojambi, kemudian penumpang yang tewas adalah Repelmi (37) warga Kerinci, Netra Yani (30), kerinci, Wedi (35) Kerinci yang semuanya tewas di tempat kejadian.

Sedangkan penumpang mobil travel yang tewas di rumah sakit adalah Nipia (30) warga Kerinci dan Yanti (38) warga Kerinci, keduanya meninggal dunia di rumah sakit akibat luka berat yang dideritanya.

Korban yang saat ini masih mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit Sarolangu, adalah korban atas nama Ipadri (30), Jundri (26) dan Nanda (3) semuanya warga Kerinci yang saat ini masih mendapatkan perawatan medis.

Kasus lakalantas maut tersebut saat ini masih ditangani Polres Sarolangun dan polisi masih memburu sopir truk yang melarikan diri pasca kecelakaan lalu lintas tersebut.

Sumber : KERINCINEWS.COM,

Inilah Sikap Resmi Prabowo Menanggapi Keputusan MK

Kerincigoogle.com, Lewat laman facebooknya, Calon Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap resmi terkait dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta terkait Pilpres 2014.

Berikut pernyataan Prabowo yang ditulis malam ini (Kamis, 21/8/2014).

Selamat malam sahabat. Malam ini saya ingin kembali menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya yang setinggi-tingginya kepada seluruh sahabat yang telah bergabung di halaman Facebook ini, atas atas kepercayaan, dukungan dan doa' yang selama ini telah saudara berikan kepada saya dan mitra saya saudara Muhammad Hatta Rajasa.

Baru saja saya ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjenguk sahabat-sahabat yang siang tadi terluka saat mencari keadilan ke Mahkamah Konstitusi. Saya merasakan langsung begitu besar harapan yang mereka sampaikan kepada saya, saudara Hatta Rajasa dan Koalisi Merah Putih.

Walau tidak mencerminkan keadilan substantif, keputusan Mahkamah Konstitusi harus kita hormati. Malam ini saya ingin menyampaikan kepada sahabat sekalian, kepercayaan yang telah sahabat berikan kepada kami tidak akan pernah kami sia-siakan.

Di parlemen dan di setiap kesempatan yang ada saya bersama saudara Hatta Rajasa dan seluruh mitra Koalisi Merah Putih berkomitmen untuk terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang kita cita-citakan.

Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Indonesia yang bangkit. Indonesia yang berdiri di atas kaki kita sendiri, bukan menjadi pesuruh bangsa asing. Kami akan selalu ingat dan melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa untuk Indonesia Merdeka.

Untuk perjuangan ini kami kembali mohon doa' dan restu dari sahabat sekalian. Sekali lagi, terima kasih.

Salam Indonesia Raya!

Sahabatmu, Prabowo Subianto.

*sumber: https://www.facebook.com/PrabowoSubianto/photos/a.60019411178.82664.23383061178/10152293075206179/?type=1&theater

Jokowi-JK Resmi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Indonesia

Jokowi-JK Resmi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Warta Kota/henry lopulalan
Kerincigoogle.com, JAKARTA — Majelis hakim Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diajukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Mahkamah Konstitusi menilai, Prabowo-Hatta tak bisa membuktikan dalil permohonannya.

Dengan putusan ini, artinya pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla resmi sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019. Pasalnya, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bersifat final dan mengikat, tak ada cara untuk mengubahnya.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Hamdan Zoelva, dalam sidang putusan gugatan PHPU di Gedung MK, Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Dalam pokok permohonan di dalam berkas yang sudah diperbaiki, Prabowo-Hatta meminta MK membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang pilpres. Mereka meminta ditetapkan sebagai pemenang berdasarkan penghitungan suara yang mereka lakukan sendiri. Jika MK berpendapat lain, maka pasangan nomor urut 1 tersebut meminta Jokowi-JK didiskualifikasi karena telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.
Mereka juga meminta adanya pemungutan suara ulang di semua TPS di Indonesia. Jika MK masih berbeda berpendapat, maka Prabowo-Hatta meminta adanya pemungutan suara ulang, hanya di TPS dan daerah yang mereka nilai bermasalah.

Terakhir, jika MK tetap juga berpendapat lain, maka pemohon meminta putusan seadil-adilnya atas perkara yang diajukan.

