POLITIK

RELIGIUS

SUNGAI PENUH

TEBO

INFO DAN TIPS KESEHATAN

Pelayanan Pemerintahan Desa di Kecamatan Kumun Debai Mengecewakan



Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - Selaku pemerintahan desa/kelurahan sudah sepatutnya para pemerintah memperhatikan masyarakat setempat dan melayani masyarakat sepenuh hati, toh pemerintah desa juga dipilih oleh masyarakat yang dipercaya untuk memimpin mereka  dan melayani mereka jika ada keperluan yang berhubungan dengan kepemerintahan.

Namun naasnya dari 9 desa dikecamatan kumun debai tidak ada satupun kantor kepala desa yang pintunya terbuka untuk melayani masyarakat malah kantor kepala desa saja sudah dipenuhi oleh sarang laba-laba dan sampahpun dimana-mana.

Salah satu warga yang enggan untuk menyebutkan namanya sangat kecewa dengan pemerintahan desa setempat dia berkata :
 
"Buat apa adanya kantor kepala desa kalau hanya untuk pajangan dan menghabiskan uang negara toh kantornya juga setiap hari kosong lagi pula saya selaku masyarakat juga merasa susah sekali untuk bertemu dengan kades ataupun sekdes toh tiap kali saya kekantor tidak pernah saya temukan orang, malah untuk meminta tanda tangan dari kepala desa saja saya harus menunggu dia pulang kerja dulu yang tak jelas pergi kemana".
 
Camat Kumun Debai Ketika Diminta konfirmasinya terhadap persoalan ini, sangat prihatin dan kecewa, beliau berjanji akan memberikan pembinaan agar kedepan pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih baik.

"Saya selaku camat juga sedang berupaya untuk memberikan nasehat dan menegaskan pada pemerintah desa yang berada dibawah jajaran saya untuk melakukan pelayanan pada masyarakat dikantor kepalacdesa pada jam-jam dinas apa lagi sekdes yang telah PNS sudah seharusnya mereka selalu ada dikantor untuk melayani masyarakat pada jam-jam dinas" Ucapnya.

(Dimas/KG)

KPU Sungaipenuh Siap ke MK

Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - Calon legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) Sungaipenuh II dari Partai Golkar, Zubir Mucktar dan Partai Hanura, Basarin, bersama ratusan simpatisan, Selasa (22/4) kemarin mendatangi KPU Kota Sungaipenuh.

Kedatangan kedua caleg bersama simpatisan tersebut, yaitu untuk mendesak pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 Desa Koto Pudung Kecamatan Tanah Kampung, sesuai dengan surat rekomendasi Panwaslu Kota Sungaipenuh.

Tuntutan untuk pelaksanaan PSU tersebut, setelah diketahui adanya lima surat suara yang tertukar, saat pelaksanaan pleno ditingkat PPK Tanah Kampung. Ini juga diperkuat dengan adanya rekomendasi dari Panwaslu.

“Kami kesini untuk mendesak KPU menyelenggarakan PSU, sesaui dengan hasil keputusan KPU pada pleno yang diselenggarakan pada Sabtu (19/4) kemarin,” ungkap Satra, salah seorang pemuda yang mengaku sebagai simpatisan salah satu partai saat berorasi didepan Hotel Kerinci, tempat diselenggarakannya pleno KPU Kota Sungaipenuh.

Tidak lama berorasi didepan Hotel Kerinci, saat pleno KPU Kota Sungaipenuh diskor, beberapa utusan caleg yang mendesak PSU diizinkan masuk ruangan pleno. Dalam pertemuan tersebut, hadir lima komisioner KPU Kota Sungaipenuh, Panwaslu Kota Sungaipenuh, dan caleg bersama beberapa orang utusan.

“Kami nilai KPU sengaja mengulur-ulurkan waktu untuk pelaksanaan PSU di TPS II Desa Koto Pudung. Sebab, sejak tanggal 19 april lalu, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan PSU diselenggarakan, padahal Panwaslu sudah memberikan rekomendasi ke KPU untuk penyelenggaraan PSU,” beber Basyarin, Caleg Partai Hanura.

Selain itu, salah seorang komisoner KPU, mengaku sudah memutuskan pelaksanaan PSU akan diselenggarakan hari Minggu (20/4). Namun, kenyataan hingga saat ini belum ada kejelasan,” tambah Basyarin.

Caleg dari Partai Golkar, Zubir Muctar, menilai komisioner KPU Kota Sungaipenuh selaku penyelenggara pemilu, telah mencederai demokrasi. “Dalam aturan sudah jelas menyebutkan, apabila terjadi surat suara tertukar, meski satu maka penyelenggara wajib melakukan PSU,” beber Zubir Mucktar.

