POLITIK

RELIGIUS

SUNGAI PENUH

TEBO

INFO DAN TIPS KESEHATAN

Hot Puan Maharani Siap Jadi Cawapres Jokowi


 
 
 
Jakarta - Saat ini Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan capres Joko Widodo tengah menggodok kriteria cawapres. Di tengah pembahasan serius ini muncul isu hangat, Ketua Bapilu PDIP Puan Maharani tertarik menjadi cawapres Jokowi. Serius?

Menurut sumber detikcom di internal PDIP, Puan Maharani telah menyampaikan kesiapannya jadi pendamping Jokowi itu ke sang ibu yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun sampai saat ini Mega belum memutuskan sosok cawapres pendamping Jokowi.

Memang Partai NasDem yang berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Jokowi sebagai capres tak memaksakan nama cawapres maupun menteri. Koalisi ini memang dibangun dalam kerangka kerja sama, bukan bagi-bagi kekuasaan ataupun dagang sapi. Tentu saja membuka peluang PDIP memunculkan capres-cawapres dari internal PDIP, atau kombinasi PDIP dengan cawapres profesional yang dipilih 'Queen Maker' Megawati.

Isu Puan disiapkan jadi pendamping Jokowi pernah muncul saat memasuki tahun 2014. Kala itu Eva Kusuma Sundari yang kini jadi Jubir PDIP pernah mengungkap adanya usulan duet Jokowi-Puan.

"Banyak skenario opsi Pak Jokowi dipasang-pasangkan dengan berbagai politisi baik diusulkan internal maupun eksternal PDIP. Kemarin dengan Mbak Puan serta sebelumnya dengan Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini)," tutur Eva kepada detikcom, Rabu (5/2) lalu.

Kala itu Jokowi belum ditetapkan jadi capres PDIP. Perolehan suara PDIP kala itu juga belum terlihat seperti hasil quick count saat ini. Dengan suara PDIP di kisaran 19%, untuk mengusung capres saja PDIP harus bergandengan dengan mitra koalisi. Mengusung capres-cawapres sendiri tentu sulit direalisasikan.

Puan sendiri memang terus mengkampanyekan pencapresan Jokowi saat kampanye Pileg. Setiap menjadi Jurkam, Puan terus membacakan surat perintah mensukseskan pencapresan Jokowi di hadapan ribuan massa PDIP. Isu juga sudah santer Puan ingin menjadi cawapres Jokowi. Namun isu ini perlahan mereda seiring munculnya sejumlah nama kandidat cawapres Jokowi yang lebih dikenal publik.

Kini saat isu itu kembali mengemuka, Puan pun sudah dikonfirmasi langsung. Puan tak memberikan jawaban tegas, seolah ingin melihat situasi terakhir nanti. Apalagi Puan lah yang nanti kemungkinan besar memimpin tim pemenangan pencapresan Jokowi.

"Masa sih? Tahu enggak Pak Jokowi (soal isu Jokowi-Puan)?" ujar Puan saat ditanya apakan dia menjadi kandidat cawapres Jokowi, di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, No 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2014).

Lalu apakah Puan yang bakal dipilih jadi cawapres Jokowi? Ataukah sang 'Tuan Putri' harus legowo melepas Jokowi ke kursi RI 1 bersama orang lain? Tentu keputusan akhir Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang paling menentukan.

Sumber : .detik.com

Lagi-lagi Kunci Jawaban UN Bocor di Sungai Penuh

Doc Tempo

Kerincigoogle.com, Sungai penuh- Hal yang selama ini menjadi pembicaraan baik dikalangan masyarakat ataupun dikalangan pemerintahan setiap tahun pelaksanaan UN, tentang kebocoran kunci jawaban masih saja terjadi.

Seperti  kemaren salah satu dari siswa SMA N 4 Sungai Penuh setelah selesai melaksanakan ujian UN dia menjelaskan kepada wartawan kerincigoogle kalau mereka mendapatkan kunci jawaban dari salah satu guru mereka.

    Kita sebut saja nama nya (budi/nama samaran) siswa tersebut  mengakui kalau mereka mendapatkan kunci jawaban dari guru mereka yang diberikan pada mereka saat ujian sedang berlangsung dalam penjelasannya si budi ini mengatakan kunci jawaban itu diberikan sesaat setelah soal diberikan sekitar 30 menit, kemudian diberikan kunci jawaban dan kunci jawaban itu dikumpulkan kembali kepada guru pada saat mau keluar dari ruangan.
 