Dalam persidangan, tim kuasa hukum Prabowo-Hatta berusaha menghadirkan saksi fakta untuk membuktikan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif pada pemilu di sejumlah daerah di Indonesia. Kecurangan tersebut berkaitan dengan jumlah daftar pemilih khusus tambahan yang dianggap inkonstitusional, adanya pemilih ganda, dan gagalnya KPU menyelenggarakan pemungutan suara di sejumlah titik di Papua.

Meski demikian, tim kuasa hukum KPU berusaha menepis tudingan itu dengan menghadirkan saksi fakta yang domisilinya disesuaikan dengan keterangan saksi Prabowo-Hatta. Sementara itu, tim kuasa hukum Jokowi-JK juga turut menghadirkan saksi fakta yang memperkuat argumentasi KPU.

Persidangan dimulai pada 6-21 Agustus 2014. Sebelum memutuskan, majelis hakim konstitusi telah memeriksa puluhan saksi fakta dan belasan saksi ahli, serta menggelar rapat permusyawaratan hakim secara tertutup.

Sumber : TRIBUNJAMBI.COM

Prabowo Subianto : Kita Lihat Nanti Bagaimana Ya...



JAKARTA,  - Mahkamah Konstitusi, Kamis (21/8/2014) malam, telah menolak seluruhnya gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2014 yang diajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Apa kata Prabowo?

"Kita lihat nanti bagaimana ya," ujar Prabowo, Kamis menjelang tengah malam, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, ketika dicegat seusai menjenguk para korban kericuhan demonstrasi di depan MK pada Kamis siang.

"Ya tim hukum saya kira akan melakukan (upaya lain). Kami ada tim hukum, tim politik," ujar Prabowo Subianto, saat ditanya apakah akan tetap melanjutkan gugatan ke pengadilan tata usaha negara (PTUN) setelah putusan MK ini.

Seusai pembacaan putusan MK, Prabowo memilih menjenguk para relawan yang terluka dalam demonstrasi di MK. Pada saat bersamaan, sedang berlangsung konferensi pers dari koalisi pengsungnya di Hotel Hyatt, Jakarta Pusat.


Sumber : KOMPAS.com

Masyarakat Belui Tolak Ardinal Kepsek Baru SMK 5 Kerinci

Kerinci, – Mutasi besar-besaran Kepsek di Kerinci yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kerinci berdampak buruk bagi dunia pendidikan kerinci, buktinya proses belajar mengajar terganggu, sebab sejumlah sekolah dan warga menolak hasil SK kepala dinas pendidikan kabupaten kerinci.
Seperti Ardinal Kepala SMK 5 yang baru ditugaskan ditolak mentah-mentah oleh warga setempat, sebab kepala sekolah lama Herman Pani dianggap sudah sangat berjasa bagi desa tersebut, sebab sejak beberapa tahun belakangan Herman Pani sukses meningkatkan pendidikan di daerah tersebut
Ketua BPD Belui Zoni Irawan Kepada Kerincitime.co.id menjelaskan bahwa, penempatan kepala sekolah baru ini menjadi persoalan baru, akibatnya emosi warga tak terkendali hingga menyegel sekolah tersebut.
Tak tanggung-tanggung kepala sekolah baru Ardinal bersama pengawas dan sejumlah orang yang hadir diusir warga saat datang kemarin ke sekolah. “ini akibat dari kebijakan yang salah dari pimpinan” kata zoni yang juga mejabat sebagai ketua LSM Geger Kerinci.
Terpisah Kabid SMP Zubir ketika di hubungi menaku sedang berada di bandung, tugas luar daerah, “saya belum tahu, nanti saya tanya ke staf saya” ungkap zubir kepada kerincitime.co.id melalui telpon selularnya. (ton).Kerincitime.co.id