Ketua Panwaslu Kota Sungaipenuh, Toni Indrayadi, mengatakan pihaknya seleku lembaga pengawasan telah memberikan rokomendasi. Namun, untuk keputusan penyelenggaraan PSU itu KPU Kota Sungaipenuh.

“Ya, rekomendasi untu PSU sudah kami berikan ke KPU. Kalau ingin atau tidak ditindaklanjuti itu kami persilakan KPU,” ungkapnya.

Usai pertemuan, Ketua DPC Partai Golkar, Yuzarlis Rusli, diminta tanggapannya mengaku dirugikan dengan langkah KPU Kota Sungaipenuh yang terkesan menutup
diri dengan adanya kejadian tertukar surat suara di Dapil Sungaipenuh II.

“Kita tidak hanya membawa kejadian ini (surat suara tertukar,red) ke MK. Tapi kita juga akan melaporkan KPU ke DKPP,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Sungaipenuh, Doni Umar, mengatakan tidak melaksanakan PSU, lantaran laporan atau keberatan yang disampaikan oleg Parpol sudah lewat waktu. “Batasnya sampai tanggal 15 April, namun Panwaslu baru menerima laporan 17 April, yang diteruskan ke KPU pada 18 April,” sebutnya. Namun demikian, jika masih ada pihak yang belum puas dengan keputusan KPU, maka pihaknya mempersilakan menyampaikan laporkan ke MK. “Kita siap ke MK, jika memang masih ada yang protes,” pungkasnya.
 
Sumber : Tribunjambi.com

PPK Gunung Tujuh Diamankan Polisi Saat Pleno

Kerincigoogle.com, Kerinci - Pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci berjalan alot dan dihujani interupsi. Diantaranya, saat dilakukan rekapitulasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gunung Tujuh.

Sejumlah saksi parpol melancarkan protes karena berita acara perolehan suara pada DA 1 milik PPK Gunung Tujuh bertolak belakang dengan DA 1 milik saksi. Bahkan sempat terjadi adu mulut antara PPK Gunung Tujuh dengan saksi parpol.

Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, petugas kepolisian yang berjaga di lokasi pleno langsung mengamankan PPK Gunung Tujuh. "PPK Gunung Tujuh diamankan pihak kepolisian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Suhardiman, komisioner KPU Kerinci saat dikonfirmasi.


Sumber : Metrojambi.com

Mahasiswa Kukerta STIA-NUSA 2014 Disambut Hangat

Mahasiswa Kukerta STIA-NUSA Lokasi Gunung Labu Kayu Aro
Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - Tahun 2014 ini, STIA-NUSA Sungai Penuh kembali menempatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) yang berjumlah 177 orang yang ditempatkan di 12 lokasi dalam Kabupaten Kerinci yaitu Desa Gunung Labu, Desa Koto Tengah Kayu Aro, Desa Mekar Sari, Desa Sangir Tengah, Desa N1 Kayu Aro, Desa Tanjung Mudo, Desa Cempaka, Desa Air Hangat, Desa Pugu Semurup, Desa Belui, Desa Kubang Gedang, dan Desa Tambak Tinggi.

Kukerta STIA-NUSA ini direncanakan akan dilaksanakan selama kurang lebih selama dua bulan. Ketua STIA-NUSA Sungai Penuh bapak Drs. H Lahmudin Taher MM, dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya penempatan mahasiswa Kukerta 2014 ini akan dapat membantu pelaksanaan pembangunan Desa oleh  pemerintahan desa, untuk itu dia mengharapkan agar mahasiswa betul-betul mampu mengambil peran dalam rentang waktu dua bulan kedepan, sehingga nantinya percepatan pembangunan di desa lokasi dapat dicapai sesuai dengan harapan masyarakat.

Masing-masing lokasi Kukerta dari 12 lokasi, mahasiswa Kukerta didampingi oleh satu orang dosen pembimbing (Supervisor) yang bertugas membimbing para mahasiswa selama berada dilokasi Kukerta dan bertanggungjawab langsung kepada Ketua STIA-NUSA Sungai Penuh.

Untuk menuju lokasi, mahasiswa Kukerta dihantar langsung oleh masing-masing Supervisor. Seperti Desa Gunung Labu Kecamatan Kayu Aro Barat, mahasiswa Kukerta yang berjumlah 14 orang dihantar langsung oleh dosen pembimbingnya bapak Bukhari Muallim, S.Sos, S.Pd, M.Si, Minggu (20/4). Dilokasi Kukerta Desa Gunung Labu ini, mahasiswa Kukerta disambut langsung oleh Kepala Desa beserta perangkat desa lainnya. Dalam Sambutannya Kepala Desa Gunung Labu berharap para mahasiswa Kukerta STIA-NUSA Sungai Penuh dapat membantu menyukseskan program kerja pemerintah desa Gunung Labu terutama yang berhubungan dengan Administrasi. Dia mengucapkan terima kasih dan kebanggaannya atas kepercayaan pihak STIA-NUSA menunjuk Desa Gunung Labu sebagai lokasi Kukerta tahun 2014 ini, karena ia menyadari untuk bisa menjadi lokasi kukerta STIA-NUSA tidaklah mudah, karena harus melalui beberapa tahap dan seleksi, karena banyaknya desa-desa yang mengusulkan dan menginginkan desanya menjadi lokasi Kukerta STIA-NUSA.