"Kami diberikan kunci jawaban oleh guru sekolah kami setelah soal ujian diberikan, kira-kira 30 menit ujian berlangsung" Jelas Budi kepada Kerincigoogle.com.

    Dari  pengakuan siswa ini maka nampak jelaslah kecurangan yang masih terjadi di Sungai P enuh ini saat UNsedang berlansung..

    Dan sampai saat ini kepala sekolah SMA N 4 Sungai Penuh enggan untuk diwawancarai terkait kebocoran kunci jawaban tersebut. (Dimas/KG)

KotaK Suara TPS 1 Koto Limau Manis Dibongkar, Kemana Panwaslu Kota Sungai Penuh

Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - sebagai pengawas pemilu sudah seharusya sigap dalam pengawasan pemilihan umum, apalagi pemilu yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan negara.

Seperti kejadian tadi malam diduga telah terjadi pembongkaran kotak suara di tps 1 Koto Limau Manis kecematan Koto Baru oleh salah satu oknum tim kandidat calon legislatif, anehnya sewaktu diwawancarai dari kerincigoogle.com Ketua Panwaslu  "TONI" mengaku tidak mendapatkan informasi yang terjadi dilokasi tersebut.

“Kami Panwaslu sama sekali tidak mendapat info bahwa ada pembongkaran kotak suara soalnya di Kota Baru memang sangat sulit untuk diawasi karena kami sempat diusir oleh warga sana karena tidak mau diawasi oleh pihak yang berwajib maupun pihak dari panwas” ungkap nya ketika diminta keterangannya (Senin,14/4)  jam 1,30 siang tadi
Ari warga salah satu warga mengatakan bahwa Panwaslu memang tidak becus dalam pengawasan pemilu legislatif 2014 ini.
“Jika memang Panwaslu tidak sanggup masuk untuk mengawas di kecematan Koto Baru, apa salah nya meminta supaya Polres membawa anggota nya lebih banyak untuk mengawas di sana” (Dimas/KG)

Tanggapan Budi Vrihaspati Jauhari atas Press Release Antri Mariza Qadarsih (Keluarga Iskandar Zakaria)

Kerincigoogle.com, Sungai Penuh.  Pernyataan  Antri  Mariza Qadarsih, Dosen STIA Kerinci  yang juga  Putri Iskandar Zakaria  yang dimuat  pada  Media On Line Kerinci News  tanggal, 11 April 2014   dengan judul “KELUARGA ISKANDAR ZAKARIA Tentang Buku Mengenal Aksara Incung yang disusun oleh Budhi Vrihaspathi Jauhari dkk”  sangat tendesius, emosional dan kekanak kanakkan.
                Secara Pribadi dan  selaku penyusun  buku  saya  sangat menghargai kritikkan  dan semua masukkan yang disampaikan siapa saja  yang menyangkut buku  buku yang saya tulis  termasuk buku mengenal aksara Incung, hanya saja  sebagai seorang  sarjana  yang mengaku  berbudaya  sebaiknya  pernyataan yang disampaikan   menggunakan  adab dan sopan santun , apalagi  Antri Mariza Qadarsih kan seorang guru ,dosen dan putri seorang  yang konon  seorang Maestro Budayawan terkenal Iskandar Zakaria. Saya saja sangat menghargai dan sangat menghormati  ayahanda beliau yang saya anggap orang tua  sekaligus sebagai guru  besar budaya.

                Saya  mengakui bahwa buku Mengenal Aksara Incung yang saya terbitkan  dengan dana pribadi itu memang masih  jauh dari sempurna,  minimnya literatur dan  minimnya buku resmi yang diterbitkan  tentang  mengenal Aksara Incung Suku Kerinci Daerah Jambi  merupakan  kendala utama  bagi saya untuk mengangkat  peninggalan  peradaban dan kebudayaan  suku Kerinci termasuk Aksara Incung.
                Mesti diakui bahwa  apapun  bentuk buku yang dikarang pasti tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, dan kekurangan itu  masih bisa diperbaiki dan disempunakan, “hanya Al Qur’an dan hadist Nabi yang tidak bisa di tinjau ulang atau di Revisi,hanya saja untuk sebuah penyempurnaan kita memerlukan data dan bukti  yang lebih valid,bukan asal bunyi.