Warga Jujun Segel SMKN 6 Kerinci, Siswa dan Tomas Minta Kepsek Tak Diganti

© Dok / Harian Jambi
Ilustrasi

 KERINCI-Lembaga Kerapatan Adat Negeri Jujun dan masyarakat lima Desa Negeri Jujun, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci melakukan penyelegan SMKN 6 Kerinci, Rabu (13/8). Aksi penyelegan itu sebagai protes terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Kerinci terhadap mutasi Kepala Sekolah SMKN 6 Kerinci.
 Tidak hanya masyarakat, siswa SMKN 6 Kerinci pun ikut melakukan unjuk rasa menolak pemutasian Kepala SMKN 6 Kerinci Jon Kuswanto. Selain berorasi dan membawa poster, pengunjuk rasa juga menyegel SMKN 6 Kerinci.
Pengamatan Harian Jambi di lapangan, Rabu 13 Agustus 2014 menunjukkan, puluhan siswa melakukan aksi unjukrasa di depan SMKN 6 Kerinci. Mereka membawa poster yang bertuliskan menolak pemutasian Kepala SMKN 6 Kerinci Jon Kuswanto.
Supratman, Tokoh Masyarakat Negeri Jujun mengatakan, warga masyarakat 5 Desa Negeri Jujun, Lembaga Kerapatan Adat Negeri Jujun dan Pemuda Negeri Jujun menolak pindahnya Jon Kuswanto sebagai Kepala SMKN 6 Negeri Jujun.
 “Masyarakat dan siswa menolak pak Jon Kuswanto dipindahkan. Kalau beliau pindah, maka para siswa akan berhenti sekolah," ujarnya.
 Pihaknya, kata Supratman sudah membuat surat pernyataan dukungan masyarakat 5 Desa Negeri Jujun dan Lembaga Kerapatan Adat Negeri Jujun agar Jon Kuswanto tetap menjadi Kepala SMKN 6 Kerinci.
 “Surat pernyataan sudah kita sampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan Kerinci, Bupati Kerinci dan Kapolres Kerinci," ucapnya.
Akibat aksi tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMKN 6 Jujun terganggu. “KBM cukup terganggu dengan adanya aksi ini," ujar salah seorang guru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci melalui Kabid SMA/SMK,Zubir saat dihubungi mengaku tidak mengetahuinya. Dirinya mengaku sedang berada di luar daerah. “Saya lagi di luar daerah sekarang, belum ada informasi,” katanya.(*)HARIANJAMBI.COM,

Kepala Dinas Pendidikan : Yang Saya Lakukan Adalah Sesuai Arahan Bupati Dan Tim

KerinciMat Seri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci menegaskan bahwa apa yang dilakukannya yakni menandatangani SK mutasi sejumlah kepala sekolah adalah benar dan sudah sesuai dengan aturan yang ada, dan yang paling penting adalah sesuai dengan arahan Bupati Adirozal dan Tim Adirozal.
“saya lakukan tugas sesuai arahan Bupati dan Tim Bupati Adirozal, tidak mungkin saya melakukan hal yang tidak sesuai dengan perintah atasan, ini sudah keputusan tim, saya tinggal tanda tangan” kata Mat Seri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci kepada Kerincitime.co.id.
Diakuinya, selasa 12/8 ia bersama Sekda, pihak BKD Jondri Ali mengahdap Bupati Adirozal membicarakan persoalan tersebut, dalam pertemuan tersebut dibahas tetang kepala sekolah yang diangkat tersebut hanya peltu, bukan definitif, dalam waktu dekat akan dievaluasi. “belum tentu yang diangkat sebagai peltu kepsek saat ini akan di definitifkan, jika tidak memenuhi persyaratan, maka tidak akan diangkat” katanya.
Terkait adanya informasi pungutan Rp. 20 juta pada kepala sekolah yang di angkat tersebut, ia membantahnya, ia mengaku tidak tahu soal itu, karena ia hanya menandatangani SK saja, “saya tandatangani SK, setelah proses selesai” katanya. (ton)Kerincitime.co.id

Diduga Tim Sukses Pungut Uang Rp. 20 Juta Untuk Jadi Kepsek

Berita Kerinci – Julukan Sebagai Tim Sukses bupati kerinci Adirozal memang luar biasa, buktinya untuk jadi kepala sekolah saja harus bayar uang sebanyak Rp. 20 juta, informasi ini didaptkan dari beberapa orang PNS yang dijanjikan untuk menjadi kepala sekolah melalui tim Sukses Adirozal.
Namun anehnya banyak kepala sekolah yang di angkat tersebut bukan tim sukses adirozal malah mereka berasal dari tim sukses Murasman. “ada beberapa orang dari kepsek mengaku bahwa ia membayar sejumlah uang kepada tim sukses adirozal” kata salah seorang PNS kepada kerincitime.co.id.
Menurutnya, pungutuan yang dilakukan oleh pihak dinas tersebut adalah terdiri dari tim sukses dan melibatkan pihak dinas yakni Kepala Dinas hingga kepada kasi, namun ketika dikonfirmasi kepada kepala dinas Mat Seri membantah adanya pungutan uang Rp. 20 juta kepada kepala sekolah yang diangkat tersebut.
Terpisah sekretaris Dinas Pendidikan Dr. Mul Amri mengaku tidak tahu, sebab pada saat SK mutasi keluar ia sedang tidak ada di Kerinci, dikatakannya bahwa proses Pengangkatan kepsek baru sebenarnya sudah berjalan sesuai prosedur untuk permen 28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah.
Dikatakannya bahwa Panitia sedang merekrut calon kepsek, bahan sudah di seleksi, kemuidan tes tertulis, wawancara, penyampaian visi misi calon kepsek, “ini semua sedang berjalan, saya tidak tahu kejadian tersebut, sebab saya pada saat itu di jambi ” katanya kepada kerincitime.co.id.(ton)