Sementara itu Bukhari Muallim selaku dosen pembimbing mengharapkan para mahasiswa bimbingannya, agar betul-betul dapat menjadi bagian dari masyarakat Desa Gunung Labu selama berada di lokasi, dengan demikian program kerja mahasiswa Kukerta diharapkan dapat berjalan dengan baik, disamping itu ia mengharapkan kepada mahasiswa bimbingannya untuk selalu berkoordinasi dengan kepala desa dalam menetapkan program kerja, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa Gunung Labu, lebih lanjut ia mengharapakan para mahasiswa untuk tetap menjaga kekompakan, persaudaraan dan mengedepankan mufakat dalam hal pengambilan keputusan dan menyelesaikan setiap masalah selama berada dilokasi.
 
(zen/Mediakerincinews.com)

Pleno KPU Diwarnai Aksi Protes Dan Kerancuan Data

Kerincigoogle.com, Kerinci - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten, Sabtu (19/4) mulai mengelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara. Secara umum, rapat berjalan aman dan lancar. Namun, di KPU Kabupaten Kerinci sempat diwarnai aksi protes para saksi partai, sementara di KPU Kabupaten Muarojambi terjadi kerancuan data.

Pantauan media ini, Sidang Pleno yang digelar KPU  Kabupaten Kerinci di Gedung Nasional Sungaipenuh, Sabtu (19/4) diprotes dari para saksi partai.

Salah satu saksi yang meminta proses sanggahan harus di selesaikan per PPK disampaikan saksi PAN. Mereka meminta PPK membacakan semua formulir, termasuk halaman dua yang berisikan daftar pemilih dan lainnya. Walaupun demikian, pleno berjalan aman dan lancar, karena KPU mengambil keputusan bahwa masalah sanggahan diselesaikan per PPK baru dilanjutkan ke PPK lain.

Ketua KPU Kerinci, Afdal yang memimpin jalannya pleno dalam sambutannya menjelaskan, pada umumnya Pemilu Legislatif 2014 di Kerinci berlangsung cukup aman, dan lancar. "Pemilu dapat berjalan dengan damai, pada hari perhitungan suara tidak ada gesekan," ujarnya.

Dikatakan Afdal, Desa Air Betung adalah salah satu desa yang terjadi perhitungan suara ulang (PSU) dikarenakan adanya surat Dapil 2 masuk ke Dapil 4. " PSU ini terjadi karena ada kesalahan pengiriman surat suara dapil 2 masuk ke Dapil 4," katanya.

Dalam sidang pleno ini, dihadiri oleh seluruh saksi parpol. Sebelum pleno terlihat Ketua KPU Kerinci melakukan pengecekan.

Rekapitulasi penghitungan suara di KPU Kabupaten Kerinci diawali dengan PPK Air Hangat Barat karena Air Hangat Barat yang kali pertama menyerahkan kotak suara ke KPU Kerinci. Kemudian disusul PPK Depati Tujuh, dan berikutnya Air Hangat.

Untuk kecamatan Air Hangat Barat partai Nasdem memperoleh suara 754 suara, kemudian PKB 181 suara, PKS 679 suara, PDIP 990 suara, Golkar 519 suara, Gerindra 791 suara, Demokrat 1303 suara, PAN 230 suara, PPP 120 suara, Hanura 110 suara, PBB 694 suara dan  PKPI 374 suara.
Sedangkan untuk Depati Tujuh, diketahui Nasdem memperoleh 92 suara, PKB 197 suara, PKS 601 suara, PDIP 431 suara, Golkar 1.374 suara, Gerindra 1.851 suara, Demokrat 375 suara, PAN 746 suara, PPP 3255 suara, Hanura 66 suara, PBB 1352 suara dan  PKPI 612 suara.

Sementara itu, untuk mengamankan jalan pleno KPU, Polres Kerinci menurunkan 100 personil. Hal ini disampaikan Kapolres Kerinci melalui Kasubag Humas Polres Kerinci Nuriswan. "Untuk mengamankan pleno 100 personil kita turunkan termasuk dari Brimob," jelasnya .

Sampai berita ini diturunkan, belum ada data pasti yang didapat soal berapa perolehan kursi per dapil untuk masing-masing partai, karena proses perhitungan masih berlangsung.