                Khusus mengenai Aksara Incung Suku Kerinci,  saya tidak pernah berguru  kepada Bapak Iskandar Zakaria,  dan Bapak Iskandar Zakaria tidak pernah  memberikan buku atau diktat  tentang aksara Incung Kepada  saya, dan  saya  akui  untuk  melengkapi data  dan literatur  saya pernah melakukan wawancara  pembanding seputaran aksara Incung suku Kerinci yang  nyaris Punah,  dan  nama beliau  tetap saya cantumkan dalam buku dan beliau termasuk salah satu  nara  sumber, tapi nara sumber saya bukan hanya beliau saja ada 20 orang tokoh yang saya  wawancarai  dan  dari 23   Nara Sumber termasuk Bapak Iskandar Zakaria saya cantumkan  sebagai nara sumber  nomor  urut 4 dari 23 orang nara sumber yang saya cantumkan.

                Mengenai isi  buku yang saya susun dan saya terbitkan itu  bukan menjadi urusan  dan bukan kapasitas  Antri Mariza Qadarsih untuk mengkritisi, memang siapa saja boleh mengkritik dan memberikan masukkan, akan tetapi  kritikkan yang disampaikan hendaknya menggunakan akal sehat dan mengedepankan  adab, apalagi  Antri Mariza Qadarsih kan seorang guru budaya, semestinya  jika ada yang salah atau belum tepat disampaikan dengan menggunakan bahasa yang santun karena  buku ini menyangkut budaya, berbeda pandangan dan  tafsiran  boleh boleh saja, di dunia ini  Hanya  Al Qur’an  dan Hadist Muttawatir yang tidak dapat di robah, pendapat boleh saja  berbeda, akan tetapi  sebagai seorang  guru budaya semestinya Antri Mariza Qadarsih  menjadi panutan yang di gugu dan ditiru bukan bersikap ke kanak kanakkan, silahkan kritik habis habisan, tapi gunakan  nalar akal sehat dan kritiklah isi buku bukan orang yang terlibat menulis buku.

                Buku itu  sudah 1,5 tahun terbit, dan  baru sekarang di kritik oleh Antri Mariza Qadarsih , saya pernah  mengundang  dialog budaya, tapi bapak Iskandar Zakaria berhalangan hadir,  terakhir saya mengundang  budayawan  dan beberapa perguruan Tinggi yang ada di Kerinci,  beliau pun juga juga tidak datang, jika  ada yang salah  kritiklah  dalam forum,bukan bicara seenak perut.

                Semestinya kritikkan disampaikan di depan forum resmi agar jelas dan terang benderang, bukan  lansung membuat statemen yang tak jelas  juntrungannya, yang benarpun akan ditafsir salah jika disampaikan  secara kekanak kanakkan.

Masalah nara sumber, jika keberatan silahkan  sampaikan dengan baik baik, data yang ada pada  saya belum tentu benar semuanya, apalagi data yang ada pada Antri Mariza Qadarsih  yang baru kemaren sore belajar dan menjadi guru budaya. Referensi dan wawancara  saya dengan tokoh dan budayawan, lengkap,  jika  ingin tahu silahkan datang ke rumah saya, atau undang saya kerumah agar kita bisa berdiskusi  untuk  saling memberikan masukkan untuk penyempurnaan isi buku, bukan  dengan cara membuat statemen (press release) di media.

Yang saya tahu  sejak saya  mempelajari Aksara Incung, saya belum pernah  melihat buku atau diktat yang ditulis atau di terbitkan oleh Bapak Iskandar Zakaria, kalaupun ada saya belum pernah  mendapatkan buku itu,  semestinya jika beliau punya  buku atau makalah tentang Aksara Incung tolong disampaikan agar  data menjadi jelas dan benar.

                Mengenai sumber   penelitian  aksara Incung, hampir semua  orang yang mengaku Pakar Incung  belajar  dengan kakek kandung saya : KH.Abdul Kadir Djamil (alm)  beliau seorang budayawan, pemangku adat  dan salah satu  nara sumber  peneliti Belanda Voorhovve  yang meneliti aksara Incung  di Kerinci, dan saya  banyak  memiliki  data dan tulisan tentang Incung yang  saya peroleh dari kakek saya dan beberapa orang budayawan diantaranya saya peroleh dari Bapak. Depati. H. Amirudddin Gusti, Bapak Depati. H. A. Norewan,BA(alm)  Bapak Depati. H. Alimin dan saya  sempat belajar  dengan  Bapak Depati. H. Hasril Meizal.