Wah.. Jadi Kepala Sekolah Di Kerinci Harus Bayar Rp. 20 Juta

Berita Kerinci – Kerinci Lebih Baik yang diagungkan oleh Adi Rozal Bupati Kerinci semakin hari semakin luntur saja, setelah perekrutan kepala dinas yang dinilai tidak profesional dan lebih mementingan Tim Sukses. Kali ini giliran pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah disorot, sebab pengangkatan kepala sekolah SMP dikabarkan harus membayarkan sejumlah uang yang mencapai Rp. 20 juta per orang.
Disisi lain kepala sekolah yang di mutasi memprotes karena proses pemberhentian mereka dari kepala sekolah tidak memenuhi aturan yang berlaku, sesuai dengan Peraturan Menteri nomor 28 tentang : Penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah. Bab II, Pasal 2, Poin 3, Huruf b: memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah pada jenis dan jenjang yang sesuai dengan pengalamannya sebagai pendidik yang diterbitkan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan Direktur Jenderal. “kakak saya bayar Rp. 20 juta untuk jadi kepala sekolah” kata salah seorang PNS yang meminta namanya tidak disebutkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci Mat Seri kepada kerincitime mengakui tidak tahu adanya uang yang harus disetor untuk menjadi kepala sekolah tersebut, “wah saya tidak tahu itu, hampir semua sekolah di ganti kepala sekolahnya, jika bayar Rp. 20 juta banyak uangnya itu, tapi kepada siapa orang bayar” katanya kepada kerincitime.co.id.(ton)Kerincitime.co.id

Dinas Pendidikan Kerinci Terancam Didemo Warga Besar-Besaran

KERINCI – Terkait pergantian sejumlah kepala sekolah, Dinas Pendidikan Kerinci terancam didemo warga. Pasalnya, warga nekad akan menggelar demo lantaran menolak kepala sekolah tertentu dipindahkan.
Apalagi, aksi protes warga saat ini sudah mulai tampak. Seperti di SMKN 5 Kerinci, di Desa Belui, Kecamatan Depati Tujuh. Warga membentangkan spanduk yang berisi penolakan terhadap pemindahan kepala sekolah itu.
Protes warga yang lain juga dikabarkan terjadi di Desa Kemantan. Pintu salah satu SD setempat digembok warga. Begitupun di Desa Jujun, juga terjadi penolakan kepsek dari warga, bahkan nyaris terjadi keributan. Beruntung kepsek lama yang masih masuk sekolah mampu meredamnya.
Terkait persoalan di SMKN 5 Kerinci, yang menolak pindahnya Herman dari SMKN 5, warga sudah membentangkan spanduk di persimpangan jalan desa tersebut. Tidak hanya itu, warga juga menyegel bangunan sekolah, dan meminta agar Kepsek tidak diganti.
“Kadiknas harus jeli dalam menempatkan pejabat, termasuk Kepala Sekolah. Apalagi ini menyangkut masalah pendidikan. Jika Kepsek tidak dikembalikan, maka warga akan akan berdemo ke Diknas,” ungkap Ketua BPD Belui, Zoni Irawan.
Ketua Komite SMK 3 Kerinci, Riadi membenarkan pihaknya dipanggil Dinas Pendidikan Kerinci, terkait penyelesaian aksi demo menolak pemberhentian Kepala SMK 3 Kerinci yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
“ Kalau tetap diberhentikan, maka kita akan kembali menggelar aksi demo secara besar-besaran,” tegasnya.
Dalam hal ini,  Mat Seri, Kepala Diknas Kerinci terkesan enggan ketika dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan. (.sr28jambinews)

KERINCI

Dunia

 

© Copyright Kerinci 2010 -2011 | Modifikasi Oleh Tim Kerinci Google | Sungai Penuh Kota Sungai Penuh | Site Berita Dari Bumi Kerinci .
Setelah anda Copy, silahkan anda paste di bawah kode : Terserah Anda :) Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)