Di Kabupaten Muarojambi, dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan suara ditemukan kerancuan data. Kerancuan terjadi, karena adanya perbedaan data suara hasil pemilu yang ada dalam Formulir C1 dan yang ada dalam DA1 yang terjadi pada rekap suara di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kumpe Ilir, pada rekapitulasi suara DPRD Kabupaten.

Perbedaan ini belum diketahui apakah memang sebuah kesengajaan untuk menguntungkan salah satu caleg, atau hanya sekedar kesalahan administrasi saja, hal ini sedang dilakukan penyelidikan oleh pihak Panwaslu.

Anggota Panwau Kabupaten Muarojambi, Desi saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Ia mengatakan, pihaknya sedang melakukan pencarian akar masalahnya. "Memang benar ada perbedaan data antara C1 dan DA 1, kami belum tahu apakah sengaja atau tidak,"jawab Desi

Lebih lanjut, Desi mengatakan, bahwa permasalahan perbedaan data ini telah disikapi langsung oleh pihak KPU Muarojambi. "Langsung ditanggapi oleh KPU, disesuaikan antara C1 dengan DA1 DPRD Kabupaten,"imbuhnya singkat

Pihak KPUD Muarojambi saat dikonfirmasi membantah bahwa hal tersebut merupakan sebuah penggelembungan suara, tetapi hanya sebatas kesalahan teknis semata. "Itu bukan penggelembungan suara, tapi hanya kesalahan teknis, saat ini Pleno masih berlangsung dan hanya dilakukan penyesuaian data saja,"jawab Komisioner KPU Muarojambi, Sudirman.

Hingga kemarin malam rapat pleno terus berlangsung dengan rekapitulasi suara, rapat pleno ini dihadiri oleh seluruh PPK dan PPS yang ada di Kabupaten Muarojambi serta seluruh saksi masing-masing parpol.

Sementara itu, Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara Pemilu Legislatif 2014 di Kabupaten Batanghari Sabtu (19/4) digelar di Gedung Pemuda Muarabulian.

Sidang pleno yang dimulai pukul 9 pagi tersebut, dijaga ketat oleh pihak kepolisian dari Polres Batanghari, serta di bantu juga oleh personil brimob Polda Jambi.
sumber: jambi ekspres n Mediakerincinews.com

Hot Puan Maharani Siap Jadi Cawapres Jokowi


 
 
 
Jakarta - Saat ini Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan capres Joko Widodo tengah menggodok kriteria cawapres. Di tengah pembahasan serius ini muncul isu hangat, Ketua Bapilu PDIP Puan Maharani tertarik menjadi cawapres Jokowi. Serius?

Menurut sumber detikcom di internal PDIP, Puan Maharani telah menyampaikan kesiapannya jadi pendamping Jokowi itu ke sang ibu yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun sampai saat ini Mega belum memutuskan sosok cawapres pendamping Jokowi.

Memang Partai NasDem yang berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Jokowi sebagai capres tak memaksakan nama cawapres maupun menteri. Koalisi ini memang dibangun dalam kerangka kerja sama, bukan bagi-bagi kekuasaan ataupun dagang sapi. Tentu saja membuka peluang PDIP memunculkan capres-cawapres dari internal PDIP, atau kombinasi PDIP dengan cawapres profesional yang dipilih 'Queen Maker' Megawati.

Isu Puan disiapkan jadi pendamping Jokowi pernah muncul saat memasuki tahun 2014. Kala itu Eva Kusuma Sundari yang kini jadi Jubir PDIP pernah mengungkap adanya usulan duet Jokowi-Puan.

"Banyak skenario opsi Pak Jokowi dipasang-pasangkan dengan berbagai politisi baik diusulkan internal maupun eksternal PDIP. Kemarin dengan Mbak Puan serta sebelumnya dengan Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini)," tutur Eva kepada detikcom, Rabu (5/2) lalu.

Kala itu Jokowi belum ditetapkan jadi capres PDIP. Perolehan suara PDIP kala itu juga belum terlihat seperti hasil quick count saat ini. Dengan suara PDIP di kisaran 19%, untuk mengusung capres saja PDIP harus bergandengan dengan mitra koalisi. Mengusung capres-cawapres sendiri tentu sulit direalisasikan.

Puan sendiri memang terus mengkampanyekan pencapresan Jokowi saat kampanye Pileg. Setiap menjadi Jurkam, Puan terus membacakan surat perintah mensukseskan pencapresan Jokowi di hadapan ribuan massa PDIP. Isu juga sudah santer Puan ingin menjadi cawapres Jokowi. Namun isu ini perlahan mereda seiring munculnya sejumlah nama kandidat cawapres Jokowi yang lebih dikenal publik.

Kini saat isu itu kembali mengemuka, Puan pun sudah dikonfirmasi langsung. Puan tak memberikan jawaban tegas, seolah ingin melihat situasi terakhir nanti. Apalagi Puan lah yang nanti kemungkinan besar memimpin tim pemenangan pencapresan Jokowi.