                Dan saya akui, bahwa saya  tidak pernah  belajar dan tidak pernah  meminta buku  Incung pada  Bapak Iskandar Zakaria, beberapa kali saya sempat berdiskusi dan melakukan wawancara dengan beliau tentang  Sejarah  Incung  untuk  keperluan  penulisan berita dan  sebagai salah satu nara sumber bagi saya untuk menulis buku Mengenal Aksara Incung.

                Mengenai  tulisan tulisan  Bapak Prof.DR.H.Amir Hakim Usman, saya  memiliki data, termasuk data dari Museum dan Perpustakaan Nasional dan Balai Bahasa Pusat dan saya tidak  memiliki kewenangan untuk menilai karya karya dan tulisan  orang lain.

                Mengenai Plagiator yang di tuduhkan oleh  Antri Mariza Qadarsih, mari  kita buktikan dulu, siapa yang plagiator dan  mencontek ,  pernyataan itu  itu sangat  naif ,tendensius,  dan sentimen pribadi  yang telah menonjol, saya kira sejak akhir abad ke ke  XIX   aksara Incung  tidak digunakan lagi oleh  masyarakat suku Kerinci,  masyarakat  beralih ke aksara  Arab  Melayu,  Sebelum Iskandar Zakaria  mempelajari  Aksara Incung  hanya ada beberapa  orang  asli suku  Kerinci yang dapat menulis dan  memahami aksara Incung, diantaranya tercatat nama KH. Abdul Kadir Djamil, M.Kabul Ahmad Dirajo, periode berikutnya terdapat nama  Depati H.Amiruddin Gusti, Depati.H.A.Norewan,BA,(alm) Depati.H.Alimin, & Iskandar Zakaria.

                Depati.H.A.Norewan,BA (alm) dalam  buku sederhana yang diterbitkan 3 Januari 1999  menyebutkan  bahwa  beliau mempelajari dan menulis serta memahami aksara Incung  setelah beliau  mempelajari aksara Incung   pada KH. Abdul Kadir Djamil sebagai Penggali Aksara Incung  pada tanggal  17 maret 1974, bahkan  Bapak Iskandar Zakaria pun juga mempelajari aksara Incung dari kakek saya KH.Abdul Kadir Djamil.

                Sumber  resmi  menyebutkan tulisan Rencong Kerinci, abjad dan tulisan itu ada di dalam buku W.Marsden yang dikeluarkan di London tahun 1834, abjad itu diperoleh  tahun 1811- dan tahun  1834, dan sekitar tahun 1825 masih ada orang Kerinci yang memahami tulisan itu, dan  sampai  akhir abad ke XX hanya terdapat  sekitar 5- 7 orang yang dapat menulis dan memahami aksara Incung, sebagian dari mereka  mempelajari Aksara itu pada kakek penulus KH.A.Kadir Djamil. Dengan demikian Iskandar Zakaria bukanlah  peneliti dan penggali  Aksara Incung pertama, memang  beliau pernah  mewacanakan untuk  menyempurnakan aksara Incung sesuai dengan selera  beliau, akan tetapi ditolak oleh sebagian besar para pemerhati dan peneliti Aksara Incung yang ada di alam Kerinci.

                Bapak Iskandar Zakaria bukanlah penemu aksara Incung, beliau juga meniru  dan menyalin aksara incung yang sudah  dibuat oleh nenek  moyang orang suku Kerinci, apakah  ini  bisa juga disebut  sebagai  plagiator?  Masalah tim penyusun, tim editor dan kurator  yang saya cantumkan itu  bukan urusan Antri  Mariza Qadarsih.

                Saya harap Antri Mariza Qadarsih belajar tentang perbedaan antara PENYUSUN dan PENULIS. sehingga tidak dengan mudahnya menggunakan kata "plagiator".

                Saya kira  jika dalam buku yang saya susun dan saya terbitkan  terdapat kesalahan dan kekurangan  itu  adalah  yang wajar, karena sebelum ini tidak ada buku mengenai Aksara Incung yang diterbitkan  secara Nasional, kalaupun ada yang salah  atau keliru dan belum lengkap, mari kita sempurnakan bersama  jika  kita benar benar  mau menggali dan merawat  Budaya Suku Kerinci, dan jika  buku saya dianggap salah silahkan Antri Mariza Qadarsih  tulis dan terbitkan buku karya sendiri,  jangan  menyalah- nyalahkan  karya orang lain, sementara Antri Mariza Qadarsih  dan Bapaknya sendiri  belum pernah  menulis dan menerbitkan buku tentang aksara Incung suku Kerinci daerah Jambi.