"Masa sih? Tahu enggak Pak Jokowi (soal isu Jokowi-Puan)?" ujar Puan saat ditanya apakan dia menjadi kandidat cawapres Jokowi, di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, No 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2014).

Lalu apakah Puan yang bakal dipilih jadi cawapres Jokowi? Ataukah sang 'Tuan Putri' harus legowo melepas Jokowi ke kursi RI 1 bersama orang lain? Tentu keputusan akhir Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang paling menentukan.

Sumber : .detik.com

Lagi-lagi Kunci Jawaban UN Bocor di Sungai Penuh

Doc Tempo

Kerincigoogle.com, Sungai penuh- Hal yang selama ini menjadi pembicaraan baik dikalangan masyarakat ataupun dikalangan pemerintahan setiap tahun pelaksanaan UN, tentang kebocoran kunci jawaban masih saja terjadi.

Seperti  kemaren salah satu dari siswa SMA N 4 Sungai Penuh setelah selesai melaksanakan ujian UN dia menjelaskan kepada wartawan kerincigoogle kalau mereka mendapatkan kunci jawaban dari salah satu guru mereka.

    Kita sebut saja nama nya (budi/nama samaran) siswa tersebut  mengakui kalau mereka mendapatkan kunci jawaban dari guru mereka yang diberikan pada mereka saat ujian sedang berlangsung dalam penjelasannya si budi ini mengatakan kunci jawaban itu diberikan sesaat setelah soal diberikan sekitar 30 menit, kemudian diberikan kunci jawaban dan kunci jawaban itu dikumpulkan kembali kepada guru pada saat mau keluar dari ruangan.
 
"Kami diberikan kunci jawaban oleh guru sekolah kami setelah soal ujian diberikan, kira-kira 30 menit ujian berlangsung" Jelas Budi kepada Kerincigoogle.com.

    Dari  pengakuan siswa ini maka nampak jelaslah kecurangan yang masih terjadi di Sungai P enuh ini saat UNsedang berlansung..

    Dan sampai saat ini kepala sekolah SMA N 4 Sungai Penuh enggan untuk diwawancarai terkait kebocoran kunci jawaban tersebut. (Dimas/KG)

KotaK Suara TPS 1 Koto Limau Manis Dibongkar, Kemana Panwaslu Kota Sungai Penuh

Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - sebagai pengawas pemilu sudah seharusya sigap dalam pengawasan pemilihan umum, apalagi pemilu yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan negara.

Seperti kejadian tadi malam diduga telah terjadi pembongkaran kotak suara di tps 1 Koto Limau Manis kecematan Koto Baru oleh salah satu oknum tim kandidat calon legislatif, anehnya sewaktu diwawancarai dari kerincigoogle.com Ketua Panwaslu  "TONI" mengaku tidak mendapatkan informasi yang terjadi dilokasi tersebut.

“Kami Panwaslu sama sekali tidak mendapat info bahwa ada pembongkaran kotak suara soalnya di Kota Baru memang sangat sulit untuk diawasi karena kami sempat diusir oleh warga sana karena tidak mau diawasi oleh pihak yang berwajib maupun pihak dari panwas” ungkap nya ketika diminta keterangannya (Senin,14/4)  jam 1,30 siang tadi
Ari warga salah satu warga mengatakan bahwa Panwaslu memang tidak becus dalam pengawasan pemilu legislatif 2014 ini.
“Jika memang Panwaslu tidak sanggup masuk untuk mengawas di kecematan Koto Baru, apa salah nya meminta supaya Polres membawa anggota nya lebih banyak untuk mengawas di sana” (Dimas/KG)

Tanggapan Budi Vrihaspati Jauhari atas Press Release Antri Mariza Qadarsih (Keluarga Iskandar Zakaria)

Kerincigoogle.com, Sungai Penuh.  Pernyataan  Antri  Mariza Qadarsih, Dosen STIA Kerinci  yang juga  Putri Iskandar Zakaria  yang dimuat  pada  Media On Line Kerinci News  tanggal, 11 April 2014   dengan judul “KELUARGA ISKANDAR ZAKARIA Tentang Buku Mengenal Aksara Incung yang disusun oleh Budhi Vrihaspathi Jauhari dkk”  sangat tendesius, emosional dan kekanak kanakkan.
                Secara Pribadi dan  selaku penyusun  buku  saya  sangat menghargai kritikkan  dan semua masukkan yang disampaikan siapa saja  yang menyangkut buku  buku yang saya tulis  termasuk buku mengenal aksara Incung, hanya saja  sebagai seorang  sarjana  yang mengaku  berbudaya  sebaiknya  pernyataan yang disampaikan   menggunakan  adab dan sopan santun , apalagi  Antri Mariza Qadarsih kan seorang guru ,dosen dan putri seorang  yang konon  seorang Maestro Budayawan terkenal Iskandar Zakaria. Saya saja sangat menghargai dan sangat menghormati  ayahanda beliau yang saya anggap orang tua  sekaligus sebagai guru  besar budaya.