                Sebagai orang yang  menghargai  hasil kebudayaan nenek moyang sendiri, saya mencoba untuk tidak  mencari cari kesalahan orang lain, walaupun saya juga banyak tahu tentang kesalahan dan kelemahan orang lain, tapi tak elok lah kita membeberkan kesalahan orang lain, padahal kita sendiri  belum tentu tidak berbuat salah.

                Jujur  saja,  sebagai anak Kerinci,- saya sangat bangga  dengan  Bapak Iskandar Zakaria yang tekun  merawat  peninggalan peninggalan budaya suku Kerinci, meski harus pula diakui  sebagai manusia  tentu beliau juga tak lepas dari khilaf dan  alpa, apakah kekurangan yang ada disetiap diri kita  ekspos  kedunia luas ?  Marilah kita mencoba  belajar untuk menghormati  sekecil apapun pengabdian yang dilakukan  orang lain.

Salam Budaya
BUDI VRIHASPATHI JAUHARI
0812 81 31 6 234
Sumber  http://incung.com/tanggapan-budi-vrihaspati-jauhari-atas-press-release-antri-mariza-qadarsih-keluarga-iskandar-zakaria/

Unggul Diperhitungan Cepat Ami Taher Tunggu Hasil Hitung Resmi KPU


Kerincigoogle.com, Kerinci - Pasca pemungutan suara yang dilangsungkan kemarin, Selasa (9/4) semua parpol masih sedang menunggu rekapitulasi resmi dari KPU tentang perolehan kursi DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Namun demikian masing-masing parpol dan caleg sudah mendapatkan gambaran perolehan suara sementara dari hasil pantauan tim pemenangan masing-masing dilapangan.

Hasil konfirmasi Mediakerincinews.com dari hitungan cepat yang dilakukan diposko pemenangan Ami Taher calon legislatif untuk pusat dari partai PPP. Yayak Ketua Tim Pemenangan Ami Taher mengatakan, bahwa untuk sementara dari hasil rekapitulasi perolehan suara berdasarkan laporan tim dilapangan Ami Taher memperoleh suara merata disetiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi. Menurutnya yang sangat menggembirakan terkhusus untuk  Kerinci dan Sungai Penuh Ami Taher unggul jauh dari perolehan suara calon lain.

"Kita bersyukur, dari pantauan tim kita yang ada dilapangan bapak Ami Taher memperoleh suara merata disetiap daerah di Provinsi Jambi, sementara untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh Bapak Ami Taher unggul jauh dalam perolehan suara," ungkapnya pada Mediakerincinews.com tadi siang, Jum'at (11/4).

Menurut Yayak, dengan unggulnya Ami Taher di Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam perolehan suara dia optimis Ami Taher akan lolos dari partai PPP untuk duduk di Senayan.

Sementara ditempat terpisah, Ami Taher saat dikonfirmasi melalui ponsel tentang perolehan suara mengatakan, bahwa beberapa saat yang lalu dia baru saja mendapat laporan dari salah seorang timnya yang mengatakan bahwa Ami Taher unggul untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
"Baru saja saya mendapat informasi beberapa saat yang lalu dari tim kita, bahwa untuk Kerinci dan Sungai Penuh kita unggul, untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat dan simpatisan, namun demikian tentunya kita harus tetap bersabar menunggu penghitungan resmi dari KPU", katanya pada Mediakerincinews.com.

Lebih lanjut Ami Taher mengatakan bahwa dia berharap kepada pihak KPU, Panwaslu dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal penyelenggaraan pemilu ini, agar berjalan lancar dan sesuai dengan semangat demokrasi yang jujur dan adil. Kemudian ia menghimbau kepada semua calon untuk menerima apapun hasilnya nanti. (zen)
Sumber : Mediakerincinews.com

AJB Walikota Sungai Penuh Gunakan Hak Pilih Di TPS I Desa Koto Tuo


Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - (09/04) Walikota Sungai Penuh AJB bersama dengan ibu Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh yang didampingi oleh putranya Fikar Azami pada pukul 11.00 wib menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan legislatif (pileg). Walikota Sungai Penuh menggunakan hak suaranya di TPS I Desa Koto Tuo Kec. Tanah Kampung Kota Sungai Penuh.
Kedatangan walikota  kelokasi pemilihan disambut dengan riang gembira warga setempat. 

AJB dengan mengenakan kaca mata hitamnya itu, tampak santai masuk kebilik suara. Mereka berderetan, paling pojok kanan di TPS I Koto Tuo tempatnya mencoblos, disamping kirinya lagi Emizola, dan disamping kiri Emizola adalah bilik Fikar Azami yang juga merupakan salah satu caleg kuat di Partai Demokrat yang banyak diramalkan bakal duduk di gedung dewan Kota Sungai Penuh ini.

Setelah menggunakan hak suara AJB langsung memantau lokasi TPS Koto Dumo Kec. Tanah dan lokasi TPS lainnya yang tersebar di Kota Sungai Penuh/ (KG)

Adirozal Nyoblos di TPS 3 Koto Beringin

Kerincigoogle.com, KERÍNCÍ - Bupati Kerinci Adirozal pada pagi hari menggunakan hak suaranya di TPS 3 Koto Beringin Kec. Siulak Kabupaten Kerinci.

Adirozal bersama isteri juga didampingi anak kandungnya. Dengan kostum kemeja peci hitam sedangkan sang isteri mengenakan kostum biru dan jilbab biru. Demikian juga dengan putranya mengenakan kostum berwarna biru.

Sementara itu di TPS I Desa Koto Beringin sendiri beberapa warga berbondong-bondong menuju TPS. Namun demikian, hingga pukul 08.30 wib acara pencoblosan belum dimulai. Padahal semua panitia dan juga saksi-saksi caleg juga terlihat telah duduk pada kursi yang telah disiapkan panitia.
Menurut salah satu petugas TPS mengatakan seyogya acara pencoblosan sudah bisa dimulai. Namun, saat ini pihak panitia masih menunggu persiapan panitia yakni mempersiapkan surat suara yang hendak digunakan.

Ditempat terpisah Wabup Kab. Kerinci Zainal Abidin menggunakan hak pilihnya di Desa Koto Iman Kec. Danau KerÍnci.

Renungan Buat Anak Negeri


Hikayat Perjalanan Tokoh Politik Kerinci

Oleh : Damasrizal


Di suatu ketika, seorang tokoh politik kerinci melakukan perjalanan ke kota medan, ditengah kota medan yang metropolitan dan hiruk pikuk kegiatan si tokoh politik kerinci berkeliling. Di persimpangan  ditengah-tengah kota medan, beliau bertemu dengan tukang becak, beliau meminta kepada tukang becak tersebut untuk membawanya berkeliling kota medan, “pak, saya mau berkeliling di kota medan, melihat kota medan” kata sang tokoh kepada si tukang becak.

Lalu si tukang becak meminta ia untuk naik diatas becak, dan mulai mengayuh becaknya, berkeliling dalam kota medan yang dikenal dengan kota metropolitan di pulau sumatera ini. Pada tengah hari, lelah berkeliling dan sitokoh tahu betul begitu letih si tukang becak mengayuh sepeda, si tokoh mengajak si tukang becak makan siang di salah satu rumah makan restoran, namun anehnya si tukang becak tidak mau makan di dalam rumah makan, ia membawa nasinya ke dalam becaknya, dan disanalah ia makan.

“makan di dalam pak” kata si tokoh kepada si tukang becak, apa kata si tukang becak, “cukup didalam becak saya saja pak” katanya kepada sitokoh.

Setelah beristirahat dan makan siang,  si tokoh kembali mengajak situkang becak melanjutkan perjalanan keliling kota medan, hingga pukul 16.00 wib, dan pada akhirnya berhenti di hotel garuda dimana tempat ia menginap.

Keluar dari becak sitokoh tersebut mengeluarkan dompet dan memberikan ongkos kepada si tukang becak uang Rp. 100.000,- namun begitu terkejutnya dia ketika mendengar apa jawaban dari situkang becak, “cukup Rp. 70.000,- saja, sebab biasanya penghasilan saya paling banyak  Rp. 50.000,- jadi karena sore saya tidak lagi keluar saya ambil Rp.70.000,- “ katanya kepada si tokoh.

Mendengar jawaban si tukang becak, si tokoh menjawab “begini pak, sisa yang Rp.30.000,- saya kasih bapak Rp. 10.000,- untuk beli rokok bapak, Rp. 20.000,- untuk belanja anak-anak” kata si tokoh.

“kalau begitu saya terima pak, terima kasih banyak, nanti malam saya tidak keluar lagi” katanya.

Si tukang becak langsung pulang, mengayuh becaknya dengan semangat meskipun sudah begitu lelah selama seharian mengayuh keliling kota medan, didalam hati si tokoh berkata, “saya tidak menduga ada situkang becak hidup di kakilima bebas dan merdeka bisa dikatakan preman, namun didalam hatinya masih tersimpan kejujuran dan ketulusan” kata sitokoh.