                Saya  mengakui bahwa buku Mengenal Aksara Incung yang saya terbitkan  dengan dana pribadi itu memang masih  jauh dari sempurna,  minimnya literatur dan  minimnya buku resmi yang diterbitkan  tentang  mengenal Aksara Incung Suku Kerinci Daerah Jambi  merupakan  kendala utama  bagi saya untuk mengangkat  peninggalan  peradaban dan kebudayaan  suku Kerinci termasuk Aksara Incung.
                Mesti diakui bahwa  apapun  bentuk buku yang dikarang pasti tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, dan kekurangan itu  masih bisa diperbaiki dan disempunakan, “hanya Al Qur’an dan hadist Nabi yang tidak bisa di tinjau ulang atau di Revisi,hanya saja untuk sebuah penyempurnaan kita memerlukan data dan bukti  yang lebih valid,bukan asal bunyi.

                Khusus mengenai Aksara Incung Suku Kerinci,  saya tidak pernah berguru  kepada Bapak Iskandar Zakaria,  dan Bapak Iskandar Zakaria tidak pernah  memberikan buku atau diktat  tentang aksara Incung Kepada  saya, dan  saya  akui  untuk  melengkapi data  dan literatur  saya pernah melakukan wawancara  pembanding seputaran aksara Incung suku Kerinci yang  nyaris Punah,  dan  nama beliau  tetap saya cantumkan dalam buku dan beliau termasuk salah satu  nara  sumber, tapi nara sumber saya bukan hanya beliau saja ada 20 orang tokoh yang saya  wawancarai  dan  dari 23   Nara Sumber termasuk Bapak Iskandar Zakaria saya cantumkan  sebagai nara sumber  nomor  urut 4 dari 23 orang nara sumber yang saya cantumkan.

                Mengenai isi  buku yang saya susun dan saya terbitkan itu  bukan menjadi urusan  dan bukan kapasitas  Antri Mariza Qadarsih untuk mengkritisi, memang siapa saja boleh mengkritik dan memberikan masukkan, akan tetapi  kritikkan yang disampaikan hendaknya menggunakan akal sehat dan mengedepankan  adab, apalagi  Antri Mariza Qadarsih kan seorang guru budaya, semestinya  jika ada yang salah atau belum tepat disampaikan dengan menggunakan bahasa yang santun karena  buku ini menyangkut budaya, berbeda pandangan dan  tafsiran  boleh boleh saja, di dunia ini  Hanya  Al Qur’an  dan Hadist Muttawatir yang tidak dapat di robah, pendapat boleh saja  berbeda, akan tetapi  sebagai seorang  guru budaya semestinya Antri Mariza Qadarsih  menjadi panutan yang di gugu dan ditiru bukan bersikap ke kanak kanakkan, silahkan kritik habis habisan, tapi gunakan  nalar akal sehat dan kritiklah isi buku bukan orang yang terlibat menulis buku.

                Buku itu  sudah 1,5 tahun terbit, dan  baru sekarang di kritik oleh Antri Mariza Qadarsih , saya pernah  mengundang  dialog budaya, tapi bapak Iskandar Zakaria berhalangan hadir,  terakhir saya mengundang  budayawan  dan beberapa perguruan Tinggi yang ada di Kerinci,  beliau pun juga juga tidak datang, jika  ada yang salah  kritiklah  dalam forum,bukan bicara seenak perut.

                Semestinya kritikkan disampaikan di depan forum resmi agar jelas dan terang benderang, bukan  lansung membuat statemen yang tak jelas  juntrungannya, yang benarpun akan ditafsir salah jika disampaikan  secara kekanak kanakkan.

Masalah nara sumber, jika keberatan silahkan  sampaikan dengan baik baik, data yang ada pada  saya belum tentu benar semuanya, apalagi data yang ada pada Antri Mariza Qadarsih  yang baru kemaren sore belajar dan menjadi guru budaya. Referensi dan wawancara  saya dengan tokoh dan budayawan, lengkap,  jika  ingin tahu silahkan datang ke rumah saya, atau undang saya kerumah agar kita bisa berdiskusi  untuk  saling memberikan masukkan untuk penyempurnaan isi buku, bukan  dengan cara membuat statemen (press release) di media.

Yang saya tahu  sejak saya  mempelajari Aksara Incung, saya belum pernah  melihat buku atau diktat yang ditulis atau di terbitkan oleh Bapak Iskandar Zakaria, kalaupun ada saya belum pernah  mendapatkan buku itu,  semestinya jika beliau punya  buku atau makalah tentang Aksara Incung tolong disampaikan agar  data menjadi jelas dan benar.