Beberapa bulan kemudian sitokoh mengunjungi kota bukit tinggi Sumatera Barat, pengalaman di bukit tinggi hampir sama dengan di kota medan, saat malam tiba dia ingat ingin menyantap sate disalah satu pedagang sate kaki lima di tengah kota bukit tinggi. Namun setelah asyik menyantap sate si tokoh ingin merokok tapi saying dia kehabisan rokok, kebetulan di sekitar pedagang sate,  tidak ada yang menjual rokok, karena tidak ingin repot, ia melihat ada sekelompok anak muda bertato dan ia menduga mereka itu adalah preman, dalam hatinya berkata. “saya akan coba minta bantu preman di luar untuk membantu saya beli rokok” katanya.

Lalu sitokoh memanggil preman tersebut, salah satu diantara dari mereka datang dan si tokoh langsung berkata, “mohon maaf, saya mau meminta tolong, rokok saya sudah habis, jika bisa tolong beli rokok untuk saya” katanya sambil memberikan uang Rp. 50.000,-.

“baik pak” jawab si preman. Didalam hati sitokoh tersebut, “ini adalah sebuah uji coba, apakah preman tersebut akan datang membawa satu bungkus rokok untuknya, atau uangnya dibawa kabur ” katanya.

Berselang 5 menit, si preman datang, dan menyerahkan satu bungkus rokok dan kembalian uang Rp. 40.000,-.  si tokoh kaget, dan mengatakan, “apa untuk bapak ada di beli rokok?” katanya.

“tidak pak, saya sudah ada rokok” jawab si preman.

Lalu si tokoh memberikannya uang Rp. 20.000,- kepada si preman untuk membeli rokok, baru ia menerima uang dari si tokoh.

Beberapa hari kemudian si tokoh kembali ke kerinci, pada saat shalat zuhur di mesjid baiturrahman Sungai Penuh, ia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan tempat parkir seperti biasanya, setelah shalat, ia mengambil mobil untuk melanjukan aktifitasnya, ia kemudian memberikan uang sebesar Rp. 100.000,- kepada si tukang parkir, maksudnya memang ingin memberinya uang. Tetapi si tukang parkir menjawab “pak maaf cuma 1.000”  menolak uang si tokoh.

Mendengar jawaban dari si tukang parkir si tokoh bertanya kenapa menolak, si tukang parkir menjawab “tidak usah pak,  jumlah Rp.100.000,- terlampau banyak“.

Dari kisah di atas apa yang bisa di petik?

    · Menurut penulis ada beberapa otokritik atau instrospeksi terhadap tingkah dan sikap kita, ketika para orang-orang kecil masih berbicara dengan hati nurani saat berurusan dengan uang pemberian hasil keringat  mereka karena tidak setimpal dengan jerih payahnya.
    · Sayang sekali dalam menghadapi pemilu 9 April 2014,  apakah pernah kita berbicara dengan nurani kita,  seolah kita tidak pernah merasa cukup dengan uang,  ketika harus memilih wakil di DPRD, DPR ukuran kita adalah uang.
    · Bahwa memberi suara atau berpartisipasi dalam pemilihan umum itu adalah SEDEKAH,  janganlah sedekah kita di ukur dengan uang, atau sedekah kita harus dibayar.
    · Pernahkah kita berpikir  Apa Jadinya dan Apa yang Akan Dilakukan Oleh Para Anggota DPRD ini nantinya ketika Duduk di DPRD dan DPR ini. Kalau kita memilih hanya karena UANG. Pilihlah yang anda yakini mampu menjadi memperjuangkan pembangunan daerah dan memang sudah terbukti mau mengurus masyarakat, bukan yang terpilih nanti hanya untuk dirinya sendiri !!!

Berbicaralah dengan hati nurani anda,
wajarkah menjual suara untuk menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan

uang hanyalah alat, pilihan kita adalah hak

renungkanlah dengan hati dan pikiran yang bersih……!!!

Ketua Panwaslu : Djasri Murni Langgar Aturan "Kampanye Dialogis "di Kantor Kepala Desa

Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - Setelah Indrawati Sukadis dan Nuzran Joher dipanggil Panwaslu Kota Sungai Penuh terkait indikasi pelanggaran UU Pemilu, kemarin Panwaslu Kota Sungai Penuh Juga memanggil Hj.Djasri Murni Si'in, pemanggilan yang dilakukan juga terkait pelanggaran yang telah dilakukan oleh Hj. Djasri Murni. 