                Mengenai sumber   penelitian  aksara Incung, hampir semua  orang yang mengaku Pakar Incung  belajar  dengan kakek kandung saya : KH.Abdul Kadir Djamil (alm)  beliau seorang budayawan, pemangku adat  dan salah satu  nara sumber  peneliti Belanda Voorhovve  yang meneliti aksara Incung  di Kerinci, dan saya  banyak  memiliki  data dan tulisan tentang Incung yang  saya peroleh dari kakek saya dan beberapa orang budayawan diantaranya saya peroleh dari Bapak. Depati. H. Amirudddin Gusti, Bapak Depati. H. A. Norewan,BA(alm)  Bapak Depati. H. Alimin dan saya  sempat belajar  dengan  Bapak Depati. H. Hasril Meizal.

                Dan saya akui, bahwa saya  tidak pernah  belajar dan tidak pernah  meminta buku  Incung pada  Bapak Iskandar Zakaria, beberapa kali saya sempat berdiskusi dan melakukan wawancara dengan beliau tentang  Sejarah  Incung  untuk  keperluan  penulisan berita dan  sebagai salah satu nara sumber bagi saya untuk menulis buku Mengenal Aksara Incung.

                Mengenai  tulisan tulisan  Bapak Prof.DR.H.Amir Hakim Usman, saya  memiliki data, termasuk data dari Museum dan Perpustakaan Nasional dan Balai Bahasa Pusat dan saya tidak  memiliki kewenangan untuk menilai karya karya dan tulisan  orang lain.

                Mengenai Plagiator yang di tuduhkan oleh  Antri Mariza Qadarsih, mari  kita buktikan dulu, siapa yang plagiator dan  mencontek ,  pernyataan itu  itu sangat  naif ,tendensius,  dan sentimen pribadi  yang telah menonjol, saya kira sejak akhir abad ke ke  XIX   aksara Incung  tidak digunakan lagi oleh  masyarakat suku Kerinci,  masyarakat  beralih ke aksara  Arab  Melayu,  Sebelum Iskandar Zakaria  mempelajari  Aksara Incung  hanya ada beberapa  orang  asli suku  Kerinci yang dapat menulis dan  memahami aksara Incung, diantaranya tercatat nama KH. Abdul Kadir Djamil, M.Kabul Ahmad Dirajo, periode berikutnya terdapat nama  Depati H.Amiruddin Gusti, Depati.H.A.Norewan,BA,(alm) Depati.H.Alimin, & Iskandar Zakaria.

                Depati.H.A.Norewan,BA (alm) dalam  buku sederhana yang diterbitkan 3 Januari 1999  menyebutkan  bahwa  beliau mempelajari dan menulis serta memahami aksara Incung  setelah beliau  mempelajari aksara Incung   pada KH. Abdul Kadir Djamil sebagai Penggali Aksara Incung  pada tanggal  17 maret 1974, bahkan  Bapak Iskandar Zakaria pun juga mempelajari aksara Incung dari kakek saya KH.Abdul Kadir Djamil.

                Sumber  resmi  menyebutkan tulisan Rencong Kerinci, abjad dan tulisan itu ada di dalam buku W.Marsden yang dikeluarkan di London tahun 1834, abjad itu diperoleh  tahun 1811- dan tahun  1834, dan sekitar tahun 1825 masih ada orang Kerinci yang memahami tulisan itu, dan  sampai  akhir abad ke XX hanya terdapat  sekitar 5- 7 orang yang dapat menulis dan memahami aksara Incung, sebagian dari mereka  mempelajari Aksara itu pada kakek penulus KH.A.Kadir Djamil. Dengan demikian Iskandar Zakaria bukanlah  peneliti dan penggali  Aksara Incung pertama, memang  beliau pernah  mewacanakan untuk  menyempurnakan aksara Incung sesuai dengan selera  beliau, akan tetapi ditolak oleh sebagian besar para pemerhati dan peneliti Aksara Incung yang ada di alam Kerinci.

                Bapak Iskandar Zakaria bukanlah penemu aksara Incung, beliau juga meniru  dan menyalin aksara incung yang sudah  dibuat oleh nenek  moyang orang suku Kerinci, apakah  ini  bisa juga disebut  sebagai  plagiator?  Masalah tim penyusun, tim editor dan kurator  yang saya cantumkan itu  bukan urusan Antri  Mariza Qadarsih.

                Saya harap Antri Mariza Qadarsih belajar tentang perbedaan antara PENYUSUN dan PENULIS. sehingga tidak dengan mudahnya menggunakan kata "plagiator".

                Saya kira  jika dalam buku yang saya susun dan saya terbitkan  terdapat kesalahan dan kekurangan  itu  adalah  yang wajar, karena sebelum ini tidak ada buku mengenai Aksara Incung yang diterbitkan  secara Nasional, kalaupun ada yang salah  atau keliru dan belum lengkap, mari kita sempurnakan bersama  jika  kita benar benar  mau menggali dan merawat  Budaya Suku Kerinci, dan jika  buku saya dianggap salah silahkan Antri Mariza Qadarsih  tulis dan terbitkan buku karya sendiri,  jangan  menyalah- nyalahkan  karya orang lain, sementara Antri Mariza Qadarsih  dan Bapaknya sendiri  belum pernah  menulis dan menerbitkan buku tentang aksara Incung suku Kerinci daerah Jambi.

                Sebagai orang yang  menghargai  hasil kebudayaan nenek moyang sendiri, saya mencoba untuk tidak  mencari cari kesalahan orang lain, walaupun saya juga banyak tahu tentang kesalahan dan kelemahan orang lain, tapi tak elok lah kita membeberkan kesalahan orang lain, padahal kita sendiri  belum tentu tidak berbuat salah.

                Jujur  saja,  sebagai anak Kerinci,- saya sangat bangga  dengan  Bapak Iskandar Zakaria yang tekun  merawat  peninggalan peninggalan budaya suku Kerinci, meski harus pula diakui  sebagai manusia  tentu beliau juga tak lepas dari khilaf dan  alpa, apakah kekurangan yang ada disetiap diri kita  ekspos  kedunia luas ?  Marilah kita mencoba  belajar untuk menghormati  sekecil apapun pengabdian yang dilakukan  orang lain.

Salam Budaya
BUDI VRIHASPATHI JAUHARI
0812 81 31 6 234
Sumber  http://incung.com/tanggapan-budi-vrihaspati-jauhari-atas-press-release-antri-mariza-qadarsih-keluarga-iskandar-zakaria/

Unggul Diperhitungan Cepat Ami Taher Tunggu Hasil Hitung Resmi KPU


Kerincigoogle.com, Kerinci - Pasca pemungutan suara yang dilangsungkan kemarin, Selasa (9/4) semua parpol masih sedang menunggu rekapitulasi resmi dari KPU tentang perolehan kursi DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Namun demikian masing-masing parpol dan caleg sudah mendapatkan gambaran perolehan suara sementara dari hasil pantauan tim pemenangan masing-masing dilapangan.

Hasil konfirmasi Mediakerincinews.com dari hitungan cepat yang dilakukan diposko pemenangan Ami Taher calon legislatif untuk pusat dari partai PPP. Yayak Ketua Tim Pemenangan Ami Taher mengatakan, bahwa untuk sementara dari hasil rekapitulasi perolehan suara berdasarkan laporan tim dilapangan Ami Taher memperoleh suara merata disetiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi. Menurutnya yang sangat menggembirakan terkhusus untuk  Kerinci dan Sungai Penuh Ami Taher unggul jauh dari perolehan suara calon lain.

"Kita bersyukur, dari pantauan tim kita yang ada dilapangan bapak Ami Taher memperoleh suara merata disetiap daerah di Provinsi Jambi, sementara untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh Bapak Ami Taher unggul jauh dalam perolehan suara," ungkapnya pada Mediakerincinews.com tadi siang, Jum'at (11/4).

Menurut Yayak, dengan unggulnya Ami Taher di Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam perolehan suara dia optimis Ami Taher akan lolos dari partai PPP untuk duduk di Senayan.

Sementara ditempat terpisah, Ami Taher saat dikonfirmasi melalui ponsel tentang perolehan suara mengatakan, bahwa beberapa saat yang lalu dia baru saja mendapat laporan dari salah seorang timnya yang mengatakan bahwa Ami Taher unggul untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
"Baru saja saya mendapat informasi beberapa saat yang lalu dari tim kita, bahwa untuk Kerinci dan Sungai Penuh kita unggul, untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat dan simpatisan, namun demikian tentunya kita harus tetap bersabar menunggu penghitungan resmi dari KPU", katanya pada Mediakerincinews.com.

Lebih lanjut Ami Taher mengatakan bahwa dia berharap kepada pihak KPU, Panwaslu dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal penyelenggaraan pemilu ini, agar berjalan lancar dan sesuai dengan semangat demokrasi yang jujur dan adil. Kemudian ia menghimbau kepada semua calon untuk menerima apapun hasilnya nanti. (zen)
Sumber : Mediakerincinews.com

KERINCI

Dunia

 

© Copyright Kerinci 2010 -2011 | Modifikasi Oleh Tim Kerinci Google | Sungai Penuh Kota Sungai Penuh | Site Berita Dari Bumi Kerinci .
Setelah anda Copy, silahkan anda paste di bawah kode : Terserah Anda :) Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)