Menurut bunyi dari UU  No.8 tahun 2012 pasal 86 ayat 1 huruf H, "Pelaksana kampanye dilarang menggunakan facilatate pemerintah, tempat ibadah, tempat pemerintah" dan ayat 2 huruf E, "Pelaksana kampanye dilarang mengikut sertakan PNS".

"Ibu Djasri Murni caleg dari partai Hanura menggunakan kantor kepala desa untuk kampanye dirinya di Sungai  Liuk dan melibatkan PNS, hal ini bertentangan dengan UU Pemilu. Selaku Panwaslu saya tidak akan pilih bulu dalam menerapkan aturan dan undang-undang yang berlaku, partai apapun akan kita proses sesuai dengan tugas dan wewenang Panwaslu, hal itu tidak dibolehkan" Ujar Toni Ketua Panwaslu Kota Sungai Penuh.

Sementara itu Hj.Djasri Murni sampai berita ini diturunkan tidak bisa dihubungi. (Dimas/KG)

Indrawati Sukadis Dan Nuzran Joher Terindikasi Langgar UU Pemilu

Kerincigoogle.com, Sungai Penuh - Menjelang minggu terakhir putaran kampanye, panwaslu Kota Sungai Penuh pada 27 Maret 2014 lalu gelar perkara yang dihadiri oleh pihak Kejaksaan dan Polres Kerinci. Hal ini terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Indrawati Sukadis seorang calon legislatif DPR RI dan calon anggota DPD-RI Nuzran Joher.

Gelar perkara itu membahas tentang indikasi pelanggaran undang-undang pemilu, dugaan money politic, dan keterlibatan anak-anak dibawah umur yang diikut sertakan dalam kampanye beberapa hari yang lalu.
Undangan klarifikasi Panwaslu Kota Sungai Penuh kepada Indrawati Sukadis No.10/TM//Pileg/III/2014. Indrawati Sukadis bersama Nuzran Joher terindikasi melanggar UU No. 8 tahun 2012 tentàng Pemilu anggota DPR, yakni pasal 86 ayat I huruf i isinya, membawa atau menggunakan tanda gambar atau atribut selain tanda gambar caleg peserta pemilu bersangkutan.

Toni Índrayadi kepada Kerincigoogle.com  mengatakan bahwa Nuzran Joher dan Indrawati Sukadis melanggar UÙ nomor 8 tahun 2012 dan pasal 86 ayat I huruf i.
"Dalam undang-undang telah diatur. Seperti pelanggaran pasal 86 ayat I huruf i yang isinya, membawa atau menggunakan tanda gambar atau atribut selain tanda gambar atau atribut peserta pémilu. Demikian juga pasal 32 ayat I poin k isinya, pelaksana, peserta dan petugas kampanye dilarang memobilisasi warga warga negara Indonesia yang belum memenuhi syarat sebagai pemilih," jelas Toni Ketua Panwaslu Kota Sungai Penuh.

Ketua Panwaslu Sungai Penuh mengatakan pihak Panwaslu telah bekerja secara profesional.
"Artinya, dalam mengawal jalannya pemilu kita berjalan sesuai prosedur yang ditentukan. Dalam menerima laporan kami tidak pandang bulu, terlepas terbukti atau tidak kita sudah bekerja, " Ujarnya. 

Bahwa sesuai dengan kewenangan Panwaslu yang berdasarkan Peraturan Banwaslu nomor 13 tahun 2012. Bahwa penyelenggaraan pengawasan Pemilu adalah tugas dan fungsi Panwaslu dan Panwaslu Kota Sungai Penuh akn serius menindaklanjuti temuan-temuan yang ada dilapangan.

Toni menambahkan, hasil gelar perkara tersebut, pihaknya masih kekurangan bukti. Namun, pihak Panwaslu akan segera melengkapi bukti yang kurang itu, seperti meminta keterangan saksi-sakti yakni anak-anak dan ibu-ibu yang terindikasi menerima 'Uang' dari caleg tersebut. Nuzran Joher dan Indrawati Sukadir belum dapat dikonfirmasi sampai berita ini diturunkan.


  (Dimas/KG)

KERINCI

Dunia

 

© Copyright Kerinci 2010 -2011 | Modifikasi Oleh Tim Kerinci Google | Sungai Penuh Kota Sungai Penuh | Site Berita Dari Bumi Kerinci .
Setelah anda Copy, silahkan anda paste di bawah kode : Terserah Anda :) Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)